Rabu, 12 Des 2018

BPOM Aceh Temukan Ikan Kaleng Bercacing

Oleh: alex
Jumat, 30 Mar 2018 07:26
BAGIKAN:
istimewa.
Badan POM.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan tiga merek ikan kaleng diduga mengandung parasit cacing.

"Ada tiga merek ikan kaleng atau sarden makarel yang diduga mengandung parasit cacing. Ikan kaleng tersebut sudah diperintahkan ditarik dari pasaran," kata Kepala BBPOM Aceh Zulkifli di Banda Aceh, Kamis 29 Maret 2018.

Ketiga merek ikan kaleng terindikasi mengandung parasit cacing tersebut yakni Botan, ABC dan Ayam Brand. Ketiga merek ikan kaleng tersebut diperintahkan oleh BPOM RI untuk ditarik dari pasaran.

Ketiga merek ikan kaleng itu merupakan di antara dari 27 merek yang positif mengandung parasit cacing. Ke-27 mereka ikan kaleng tersebut hasil temuan terbaru dari tiga merek sarden sebelumnya yang mengandung parasit cacing.

"Sebelumnya, ditemukan juga tiga produk ikan kaleng asal Malaysia yang mengandung parasit cacing. Yakni Merek IO, Farmer Jack dan Hoki. Dan kini, BPOM RI kembali temukan sejumlah merek ikan kaleng yang mengandung cacing dari sejumlah merek," sebut Zulkifli.

Sebelumnya, BBPOM Aceh melakukan inspeksi mendadak di Suzuya Mal, Banda Aceh. Di tempat itu, ditemukan dua item ikan kaleng dengan nomor Bets yang sama sebanyak 282 kaleng yang dilarang untuk diedarkan mengandung parasit cacing.

Sementara, ada 127 kaleng ikan sarden dengan nomor Bets yang berbeda. Ikan kaleng dengan nomor Bets yang sama sudah ditarik dan dikembalikan ke pihak distributor. Begitu juga dengan nomor Bets berbeda, diminta dikembalikan ke distributor.

"Kami juga akan melakukan pengujian ikan kaleng dengan nomor Bets berbeda di laboratorium apakah mengandung cacing apa tidak," kata Zulkifli menyebutkan.

Selain di Suzuya Mal, BBPOM Banda Aceh juga menemukan 144 kaleng ikan sarden yang termasuk positif parasit cacing di gudang distributor. Semua ikan kaleng tersebut sudah ditarik dari pasaran.

"Ikan kaleng mengandung cacing sangat berbahaya bagi tubuh dan bisa menyebabkan pendarahan di usus. Dari 27 merek mengandung parasit cacing, 16 di antaranya produk impor dan 11 merek produk dalam negeri," demikian Zulkifli.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    BPOM Buka Lowongan 1.078 CPNS

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan membuka lowongan 1.078 calon Pegawai Negeri Sipil yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia."Dari 1.078 lowongan tersebut, 260 formasi ditempatkan

  • 5 bulan lalu

    BPOM Jakarta Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan penggrebegan terhadap sebuah gudang penyimpanan kosmetik diduga ilegal di Jalan Kapuk Utara no.21, Jakart

  • 8 bulan lalu

    Cabut Izin Importir Ikan Kaleng Bercacing

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah dapat segera mencabut izin impor ikan makarel yang produk kalengannya ternyata bermasalah karena mengandung cacing

  • 8 bulan lalu

    Seluruh Ikan Kaleng Bercacing Harus Ditarik

    SOLO (EKSPOSnews): Manajemen pusat perbelanjaan Hypermart di Solo Grand Mal (SGM) telah menarik seluruh produk ikan makarel kaleng seiring dengan beredarnya pemberitaan mengenai ditemukannya cacing da

  • 9 bulan lalu

    BPOM Pekanbaru Larang Peredaran Ikan Kaleng Farmer Jack Mackerel

    SELATPANJANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Provinsi Riau melarang beredarnya sarden kaleng merek "Farmer Jack Mackerel" disebabkan adanya temuan cacing di dalam

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99