Kamis, 18 Apr 2019

Awasi Tempat Tinggal Anak Terkena HIV

Oleh: marsot
Sabtu, 16 Feb 2019 06:04
BAGIKAN:
istimewa.
Relawan HIV.
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pengawasan terhadap tempat tinggal anak-anak yang mengidap HIV di Solo, Jawa Tengah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listiarty di Jakrta, menyebutkan, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan informasi kalau anak-anak tersebut tinggal di tempat yang cukup terpelosok.

"Anak-anak ini ditempatkan di sebuah rumah yang cukup jauh dari kampung, tapi di dalam rumah tersebut kita belum sempat datangi, apakah ada semacam tempat bermain, seperti ada prosotan dan lain-lain. Mereka dijauhkan dari tempat penduduk yang lain," ucap Retno, Jumat 15 Februari 2019.

Dia menyebutkan, KPAI juga tengah memikirkan akses pendidikan yang layak untuk mereka.

Menurutnya, ada opsi homeschooling, tetapi metode ini mengedepankan peran orang tua. Sementara banyak orang tua dari anak-anak ini yang sudah meninggal dunia.

"Kan, kalau di sekolah itu peran sekolah dalam mendidik. Kalau homeschooling itu peran orangtua. Kalau misalnya anak ini sudah tidak ada orangtua dan tidak ada keluarga yang ingin merawat, sekarang bagaimana? Kalau anak-anak ini dikurung di rumah dan jauh dari penduduk mereka akan mengalami kesakitan," ucap dia.

Retno pun berharap anak-anak ini bisa dibiarkan tumbuh seperti anak lain dan tidak perlu didiskriminasi. "Dia masuk dalam sekolah, bisa belajar seperti anak yang lain dan potensi bisa dikembangkan," ucap dia.

Sebelumnya, 14 anak yang tinggal di Yayasan Lentera ditolak untuk bersekolah di SDN Purwotomo seiring dengan penolakan yang dilakukan oleh orang tua siswa lain.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya anak-anak tersebut bersekolah di SDN Bumi, namun "pascaregrouping" sejumlah sekolah, 14 anak ini dipindahkan ke SDN Purwotomo.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Pengembangan Otak Anak Stunting Tak Bisa Pulih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor menyebutkan perkembangan otak anak yang mengalami stunting atau kekerdilan tidak akan bisa pulih atau diperbaiki dengan asupan gizi setela

  • satu minggu lalu

    Anak Harus Diberi Sarapan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kemampuan kinestetik anak  dapat terganggu jika anak tidak sarapan pagi, kata Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) bidang kesehatan dan Napza Sitti Hikmawatt

  • satu minggu lalu

    Kekerasan Anak di Kukar Tinggi

    SAMARINDA (EKSPOSnews): Kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kutai Kartanegera (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, dalam kurun 2016-2018 terdeteksi sebanyak 67 Kasus, sehingga semua pihak harus terus

  • 2 minggu lalu

    Membina Anak Terlantar

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Dinas Sosial Sumatera Selatan mengajak relawan dari yayasan sosial meningkatkan kegiatan pembinaan terhadap anak terlantar atau anak-anak yang memiliki masalah sosial."Pembinaa

  • 3 minggu lalu

    Anak Perusahaan PTPN III dan IV Mulai Pasarkan Minyak Goreng Kemasaran

    PABATU (EKSPOSnews): PT Industri Nabati Letasi (INL) anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara III (persero) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Medan mulai memasarkan minyak goreng kemasan merek Salv

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99