Rabu, 15 Agu 2018

Awas PCC

Oleh: marsot.
Jumat, 15 Sep 2017 05:29
BAGIKAN:
istimewa.
Obat (ilustrasi).
KENDARI (EKSPOSnews): Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kendari, Sulawesi Tenggara, Adillah Pababbari mengatakan, puluhan remaja menjadi korban penyalahgunaan obat dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Kendari karena mengonsumsi tablet PCC.

"Tablet PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol) ini adalah obat ilegal tanpa izin edar dari BPOM karena berisi zat carisoprodol yang dijual perorangan," kata Adillah di Kendari, Kamis 14 September 2017.

Menurut dia, pihaknya sudah mendapatkan sampel yang dikonsumsi puluhan warga Kendari tersebut yang membuat mereka dilarikan ke rumah sakit dan hal itu bukan somadril.

"Obat sampel yang masuk ke sini adalah tablet PCC yang dijual tanpa kemasan serta ilegal. Ada pula sejumlah cairan, kita masih periksa kandungannya, sekali lagi yang dikonsumsi itu bukan somadril yang mengandung zat carisoprodol, karena somadril sudah ditarik peredarannya sejak tiga tahun lalu," katanya.

Dijelaskan, carisoprodol adalah jenis obat keras berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 6171/A/SK/73/ tanggal 27 Juni tahun 1973 tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua.

"Obat yang mengandung carisoprodol memiliki efek farmakoligis sebagai relaksasi otot. Namun relaksasi itu berlangsung singkat. Karena di dalam tubuh akan segera dimetabolisme akan menjadi meprobamat yang menimbulkan efek sedatif. Neprobamat sendiri termasuk jenis psikotropika," katanya.

Di Indonesia, kata Adillah, carisprodol pertama kali mendapatkan izin edar Badan POM sebagai obat somadril dan tahun 2014 dilakukan penarikan dan pembatalan edar karena banyak kasus penyalahgunaannya yang berlangsung sejak tahun 2000.

"Obat ini banyak digunakan oleh pemuda untuk melakukan kesenangan, kemudian pengamen untuk menambah percaya diri, pekerja tambang dan nelayan sebagai obat penambah stamina, bahkan PSK digunakan sebagai obat kuat," katanya.

Meningkatnya penyalahgunaan somadril, kata Adillah, maka Badan POM mengeluarkan SK Kepala Badan POM HK/04.1.35.07.13.3856. Tahun 2013 tanggal 24 Juli sebagai perubahan atas keputusan HK/04.1.35.06.13.3535 2013 tentang Pembatalan Izin Edar Obat yang mengandung carispodol termasuk somadril.

"Untuk menghindari penggunaan obat ini maka diperlukan keterlibatan seluruh komponen bangsa baik pemerintah, badan usaha dan masyarakat umum," katanya.

Jadi obat sampel yang masuk ke Kendari adalah tablet PCC yang dijual tanpa kemasan serta ilegal dan sejumlah cairan. "Kita juga masih periksa kandungannya. Jadi bukan somadril karena somadril sudah ditarik peredarannya sejak tiga tahun lalu," katanya.

Data terakhir BNN menyebutkan korban sudah bertambah menjadi 68 orang akibat penyalahgunaan tablet PCC yang dirawat di sejumlah RS di Kendari.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Korban Meninggal di Lombok Utara 347 Orang

    MATARAM (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mendapat laporan dari seluruh camat bahwa data sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gem

  • satu minggu lalu

    Korban Meninggal Gempa Lombok Jadi 98 Orang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat gempa 7,0 Skala Richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8), bertambah

  • satu minggu lalu

    Bebaskan Korban Perkosaan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Aliansi Keadilan untuk Korban Perkosaan meminta agar korban perkosaan yang dijatuhi pidana enam bulan penjara akibat tindakan aborsi yang dilakukannya supaya dibebaskan melalui p

  • 4 minggu lalu

    Pertamina Bantu Korban Kebakaran di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 menyerahkan bantuan Pertamina Peduli dalam bentuk sembako dan kebutuhan dasar bagi pengungsi korban kebakaran rumah di Kota Batam, Kepu

  • satu bulan lalu

    Korban Tewas KM Lestari Maju 24 orang

    MAMUJU (EKSPOSnews): Korban tewas akibat kandasnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Selasa sore (3/7), bertambah menjadi 24 orang."Berdasarkan d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99