Jumat, 28 Feb 2020

Awas Makanan dan Minuman Kedaluarsa

Senin, 13 Jun 2016 10:32
BAGIKAN:
KUPANG (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Nusa Tenggara Timur memberikan peringatan kepada para pengusaha dan toko yang menyediakan paket barang agar tidak menyebarkan makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa lewat parsel.

"Peringatakan ini sekaligus menjadi bagian dari fungsi kontrol dan perlindungan kepada konsumen di daerah ini menjelang hari raya keagamaan ini," kata Ketua YLKI NTT Marthen Mulik kepada Antara di Kupang, Senin 13 Juni 2016.

Menurut dia, beredarnya paket sembako dalam bentuk parsel yang akan dibagikan oleh sejumlah pihak untuk warga yang akan merayakan hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah ini bukan tidak mungkin untuk disalahgunakan oleh okum penjual parsel..

Karena itu, YLKI sebagai institusi perlindungan konsumen, memberikan peringatan keras agar praktik menyimpang itu tidak dilakukan oleh para pembuat parsel.

YLKI NTT, kata Marthen, mencium ada upaya pemanfaatan barang yang kadaluwarsa dan hampir kadaluarsa untuk dipaket dalam satu kesatuan sehingga tidak terlihat oleh konsumen saat membeli paket atau parsel itu.

Selain itu, menurut Marthen, ada juga modus lain yang bisa dilakukan oleh para penjual barang kemasan untuk mendagangkan barang yang sudah kedaluwarsa kepada konsumen.

Dalam konteks ini, warga diharap untuk bisa lebih cerdas dan berhati-hati untuk melakukan pembelian barang obral.

"Kami dapat sinyal itu ada pedagang nakal yang memanfaatkan momentum jelang Lebaran ini dengan menjual barang kadaluwarsa melalui sistem obral. Ini patut diwaspadai konsumen," katanya.

Modus dengan melakukan obral barang kadaluwarsa ini menjadi perhatian YLKI karena sudah ada indikasi kuat dilakukan sejumlah pedagang besar di Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT.

Memang secara faktual, YLKI masih sedang melakukan penelusuran terhadap aduan dan informasi masyarakat konsumen ini, namun setidaknya hal ini harus segera direspon oleh seluruh pemerintah daerah, terutama Pemerintah Kota Kupang.

Selain dalam bentuk obral, ada lagi terendus modus pemalsuan tanda masa berlaku barang kemasan yang ada. Hal itu akan membingungkan warga. Bahkan secara kasat mata yang dilakukan oknum pedagang itu terlihat asli, tetapi palsu.

Pemerintah daerah dan Balai Pengobatan Obat dan Makanan serta sejumlah instansi lainnya diminta untuk segera melakukan aksi pemantauan dan pengawasan yang lebih baik.

Berikan sanksi kepada yang melakukan aksi itu secara sengaja dalam upaya memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat sebagi konsumen.

Warga masyarakat juga diminta untuk waspada dan cerdas dalam membeli barang yang ada. Jangan membeli barang yang masa kadaluarsanya menyisahkan satu atau dua bulan ke depan.

Dalam konteks itu, dari aspek aturan masih dibolehkan untuk dijual, namun dari aspek kesehatan, akan sangat memberikan kerugian pagi konsumen yang mengkonsumsi barang tersebut.(ant)

  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    BPOM Diminta Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

    PALU (EKSPOSnews): Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola berharap dan mengajak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu untuk meningkatkan koordinasi dengan Organisasi Perangkat

  • 9 bulan lalu

    Membangun Pusat Kuliner Makanan Laut di Medan Belawan

    MEDAN (EKSPOSnews): Dalam rangka mendukung program pembangunan yang telah dicanangkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin, untuk menjadikan Kota Medan menjadi kota metropolitan yang multikultural, ber

  • 11 bulan lalu

    Awas Wafer dan Biskuit Kedaluarsa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM) menyita pangan segar dan pangan olahan ilegal, kedaluwarsa dan tidak memenuhi syarat sebesar 61 miliar rupiah dalam

  • tahun lalu

    Satgas Yonmek Gagalkan Penyelundupan Ribuan Botol Miras

    MERAUKE (EKSPOSnews): Meskipun memasuki perayaan Natal, nampaknya tak menjadi beban bagi para pelaku penyelundup miras untuk melancarkan aksinya.  Jalur penghubung antara Indonesia dan Papua Nugi

  • tahun lalu

    Pengungsi Tsunami Lampung Jangan Sampai Kekurangan Makanan

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Para pengungsi terdampak tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, warga Kota Bandarlampung yang masih bertahan di posko-posko yang dibuat oleh pemerintah setempat, dip

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99