Senin, 26 Feb 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • Awas...Makanan di Yokyakarta Mengandung Bahan Berbahaya

Awas...Makanan di Yokyakarta Mengandung Bahan Berbahaya

Oleh: Alex
Sabtu, 17 Jun 2017 06:08
BAGIKAN:
istimewa
Makanan.
YOGYAKARTA (MM): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan 34 persen produk makanan beredar di lima pasar tradisional di daerah itu mengandung bahan berbahaya.

"Kandungan bahan berbahaya yang kami temukan yaitu rhodamin B dan boraks," kata Ary saat konferensi pers di Gedong Pracimosono, Kepatihan Yogyakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Ia mengatakan pemantauan makanan beredar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriah dilakukan di Pasar Argosari, Pasar Beringharjo, Pasar Godean, Pasar Bantul, dan Pasar Wates.

Ary menjelaskan dari hasil uji laboratorium terhadap 61 sampel produk makanan sebanyak 21 sampel atau 34 persen mengandung bahan berbahaya yaitu 19 sampel mengandung rodhamin B dan dua sampel mengandung boraks.

Meski demikian, dibandingkan dengan periode yang sama 2016 temuan produk makanan mengandung bahan berbahaya mengalami penurunan 8,31 persen. Pada 2016, dari 52 sampel yang diuji sebanyak 22 sampel mengandung rodhamin B dan 17 sampel mengandung boraks.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Ary mengatakan sebagian besar produk mengandung bahan berbahaya tersebut berasal dari produsen luar Yogyakarta yaitu Magelang, Kutoarjo, Purworejo, Kebumen, dan Solo.

Selama ini, menurut Ayu, untuk produsen bahan makanan di DIY secara keseluruhan dinilai telah memenuhi syarat atau sesuai dengan standar kesehatan sebab BBPOM secara intensif memberikan pembinaan.

"Kalau untuk produsen di DIY sendiri, relatif lebih mudah dan terjangkau untuk dipantau," kata dia.

Sedangkan untuk jajanan takjil yang dijual di Pasar Ramadhan yang tersebar di sejumlah lokasi, menurut dia, secara keseluruhan aman untuk dikonsumsi warga.

"Hingga saat ini kami belum menemukan produk jajanan takjil yang mengandung zat- zat berbahaya untuk dikonsumsi," kata dia.

Ary berharap seluruh masyarakat agar kritis dan cerdas memilih dan tetap waspada terhadap peredaran produk pangan di pasaran. "Kami meminta masyarakat melakukan cek 'KLIK' (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa)," kata dia.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Festival Makanan di Pontianak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Panitia Festival Makanan Pontianak (Pontianak Food Festival) menargetkan pemecahan rekor nasional jumlah memasak ikan asam pedas terbanyak di ajang kuliner terbesar di Kalbar 1

  • 3 bulan lalu

    Sumut Musnahkan Makanan Ilegal

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memusnahkan produk makanan dan kosmetika ilegal senilai Rp1,3 miliar yang berhasil disita untuk melindungi konsumen.Kepala Balai Besar Pengawas O

  • 3 bulan lalu

    OSIS Sekolah Papua Bantu Bahan Makanan Korban Tanah Longsor di Pogapa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pogapa adalah salah satu kampung di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Berada di lokasi yang sangat sulit dijangkau, penduduk Pogapa sangat bergantung pada kebun mereka

  • 3 bulan lalu

    USU-BNN Teliti Makanan Mengandung Narkoba

    MEDAN (EKSPOSnews): Lembaga Pemeriksa Halal Universitas Sumatera Utara dapat bekerja sama dengan Badan Narkortika Nasional dalam meneliti kuliner yang diduga dicampur dengan bahan mengandung narkoba j

  • 3 bulan lalu

    Awas...Makanan dan Minuman Tanpa Izin Edar dari Balai POM

    MEDAN (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara minta kepada pemerintah agar menarik makanan tanpa memiliki izin edar karena merugikan negara."Petugas Balai Besar Pengawas Obat d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99