Rabu, 20 Sep 2017
  • Home
  • Kesehatan
  • Awas...Makanan di Yokyakarta Mengandung Bahan Berbahaya

Awas...Makanan di Yokyakarta Mengandung Bahan Berbahaya

Oleh: Alex
Sabtu, 17 Jun 2017 06:08
BAGIKAN:
istimewa
Makanan.
YOGYAKARTA (MM): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan 34 persen produk makanan beredar di lima pasar tradisional di daerah itu mengandung bahan berbahaya.

"Kandungan bahan berbahaya yang kami temukan yaitu rhodamin B dan boraks," kata Ary saat konferensi pers di Gedong Pracimosono, Kepatihan Yogyakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Ia mengatakan pemantauan makanan beredar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriah dilakukan di Pasar Argosari, Pasar Beringharjo, Pasar Godean, Pasar Bantul, dan Pasar Wates.

Ary menjelaskan dari hasil uji laboratorium terhadap 61 sampel produk makanan sebanyak 21 sampel atau 34 persen mengandung bahan berbahaya yaitu 19 sampel mengandung rodhamin B dan dua sampel mengandung boraks.

Meski demikian, dibandingkan dengan periode yang sama 2016 temuan produk makanan mengandung bahan berbahaya mengalami penurunan 8,31 persen. Pada 2016, dari 52 sampel yang diuji sebanyak 22 sampel mengandung rodhamin B dan 17 sampel mengandung boraks.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Ary mengatakan sebagian besar produk mengandung bahan berbahaya tersebut berasal dari produsen luar Yogyakarta yaitu Magelang, Kutoarjo, Purworejo, Kebumen, dan Solo.

Selama ini, menurut Ayu, untuk produsen bahan makanan di DIY secara keseluruhan dinilai telah memenuhi syarat atau sesuai dengan standar kesehatan sebab BBPOM secara intensif memberikan pembinaan.

"Kalau untuk produsen di DIY sendiri, relatif lebih mudah dan terjangkau untuk dipantau," kata dia.

Sedangkan untuk jajanan takjil yang dijual di Pasar Ramadhan yang tersebar di sejumlah lokasi, menurut dia, secara keseluruhan aman untuk dikonsumsi warga.

"Hingga saat ini kami belum menemukan produk jajanan takjil yang mengandung zat- zat berbahaya untuk dikonsumsi," kata dia.

Ary berharap seluruh masyarakat agar kritis dan cerdas memilih dan tetap waspada terhadap peredaran produk pangan di pasaran. "Kami meminta masyarakat melakukan cek 'KLIK' (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa)," kata dia.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Makanan Luar Negeri Banjiri Tanjungbalai

    TANJUNGBALAI (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung menyatakan makanan asal luar negeri tanpa izin banyak beredar di pasaran di Kota Tanuungbalai, sehingga perlu pengawasan pi

  • 3 bulan lalu

    Makanan Khas Yokyakarta Laris Manis

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Penjualan makanan oleh-oleh khas Yogyakarta yang berbahan dasar singkong selama libur Idul Fitri 1438 Hijriah mengalami kenaikan hingga 30 persen dibanding hari-hari biasa seb

  • 3 bulan lalu

    Sidak penjualan Makanan dan Minuman

    Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Tiga Pilar Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Kamis 8 Juni 2017 menggelar operasi makanan dan minuman di Pasar dan swalayan yang ada di wilayah kecamatan

  • 3 bulan lalu

    BPOM Pontianak Temukan Makanan Mengandung Borak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Barat menemukan pangan mengandung borak yang dijual di Pasar Juadah Ramadhan di Kabupaten Sambas."Di Sambas kami menemukan d

  • 4 bulan lalu

    BPOM Temukan Rhodamin pada Makanan Takjil

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Memasuki pekan kedua Ramadan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru berhasil menemukan zat berbahaya yakni rhodamin B pada kolak delima, es doger, bubur delima dan bor

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak