Kamis, 27 Jul 2017

Angka Kematinan Ibu di Musi Bayuasin Rendah

Oleh: Marsot
Sabtu, 08 Jul 2017 04:24
BAGIKAN:
istimewa
Ibu baru melahirkan (ilustrasi).
MUSI BAYUASIN (EKSPOSnews): Angka kematian ibu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tergolong rendah yakni hanya sembilan orang meninggal dunia saat melahirkan setiap tahunnya.

"Angka kematian ibu tergolong rendah, meskipun demikian para bidan dan jajaran Dinas Kesehatan diminta terus melakukan berbagai kegiatan yang dapat menekan angka kematian ibu," kata Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex saat menerima kunjungan pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten setempat, di Sekayu, Jumat 7 Juli 2017.

Menurut dia, angka kematian ibu dan anak merupakan indikator tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu daerah baik atau tidak.

Meskipun angka kematian ibu di kabupaten ini tergolong rendah, harus terus diminimalkan dengan memberikan penyuluhan dan sosialisasi pola hidup sehat kepada ibu-ibu saat hamil.

Untuk meminimalkan angka kematian ibu. pihaknya mengharapkan IBI berperan aktif bersama-sama petugas Dinas Kesehatan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan saat hamil dan pascapersalinan termasuk kesehatan bayinya, katanya.

Ia menjelaskan, saat ini upaya Dinas Kesehatan Musi Banyuasin dengan stakeholder lainnya sudah sangat serius mengantisipasi kematian ibu dan anak.

Dengan dukungan para bidan anggota IBI yang lebih besar, diharapkan kondisi tersebut ke depan bisa lebih baik lagi, kata Dodi.

Sementara Sekretaris IBI Musi Banyuasin Mariyati menjelaskan bahwa dalam upaya mengantisipasi dan menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak, pihaknya intensif melakukan penyuluhan ke desa-desa.

Penyebab utama kematian ibu melahirkan di kabupaten ini yakni hipertensi, sedangkan anak didominasi karena prematur, permasalahan tersebut yang menjadi perhatian utama IBI untuk diatasi secara maksimal, katanya.

Dia menambahkan, hingga kini tercatat 904 anggota IBI di kabupaten ini yang tersebar di 14 kecamatan dan 218 desa.

Para bidan yang tersebar hingga daerah pelosok tersebut didorong terus melakukan penyuluhan dan menyasar ibu-ibu hamil di pedesaan, kata Sekretaris IBI Musi Banyuasin itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Minat Melanjut Kuliah Rendah, Mengapa?

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kopertis Wilayah X mendata warga usia 19-24 tahun mencapai 21 juta orang dan baru 30 persen atau sekitar 6,3 juta orang di antaranya yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguru

  • 4 bulan lalu

    Isteri Orang Paling Kaya di Dunia yang Rendah Hati

    Siapa yang tidak kenal dengan Melinda Gates, istri bos Microsoft Bill Gates. Isteri orang paling tajir di dunia itu belum lama ini melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan sejumlah kegiatan ke

  • 5 bulan lalu

    Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sulawesi Tenggara Melonjak

    KENDARI (EKSPOSnews): Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara Asrum Tombili mengatakan angka kematian ibu melahirkan di daerah itu tahun 2016 meningkat dari tahun sebelumnya."Selama tahun 2016 sebany

  • 9 bulan lalu

    Kesadaran Warga Simalungun Urus Akte Kematian Rendah

    SIMALUNGUN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengimbau warga yang anggota keluarganya ada yang meninggal supaya mencatatkan di data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

  • 10 bulan lalu

    Kemampuan Dosen Menulis Rendah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan kemampuan menulis dalam Bahasa Inggri

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak