Kamis, 27 Feb 2020

Anak Baru Lahir Harus Didaftar ke BPJS Kesehatan

Oleh: marsot
Sabtu, 12 Jan 2019 06:23
BAGIKAN:
istimewa.
Anak-anak.
AMBON (EKSPOSnews): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)-Kesehatan Cabang Ambon mengawali tahun 2019 dengan menggelar sosialisasi kepada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku yang difokuskan kepada kewajiban pendaftaran bayi baru lahir sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat ((JKN-KIS).

"Hal ini dimaksudkan karena bidan adalah garda terdepan yang sering berinteraksi dengan masyarakat khususnya ibu hamil," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon Afliana Latumakulita di Ambon, Jumat 11 Januari 2019.

Ia mengatakan sosialisaso ini setelah diberlakukannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan pada tanggal 18 Desember 2018.

Dia mengatakan, dari beberapa penyusuian aturan di sejumlah aspek, pada kesempatan ini sosialisasi difokuskan pada kewajiban pendaftaran bayi baru lahir sebagai peserta JKN-KIS.

"Kewajiban pendaftaran bayi baru lahir ini tertuang pada pasas 16 ayat 1 yang berbunyi bayi baru lahir dari peserta Jaminan Kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS-Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan," ujarnya.

Ada yang spesial pada pendaftaran bayi baru lahir ini, kata dia, yaitu status kepesertaan sang bayi akan langsung aktif sejak didaftarkan.

"Jadi tidak perlu menunggu 14 hari seperti pendaftaran pada umumnya. Aturan ini dimaksudkan agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki proteksi atau kepastian jaminan kesehatan sejak lahir," ujarnya.

Dia mengatakan, tidak sedikit kasus yang mengharuskan bayi mendapat perawatan khususnya setelah dilahirkan, apabila telah didaftarkan sebegai peserta JKN ibu tidak perlu khawatir lagi atas pembiayaannya.

"Jadi apabila setelah melahirkan sang bayi mengalami gangguan kesehatan atau harus mendapat perawatan khusus, orang tua atau yang mewakili diberikan waktu 3x24 jam sejak tanggal perawatan untuk memastikan status kepesertaan sang bayi kepada fasilitas kesehatan (dokter/bidan/Puskesmas yang bekerja sama dengan BPJS-Kesehatan.

Dia mengatakan apabila lewat dari waktu yang telah ditetapkan belum terdaftar sebagai peserta JKN, maka akan dikenakan tarif umum.

Afliana mengatakan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) merupakan salah satu unsur kelembagaan yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan program JKN-KIS sebagai tim koordinasi terkait pengendalian mutu JKN.

Oleh karena itu Afliana berharap kepada seluruh bidan di Provinsi Maluku agar dapat mengajukan kerja sama dengan mitra BPJS-Kesehatan untuk memperluas cakupan layanan dalam penyelenggaraan program JKN.

"Teman-teman bidan dapat membantu mengedukasi masyarakat khususnya ibu hamil tentang kewajiban dan keuntungan mendaftarkan bayinya sesegra mungkin pasca lahir," ujarnya.

Ketua IBI Maluku Anthoneta Hitipeuw pada kesempatan itu menilai sosialisasi ini merupakan suatu kegiatan yang penting untuk disampaikan kepada teman-teman bidan sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan ibu dan anak terlebih khususnya bagaimana penanganan terkait bayi baru lahir untuk mendapatrkan jaminan kesehatan.

"Organisasi kami sangat mendukung sosialisasi ini, kami berharap lewat sosialisasi ini teman-teman bidan sebagai penyuluh di lapangan dalam menyelenggarakan pelayanan kepada ibu dan anak bisa menyampaikan informasi ke masyarakat khususnya kepada ibu-ibu hamil pada saat pemeriksaan supaya saat persalinan nantinya bayi-bayi mereka bisa diikutsertakan sebagai peserta jaminan kesehatan," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Menkes Kunjungi BPJS Kesehatan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto langsung mengunjungi kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat sehari setelah serah terima jabatan di Kementerian Kesehatan untu

  • 7 bulan lalu

    Mengusut Penyimpangan Dana BPJS Kesehatan di Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut dugaan terjadinya penyimpangan yang dilakukan rumah sakit swasta dan klinik di Medan melalui klaim dana BPJS Kesehatan bagi masyarakat."Tim

  • 9 bulan lalu

    RS Semen Padang Tak Layani Lagi Peserta BPJS Kesehatan

    PADANG (EKSPOSnews): Rumah Sakit Semen Padang atau Semen Padang Hospital tidak lagi melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat mulai awal Juni 2019 seiring tidak berlanjutnya ker

  • 9 bulan lalu

    Iuran BPJS Kesehatan Belum Cukup untuk Danai Biaya Orang Sakit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menunjukkan keuangan BPJS Kesehatan dalam pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional masih tekor atau tidak seimbang anta

  • 10 bulan lalu

    BPJS Kesehatan Cabang Dumai Bayar Klaim Jatuh Tempo

    DUMAI (EKSPOSnews): BPJS Kesehatan Cabang Dumai, Provinsi Riau, telah membayarkan utang klaim jatuh tempo sebesar total Rp37 miliar hingga April 2019 ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan ti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99