Selasa, 07 Jul 2020

Anak-Anak Sudah Diserang Diabetes

Oleh: alex
Kamis, 01 Nov 2018 03:46
BAGIKAN:
istimewa.
Anak-anak.
JAKARTA (EKSPOSnews): Ahli endokrin anak Aman Pulungan mengungkapkan orangtua mesti mewaspadai gejala-gejala Diabetes Melitus (DM) pada anak antara lain anak sering haus, lapar, kencing, gatal, dan berat badan menurun drastis.

"Pasien diabates anak ini sudah mencapai 97 juta orang di Indonesia, baik untuk kasus DM tipe-1 dan DM tipe-2. Untuk kasus DM tipe-1 itu paling banyak jumlahnya ketimbang DM tipe-2 . Namun, DM tipe-2 ini juga cenderung meningkat jumlahnya," ungkap Aman saat berbincang usai acara Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak di Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018.

Menurutnya, orangtua selain memerhatikan ciri fisik anak,Periksa gula darah anak saat dia masuk UGD.Untuk kadar gula darah normal anak itu antara 100 mg/dl hingga 200 mg/dl. Tapi, bila kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl itu sudah dikategorikan diabetes,"imbuhnya.

Khusus pada kasus DM tipe-1, sambungnya, komplikasi terparahnya adalah pasien meninggal. Sayangnya, anak dengan DM tipe-1 ini merupakan anak terpilih.

"Siapa saja tidak harus menunggu faktor keturunan dapat terkena diabetes DM tipe-1. Karena itu, anak-anak yang terkena itu diabetes tersebut disebut `mereka terpilih. DM tipe-1 dipengaruhi gen tertentu, tapi bukan turunan. Penyebab dari diabetes ini adalah auto-imun," papar Aman.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia ini mengatakan bahwa ada faktor risiko yang memicu auto-imun dan kemudian meningkat menjadi DM.

"Adanya infeksi virus seperti arbovirus, polio, coxsackie. Selain itu, ada juga defisiensi vitamin D," imbuh Aman.

Kepala Divisi Endokronologi Departemen Kesehatan Anak RS Cipto Mangunkusumo/ FKUI ini menandaskan bahwa DM tipe-1 ini bila tidak diketahui sejak awal dan tak tertangani dengan baik berujung pada kematian.

"Untuk DM tipe-2 ini, data agak sulit didapat. Sehingga, karena belum parah dibiarkan saja. Baru pada usia di atas 18 tahun akan ketahuan DM," tutur Aman.

Kasus DM pada anak ini di Indonesia ini bagaikan fenomena gunung es. Oleh karena itu, anggota Dewan Penasehat Physician International Society for Pediatric and Adolescent Diabetes ini menyarankan agar antisipasi DM pada anak dilakukan sejak dini.

"Seperti kasus DM anak yang banyak ditemukan di Jepang. Anak-anak di sana diminta untuk tes urin sehingga ketahui dari awal berapa banyak anak yang menderita diabetes. Apalagi, data saya menyebutkan bahwa terdapat 40 persen anak di Indonesia yang mengalami resisten insulin," papar Aman.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    67 Pelaku Kericuhan Mei Masih Anak-Anak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 67 dari total 447 orang yang ditangkap karena diduga sebagai perusuh dalam aksi di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta, pada 21-22 Mei 2019 masih berusia di bawah umur."Ter

  • 2 tahun lalu

    Pelindo 1 Kenalkan Dunia Maritim kepada Anak-Anak

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 hari ini menggelar kegiatan untuk mengenalkan wawasan maritim kepada anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Acara ini diis

  • 2 tahun lalu

    Anak-Anak di Jember Semakin Banyak yang Pendek

    JEMBER (EKSPOSnews): Sebanyak 30 persen bayi berusia di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Jember, Jawa Timur mengalami "stunting" berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat

  • 2 tahun lalu

    Anak-Anak Dibanjiri Vidio Tak Mendidik dari Medsos

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anak-anak dan remaja saat ini seperti digempur oleh berbagai informasi dalam bentuk berita bohong atau "hoax", gambar dan foto yang tidak sesuai dengan usia serta video tak mendi

  • 2 tahun lalu

    Pemerkosa Anak Dibawah Umur di Ambon Dihukum 12 Tahun Penjara

    AMBON (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan hukuman penjara selama 12 tahun terhadap Marjan Pelupessy, terdakwa pemerkosa seorang anak yang masih berusia tujuh tahun pada Jum

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99