Kamis, 23 Mei 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • 88 yang Terkena AIDS di Pekanbaru Ternyata Berstatus Karyawan

88 yang Terkena AIDS di Pekanbaru Ternyata Berstatus Karyawan

Oleh: marsot
Sabtu, 15 Des 2018 04:31
BAGIKAN:
istimewa.
Hari AIDS sedunia.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Riau merekap jumlah kumulatif kasus AIDS menurut pekerjaan di daerah itu periode Januari-Oktober 2018 tercatat sebanyak 88 kasus adalah karyawan.

"Berikutnya berada pada peringkat kedua berasal dari wiraswasta atau membuka usaha sendiri yang tercatat sebanyak 52 kasus dalam periode yang sama," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Jumat 14 Desember 2018.

Menurut Mimi, faktor resiko terjadinya penularan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu yang tertinggi adalah heterokseksual, homoseksual dan pengguna alat suntik.

Ia menyebutkan selain profesi wiraswasta, adalah pengganguran tercatat 42 kasus, ibu rumah tangga 41 kasus, PNS 10 kasus, petani, peternak, nelayan sebanyak 14 kasus, penjaja seks 1 kasus, buruh kasar 2 kasus, pelajar atau mahasiaswa 5 kasus.

Selain itu penderita berasala dari pekerjaan lainnya yakni supir, ojek, tukang parkir 5 kasus, TNI/Polisi/PP/security sebanyak 4 kasus, tenaga profesional non medis 3 kasus, dan narapidana 1 kasus.

"Untuk menangani kasus ini maka masyarakat diimbau perlu melakukan tes kesehatannya, dan berani untuk mengurangi risiko penularan virus HIV dan mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIV," katanya.

Ia menjelaskan, masalah HIV-AIDS semakin komplek, dan diharapkan masyarakat untuk berani melakukan test HIV agar dapat diketahui secara dini kondisi kesehatan masing-masing terkait HIV.

Sedangkan gejala seseorang terkena virus penyakit yang mematikan itu adalah sakit kepala secara tiba-tiba, kelelahan secara terus menerus, pembengkakan kelenjer ketah bening, sakit tenggorakan, munculnya ruam pada kulit, nyeri pada otot dan sendi, sering berkeringat pada malam hari, dan luka pada mulut.

Selain harus rutin meminum obat lamivudine +zidovudine, dan nevirapine seumur hidup, penderita juga harus melakukan rawat jalan di rumah sakit.

Ia menyebutkan, persentases kumulatif kasus HIV/AID menurut faktor resiko per periode 1997 sampai dengan Oktober 2018 dengan rincian data tahun 2003-2007 tercatat untuk hetero seksual sebanyak 218 kasus, penasun 69 kasus.

Berikutnya data tahun 2008-2012 untuk hetero seksual sebanyak 1.253 kasus, MTCT 61 kasus,dan penasun 141 kasus.

Rekap data tahun 2013-2017 tercatat faktor resiko dari transfusi darah sebanyak 2.318, tatto 575 kasus,penasun 65 kasus, MTCT 136 kasus. Sementara itu data tahun 2018 faktor resiko tertinggi berasal dari transfusi darah 310 kasus, dan tatto 158 kasus.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Masyarakat Indonesia Lebih Nyaman Jadi Kuli

    MEDAN (EKSPOSnews): Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmana -Kemristekdikti Ismet Yus Putra mengatakan kebanyakan masyarakat Indonesia lebih nyaman menjadi seo

  • 2 bulan lalu

    Penderita HIV/AIDS di Kepri Memprihatinkan

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Angka penderita HIV/Aids di Provinsi Kepulauan Riau sangat memprihatinkan berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan setempat."Dari jumlah homoseksual, waria dan PSK yang kam

  • 2 bulan lalu

    PTPN III Kembali Berangkatkan Karyawan Umroh

    MEDAN (EKSPOSnews): PTPN III (Persero) kembali memberikan apresiasi kepada para karyawan yang berprestasi di bidang keagamaan untuk melaksanakan ibadah umroh. Sebanyak 62 orang diberangkatkan dalam ac

  • 3 bulan lalu

    43 Karyawan PT Japfa Keracunan

    LUBUKBASUNG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah mengambil sampel makanan yang mengakibatkan 43 karyawan PT Japfa keracunan pada Rabu (6/2) siang dan akan diperiksa ke B

  • 4 bulan lalu

    LIPI Rumahkan Ribuan Karyawan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sekitar 100 pegawai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaporkan kebijakan Kepala LIPI yang dinilai merugikan karena akan merumahkan sekitar 1.500 pegawai."Kami menolak k

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99