Selasa, 26 Mei 2020

7 Ibu Hamil Positif HIV

Oleh: Jallus
Senin, 11 Feb 2019 05:43
BAGIKAN:
istimewa.
ibu hamil (ilustrasi).
AMBON (EKSPOSnews): Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku menyebutkan sebanyak tujuh orang ibu hamil posisitf mengidap penyakit HIV/AIDS.

Dari 5.700 orang ibu hamil tujuh diantarnya terindikasi mengidap penyakit HIV/AIDS berdasarkan hasil pelacakan yang dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2018, kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, di Ambon, Minggu 10 Februari 2019.

Dikatakannya, kegiatan pelacakan dan kesiapan sarana dan prasarana Puskemas, jumlah kasus semakin banyak ditemukan dan jumlah penderita semakin berkurang.

Hasil pelacakan yang dilakukan tahun 2015 terdapat 31 penderita Aids dari total 89 penderita ditemukan atau 34,8 persen, tahun 2016 sebanyak 54 penderita dari total 243 penderita ditemukan atau 22,2 persen.

Sedangkan di tahun 2017 ditemukan 37 penderita dari total 205 atau 18,2 persen, dan tahun 2018 terdapat 34 penderita dari total 286 penderita atau 11,8 persen.

Richard menjelaskan, pelacakan kasus dilakukan berkelanjutan dengan pengobatan yang teratur dan perbaikan pola hidup penderita.

"Kita berharap tingkat penularan penyakit semakin berkurang sehingga di tahun 2030 dapat mencapai target nasional getting 3 zero yakni tidak ada infeksi baru Hiv tidak ada yang meninggal karena Hiv/Aids, dan tidak ada diskriminasi Odha," ujarnya.

Ia mengakui, potensu penularan Hiv/Aids terbesar ada pada kelompok resiko tinggi yakni lelaki seks lelaki (LSL), waria, ibu hamil dan psk.

Mengantisipasi penularan Hiv Aids maka ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit atau puskesmas.

"Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan darah dan proses screening untuk mengetahui kondisi kandungan, jika terdeteksi mengidap Hiv harus ditindaklanjuti dengan pengobatan sehingga bayi yang dikandung tidak tertular," katanya Richard menambahkan, sejak tahun 2010-2013 dua puskesmas di Ambon memiliki klinik Volunteri consulting and Testing (VCT) untuk proses deteksi dini Hiv yakni puskesmas Karang Panjang dan Waihaong.

"Tahun 2018 semua puskemas telah memiliki klinik VCT yang dapat diakses masyarakat untuk melakukan pemeriksaan darah HIV. Tetapi untuk proses pengobatan lengkap penderita, dapat dilakukan di puskemas Karang Panjang dan Waihaong," tandasnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Kasus HIV/AIDS di Jabar Melonjak

    BANDUNG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga Desember 2018 sudah ada 37.485 kasus HIV dan 10.370 kasus AIDS di wilayah Jawa Barat."Saat ini, di Jawa Barat, sudah ada 37.

  • 12 bulan lalu

    Penderita HIV-AIDS di Kupang Meningkat

    KUPANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendata jumlah penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di kota itu sa

  • tahun lalu

    Ibu Hamil Bisa Minum Kopi

    PURWOKERTO (EKSPOSnews): Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Setya Dian Kartika mengatakan ibu hamil diperbolehkan minum kopi asal tidak berlebihan atau masi

  • tahun lalu

    Penderita HIV/AIDS di Kepri Memprihatinkan

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Angka penderita HIV/Aids di Provinsi Kepulauan Riau sangat memprihatinkan berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan setempat."Dari jumlah homoseksual, waria dan PSK yang kam

  • tahun lalu

    Awasi Tempat Tinggal Anak Terkena HIV

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pengawasan terhadap tempat tinggal anak-anak yang mengidap HIV di Solo, Jawa Tengah.Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Re

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99