Minggu, 28 Mei 2017

Presiden Resmikan Rumah Bersubsidi

Oleh: Alex
Jumat, 05 Mei 2017 04:42
BAGIKAN:
istimewa
Presiden Joko Widodo.
CIKARANG (EKSPOSnews): Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di Perumahan Villa Kencana Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Perumahan ini dibangun dengan lahan seluas 105 hektare. Dengan total keseluruhan yang direncanakan 8.749 dan hingga saat ini baru 4.734 rumah," katanya di Cikarang, Kamis 4 Mei 2017.

Selain itu, bila dilihat dari harga cukup terjangkau sebesar Rp112-114 juta dengan tipe yang diberikan tipe 25 dan luas tanah 60 meter persegi.

Menurut dia, dalam pembangunan ini pemerintah pusat memberikan bantuan uang muka Rp4.000.000 per unit rumah. Dan perumahan ini memang dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki tempat tinggal.

Pembangunan ini adalah salah satu program sejuta rumah yang menggunakan tema kesederhanaan. Tentunya pembangunan perumahan ini juga dilengkapi fasilitas olahraga, masjid, sekolah, dan rumah sakit.

Namun, Bank Tabungan Negara hanya membebankan kepada masyarakat dengan uang muka sebesar satu persen atau sekitar Rp1.120.000 dengan cicilan per bulan Rp800.000.

Selain itu, bagi masyarakat untuk mendapatkan kemudahan kredit bisa melalui skema KPR bersubsidi, atau kemitraan bank BTN dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Dengan aja tersebut masyarakat bisa mempunyai rumah senilai maksimal Rp500 juta dengan uang muka satu persen dan bunga KPR sebesar lima persen serta dapat dicicil selama 20 tahun.

Ia menambahkan masyarakat dapat menggunakan skema lainnya melalui KPR mikro untuk memiliki atau merenovasi rumah dengan plafon kredit sebesar Rp75 juta.

Kredit bagi pekerja ada dua golongan, diantaranya tidak tetap berkisar Rp1.800.000 hingga Rp2.800.000 dengan uang muka sebesar satu persen dan skema angsuran yang bisa dibayar harian atau mingguan.

"Tentunya dengan harga sebesar itu yang disesuaikan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) bukanlah menjadi masalah utama," katanya.

Joko Widodo menjelaskan dengan adanya program sejuta rumah ini, masyarakat diminta untuk lebih memanfaatkannya dengan baik.

Selain itu dalam cicilan rumah hanya berkisar antara Rp800.000 hingga Rp900.000, tentunya itu bukan menjadi masalah yang besar. Secara umum masyarakat yang membeli berpenghasilan sebesar Rp3.000.000 hingga Rp3.800.000, dengan nilai penghasilan itu sudah dapat dipastikan aman.

"Sebenarnya dalam pembangunan ini lebih murah dibandingkan perumahan yang ada di Karawang, Jawa Barat," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Hassan Rouhani Kembali Terpiliih Jadi Presiden Iran

    DUBAI (EKSPOSnews): Presiden Iran Hassan Rouhani memenangi pemilihan presiden negara itu dengan merebut sekitar 57 persen dari total suara, Menteri Dalam Negeri Abdolreza Rahmanifazli mengatakan pada

  • satu minggu lalu

    Inilah Dubes RI yang Dilantik Presiden

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo melantik enam Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk negara sahabat di Istana Negara Jakarta, Kamis 18 Mei 2018.Selain Dubes LB

  • 3 minggu lalu

    Presiden Bagikan Buku di Ternate

    TERNATE (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo (Jokowi), membagikan ratusan buku dan kaos bagi warga Ternate, mengawali kunjungan kerjanya di provinsi Maluku Utara selama dua hari.Warga yang menunggu Pres

  • 2 bulan lalu

    HKBP Minta Dukungan Presiden RI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pengurus Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) meminta dukungan pendanaan kepada Presiden RI Joko Widodo agar bisa mengoptimalkan aset pendidikannya.Hal itu disampaikan Ke

  • 2 bulan lalu

    Presiden Jokowi Bagi Sertifikat Tanah di Mandailing Natal

    MANDAILING NATAL (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menargetkan pembagian sertifikat tanah di Indonesia sebanyak 5 juta sertifikat sebagai bagian dari upaya reforma agraria."Jadi sekarang harus berani

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak