Rabu, 27 Mei 2020

Presiden Bagikan Sertifikat Tanah di Riau

Oleh: Agung
Minggu, 23 Jul 2017 17:23
BAGIKAN:
marsot
Sertifikat tanah.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo membagikan 6.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Riau, dalam upaya memberikan kepastian hukum kepada pemilik atas tanah miliknya agar dikemudian hari tidak terjadi sengketa.

"Di provinsi Riau seharusnya ada 3,1 juta bidang yang sudah bersertifikat untuk seluruh masyarakat, tapi sampai saat ini baru bisa diberikan 1,1 juta berarti masih kurang 1,9 juta sertifikat yang harus kita kejar," kata Presiden Joko Widodo di lapangan stadion Kaharudin Nasution Pekanbaru, Riau, Minggu 23 Juli 2017.

Presiden didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno,dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Menurut Sofyan, ada 6.000 sertifikat yang diberikan dengan dihadiri 5.500 peserta "Seluruh Indonesia harusnya 126 juta sertifikat tapi yang dikerjakan baru 46 juta. Saya perintahkan Menteri BPN dibantu gubernur untuk segera diselesaikan," tegas Presiden.

Presiden mengungkapkan bahwa sebelumnya di Riau hanya terbit 10 ribu sertifikat tanah per tahun tapi sekarang dipaksa harus terbit 140 ribu sertifikat setiap tahunnya.

"Tahun ini terbit 5 juta, tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta, harus dipaksa begitu," ungkap Presiden.

Dengan mendapatkan sertifikat tanah, menurut Presiden, sengketa-sengketa lahan dapat diselesaikan.

"Sengketa-sengketa lahan akan selesai kalau masyarakat pegang yang namanya sertifikat karena kalau sudah pegang (sertifikat) ini diam. Kalau belum ada sertifikat yang ada hanya klaim-klaim, tapi kalau sertifikat sudah ada jadi enak tentram karena sudah pegang sertifikat," ungkap Presiden.

Presiden pun berpesan agar masyarakat benar-benar menghapal luas tanah yang tertera dalam setifikat tanah.

"Tolong semua tahu isi sertifikat ini apa. Apa betul meter persegi luas tanah jelas. Tolong diberikan plastik kalau disimpan dan gentingnya bocor tidak rusak dan difotokopi, kalau hilang mengurus ke kantor BPN lebih mudah mencarinya, dan kalau sertifikat disekolahkan di bank harus hati-hati, tolong dikalkulasi apakah keuntungan usahanya dapat dibayar untuk mencicil pokoknya," tambah Presiden.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan jumlah sertifikat tanah yang dibagikan di Riau baru 38 persen.

"Pembagian sertifikat tanah di Riau baru 38 persen. Sudah ada 1,1 juta bidang yang bersertifikat dan masih ada 1,9 juta bidang yang masih harus disertifikatkan. Rata-rata diberikan sertifikat 10-11 ribu bidang pada 2017.

Pembagian ini sudah naik 15 kali lipat dibanding periode sebelumnya," kata Sofyan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Warga Tenang Setelah Mendapat Sertifikat Tanah

    JAMBI (EKSPOSnews): Program sertifikasi tanah memberikan kepastian hukum dan ketenangan kepada masyarakat Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi yang menerima bantuan legalitas kepemilikan tanah itu."De

  • tahun lalu

    Presiden Jokowi Serahkan Sertifikat Tanah kepada Masyarakat Bangka Belitung

    PANGKAL PINANG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menyerahkan 2.500 sertifikat tanah kepada masyarakat di Provinsi Bangka Belitung untuk menghindari sengketa."Yang masuk ke telinga saya sengketa tanah

  • 2 tahun lalu

    Presiden Joko Widodo Bagikan Sertifikat Tanah di Bogor

    BOGOR (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo membagikan 7.000 sertifikat lahan untuk masyarakat di Kabupaten dan Kota Bogor dan sekitarnya dalam program reforma agraria.Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir

  • 2 tahun lalu

    Presiden Perintahkan Rumah Zohri Direnovasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk merenovasi rumah atlet atletik putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri yang

  • 2 tahun lalu

    Remaja Hina Presiden Joko Widodo Serahkan Diri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Polda Metro Jaya mengamankan remaja berinisial S (16) yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial menyerahkan diri."Sekarang masih dipe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99