Kamis, 21 Jun 2018

Perppu Ormas Tak Represif

Oleh: marsot.
Rabu, 18 Okt 2017 05:28
BAGIKAN:
setpres.
Joko Widodo, Presiden RI.
BANDUNG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo membantah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Ormas bersifat represif karena justru dalam penyusunannya dibuat secara demokratis.

"Kesimpulan yang ada saat ini memang dibutuhkan sebuah perppu karena tanpa perppu nanti akan penanganan ini, bukan masalah ormas, penanganan hal-hal yang berkaitan dengan eksistensi negara bertele-tele," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa 17 Oktober 2017.

Presiden menegaskan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan dari salah satu anggota Ormas Islam Persis terkait Perppu Ormas oleh sebagian pihak dianggap represif.

Menurut Presiden Jokowi, kajian soal Perppu Ormas sudah lama dilakukan, salah satunya di Kementerian Koordinator Polhukam.

"Kajian sudah lama. Ada kajian di Menkopolhukam. Ada pengumpulan data-data. Semuanya baik data berupa video, buku-buku, tertulis. Dari sana dilihat semuanya dari semua sudut keamanan, kebangsaan, ketatanegaraan," katanya.

Presiden juga menegaskan bahwa pembuatan atau penyusunan perppu tersebut juga dilakukan secara demokratis.

"Kan ada DPR setuju atau tidak setuju kan bisa saja ditolak, kan bisa juga diajukan ke MK," katanya.

Sedangkan terkait adanya pihak yang menganggap perppu tersebut represif, Presiden menbantah hal itu.

"Represif itu kalau saya mau ini, kamu harus ini. Kan tidak seperti itu. Semuanya bisa ditempuh. Kan bisa saja dibatalkan di DPR. Mekanisme politis. Mekanisme hukum itu bisa dibatalkan oleh MK itu kan bisa kalau tidak sesuai dengan UU. Saya kira itu memberikan pendidikan kepada kita mana yang benar atau tidak benar," katanya.

Presiden juga mempersilakan jika ada pihak yang ingin mengajukan judicial review Perppu Ormas ke MK.

Presiden Jokowi juga menegaskan berkali-kali bahwa perppu tersebut sudah melalui proses perjalanan yang panjang untuk menampung saran dan masukan dari berbagai pihak.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 18 jam lalu

    Pertanda Baik, Said Agil Siradj Bakal Dampingi Joko Widodo?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj, bersama masyarakat pendukung Soekarno dan kaum nahdliyin akan merayakan h

  • 4 minggu lalu

    Remaja Hina Presiden Joko Widodo Serahkan Diri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Polda Metro Jaya mengamankan remaja berinisial S (16) yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial menyerahkan diri."Sekarang masih dipe

  • 4 minggu lalu

    Joko Widodo Bagikan Sertifikat di Sumatera Barat

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden RI Joko Widodo membagikan 510 sertifikat tanah wakaf untuk masjid, mushalla dan lembaga pendidikan yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) dalam kunjungan kerja ke Padang, Se

  • satu bulan lalu

    Jokowi Luncurkan Program Peremajaan Sawit di Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo meluncurkan Program Peremajaan Sawit Rakyat di Riau menyusul pelaksanaan program serupa di Sumsel dan Sumut.Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretar

  • satu bulan lalu

    Jokowi Saksikan Peremajaan Sawit di Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo akan menyaksikan peremajaan tanaman kelapa sawit rakyat di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5).Deputi Bidang Protoko

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99