Rabu, 27 Mei 2020

Pembebasan Sandera Tak Bisa Cepat karena di Negara Lain

Senin, 08 Agu 2016 20:24
BAGIKAN:
istimewa
Presiden RI Joko Widodo.

BANDUNG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo mengungkapkan seorang warga negara Indonesia kembali diculik oleh kelompok Abu Sayyaf Filipina saat berada di kapal Malaysia namun pembebasannya tidak bisa dicepatnya karena terjadi di wilayah negara lain.

"Kita harus mengerti yang dicegat itu kan kapal Malaysia yang kebetulan ada warga negara kita," kata Presiden usai acara sosialisasi amnesty pajak di Bandung, Senin 8 Agustus 2016.

Jokowi mengakui bahwa permasalahan penyanderaan ini tidak bisa segera diputuskan dengan cepat pembebasannya karena berada di wilayah negara lain.

"Ini sekali lagi, kita harus tahu, ini bukan wilayah kita yang tidak bisa dengan cepat memutuskan untuk intervensi dengan kehendak kita. Ini di wilayah teritori negara lain," kata Presiden.

Jokowi juga mengungkapkan saat ini pihak Filipina telah menggempur dan mengepung wilayah-wilayah yang diduga menjadi basis kelompok Abu Sayyaf.

Warga negara Indonesia, Herman bin Manggak, kapten kapal pencari udang milik Malaysia itu disandera saat melaut di wilayah Kinabatangan, Sabah, perbatasan laut Filipina dengan Malaysia, Rabu (3/8).

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir kepada wartawan, Minggu (7/8), mengatakan saat peristiwa penculikan Herman, sebenarnya ada dua ABK lainnya yang turut disandera, namun dua ABK yang terdiri atas satu WNI dan satu WN Malaysia tersebut telah dibebaskan.

Penculikan ini menambah korban WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf menjadi 11 orang, yakni tujuh awak kapal kapal TB Charles yang diculik pada akhir Juni lalu dan tiga orang warga Indonesia di wilayah perairan bagian timur negara bagian Sabah, Malaysia pada akhir Juli 2016.(ant)


  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Ketika Pemilik Warung yang Dijarah Massa Ketemu Presiden

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ismail (68), pemilik warung kopi dan mie rebus di Perempatan Sabang, Jakarta Pusat, yang menjadi korban penjarahan saat aksi ricuh 22 Mei, mengaku tak menyangka bisa bertemu Pres

  • tahun lalu

    Ribuan Hektare Lahan PTPN V Dikembalikan kepada Masyarakat

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktur Relawan Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Provinsi Riau Sahrin mengapresiasi keputusan Presiden mengembalikan lahan sawit seluas 2.800 hektare yang selama ini dikua

  • tahun lalu

    Presiden Joko Widodo Sebut Illegal Fishing Hampir Tidak Ada Lagi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menyebut sekarang ini sudah hampir tidak ada lagi praktik illegal fishing di laut Indonesia sehingga diharapkan produksi ikan nelayan dan industri perikanan

  • tahun lalu

    Joko Widodo Berdialog Interaktif dengan Pengusaha Industri Kreatif di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo bersama istri Iriana Joko Widodo berdialog interaktif dengan sejumlah pengusaha industri kreatif di Kota Banda Aceh mengenai perkemban

  • tahun lalu

    Menantu Joko Widodo Berpotensi Jadi Politikus

    BOGOR (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menyebut menantunya Bobby Nasution memiliki potensi untuk terjun ke dunia politik karena feelingnya sudah mulai terasah."Yang saya lihat feeling politik sudah

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99