Rabu, 27 Mei 2020

Jokowi Minta Perubahan Kultur Masyarakat untuk Sambut Wisatawan

Minggu, 21 Agu 2016 08:07
BAGIKAN:
seskab.go.id
Presiden Joko Widodo mendapat ulos Batak dari Bupati Tapanuli Utara Nixon Nababan di Bandara Silangit.

SIMALUNGUN (EKSPOSnews): Presiden RI Joko Widodo menyatakan sektor pariwisata merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja daripada sektor lain.

"Wisata paling banyak angkut tenaga kerja, tetapi memang perlu perubahan kultur masyarakat," kata Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat kawasan Danau Toba di Hotel Inna Parapat Simalungun, Sabtu 20 Agustus 2016.

Ia memandang perlu perubahan kultur masyarakat karena pada dasarnya masyarakat harus mampu melayani wisatawan yang datang ke kawasan itu.

"Saya berharap tokoh masyarakat, agama, dan adat bisa memberi pengarahan kepada masyarakat," kata Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan kawasan Danau Toba memiliki potensi besar untuk berkembang pesat. Kawasan itu sudah dikenal masyarakat internasional.

"Akan tetapi, beberapa tahun terakhir ada penurunam citra dan branding sebagai kawasan wisata. Itulah alasan mengapa dari 10 desinasi lewat keppres yang kita kerjakan adalah Danau Toba.

"Yang kita kembangkan di sini adalah ekoturisme, juga di zona otoritas akan dibangun tempat meeting, konferensi dan pameran yang akan cakup 600 hektare dan juga akan lebih diperkuat karakter dan nilai budaya, warisan budaya yang ada di Pulau Samosir. Itu akan menarik untuk diangkat sebagai warisan budaya dan tujuan wisata," kata Jokowi.

Menurut Presiden, untuk pengembangan kawawan Danau Toba, pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas Bandara Silangit.

"Saya perintahkan Menhub dan Angkasa Pura agar runway diperlebar dan diperpanjang. Saya minta agar terminal dalam seminggu diruntuhkan dan akhir tahun ini harus selesai yang baru," katanya.

Ia juga memerintahkan Garuda Indonesia untuk terbang ke Bandara Silangit tiga kali, baik isi maupun kosong.

"Patut kita syukuri penumpang selalu penuh sehingga ada penerbangan tiap hari yang tidak hanya dilakukan oleh Garuda, tetapi ada yang lain, seperti Sriwijaya dan Wing Air.

Jokowi menyebutkan saat perencanaan pembangunan terminal Bandara Silangit hanya untuk menampung 150.000 orang penumpang per tahun.

"Akan tetapi, dalam perkembangannya saat ini, yang dibutuhkan berkapasitas 180.000 orang per tahun," katanya.

Ia menyebutkan pemerintah akan membangun Taman Bunga berkelas internasional untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata.

"Besok saya mau lihat sendiri tempatnya," katanya.

Jokowi juga berharap masyarakat di sekitar Danau Toba menanam pohon untuk menjaga kualitas lingkungan.

"Tadi siang saya sudah tanam. Targetnya 300.000 per kabupaten, satu juta per tahun untuk semua kabupaten. Kita tidak ingin air Danau Toba berkurang karena degradasi lingkungan," katanya.

Mengenai karamba di Danau Toba, Presiden mengatakan, "Tidak bermaksud menghapusnya. Perlu penanganan dampak yang menyebabkan polusi dengan cara mungkin ada instalasi pengolah air limbah." (ant)


  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Masyarakat Bali Lebih Panjang Usianya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Masyarakat Bali berpotensi memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan masyarakat daerah lain dikarenakan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM)-nya yang paling

  • 12 bulan lalu

    Wisatawan ke Sumbar Meningkat

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengkoreksi jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu pada libur Lebaran 2019 yang awalnya dikhawatirkan tidak capai target, ternyata jauh

  • 12 bulan lalu

    Ratusan Wisatawan Diserang Ubur-Ubur

    BANTUL (EKSPOSnews): Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR wilayah Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 106 wisatawan tersengat ubur-ubur selama libur Idul Fitr

  • 12 bulan lalu

    Wisatawan Akan Serbu Padang

    PADANG (EKSPOSnews): Sebanyak satu juta wisatawan nusantara dan mancanegara diprediksi akan mengunjungi Provinsi Sumatera Barat saat libur Lebaran 2019, sehingga pemerintah dan pengelola destinasi wis

  • 12 bulan lalu

    Ketika Pemilik Warung yang Dijarah Massa Ketemu Presiden

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ismail (68), pemilik warung kopi dan mie rebus di Perempatan Sabang, Jakarta Pusat, yang menjadi korban penjarahan saat aksi ricuh 22 Mei, mengaku tak menyangka bisa bertemu Pres

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99