Rabu, 27 Mei 2020

Bedakan Persoalan Politik dan Agama

Oleh: Alex
Jumat, 24 Mar 2017 16:36
BAGIKAN:
istimewa
Joko Widodo, Presiden RI.
SIBOLGA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo meminta persoalan politik dan agama dipisahkan agar tidak terjadi gesekan antarumat di Indonesia.

"Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena Pilkada. Benar ngak. karena pilgub, pilihan bupati, pilihan walikota, inilah yang harus kita hindarkan," kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat 24 Maret 2017.

Untuk itu, Presiden meminta tidak mencampuradukan antara politik dan agama, "Di pisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," katanya.

Jokowi berpesan agar tidak terjadi antara suku, apalagi antara agama ada pertikaian dan gesekan karena Indonesia memiliki banyak agama, banyak suku dan bahasa lokal yang mencapai 1.100 bahasa.

"Saya hanya ingin titip ini mumpung pas di Sumatera Utara, ingin mengingatkan semuanya bahwa bangsa kita terdiri dari macam-macam suku dan agama, bermacam-macam ras," ungkapnya.

Presiden menyebut ada ada 714 suku, berbeda dengan negara lain yang paling hanya satu, dua, tiga suku saja.

"Suku yang saya ingat, suku Gayo, suku Batak, Suku Sasak, suku Minang, Suku Dayak, suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi, yang paling ujung timur suku Asmat, suku bugis, dan yang lain-lainnya," kata Jokowi.

Presiden meminta para pemuka agama untuk mengingatkan para umatnya tentang keragaman ini harus dirawat agar tidak menimbulkan perpecahan.

"Para ulama agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan pada kita semua, bahwa kita ini memang beragam, anugerah yang diberikan Allah bahwa kita beragam," katanya.

Presiden mengatakan jika perbedaan bisa dirawat, bisa dipersatukan akan dapat menjadi kekuatan besar.

"Ini ada sebuah kekuatan besar, sebuah potensi besar, tetapi kalau kita tidak bisa menjaga dan merawat ada gesekan, ada pertikaian, itulah yang harusnya yang awal-awalnya kita ingatkan," harapnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Mengintegrasikan Agama dan Kebangsaan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyebaran radikalisme sudah menyasar ke setiap lapisan insan masyarakat, termasuk dunia pendidikan, sehingga para pendidik terutama guru agama memiliki peran vital untuk membent

  • 11 bulan lalu

    Pengumpulan Uang untuk Transportasi Menteri Agama

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Jawa Timur Zuhri mengaku diperintah untuk menerima uang dari sejumlah kantor Kementerian Agama di Jawa Timur untuk bantuan tr

  • 12 bulan lalu

    Menteri Agama Disebut Terima Suap Rp70 Juta

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, disebut menerima Rp70 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin, atas bantuan sehingga Hasanu

  • 12 bulan lalu

    Pemahaman Agama Tanpa Ilmu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan saat ini terjadi pemahaman agama yang tidak berdasarkan ilmu di masyarakat sehingga menciptakan kondisi ya

  • tahun lalu

    KPK Dalami Aliran Uang untuk Menteri Agama

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK masih akan memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag 2018-2019 terkait aliran uang yan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99