Minggu, 28 Mei 2017

Bedakan Persoalan Politik dan Agama

Oleh: Alex
Jumat, 24 Mar 2017 16:36
BAGIKAN:
istimewa
Joko Widodo, Presiden RI.
SIBOLGA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo meminta persoalan politik dan agama dipisahkan agar tidak terjadi gesekan antarumat di Indonesia.

"Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena Pilkada. Benar ngak. karena pilgub, pilihan bupati, pilihan walikota, inilah yang harus kita hindarkan," kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat 24 Maret 2017.

Untuk itu, Presiden meminta tidak mencampuradukan antara politik dan agama, "Di pisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," katanya.

Jokowi berpesan agar tidak terjadi antara suku, apalagi antara agama ada pertikaian dan gesekan karena Indonesia memiliki banyak agama, banyak suku dan bahasa lokal yang mencapai 1.100 bahasa.

"Saya hanya ingin titip ini mumpung pas di Sumatera Utara, ingin mengingatkan semuanya bahwa bangsa kita terdiri dari macam-macam suku dan agama, bermacam-macam ras," ungkapnya.

Presiden menyebut ada ada 714 suku, berbeda dengan negara lain yang paling hanya satu, dua, tiga suku saja.

"Suku yang saya ingat, suku Gayo, suku Batak, Suku Sasak, suku Minang, Suku Dayak, suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi, yang paling ujung timur suku Asmat, suku bugis, dan yang lain-lainnya," kata Jokowi.

Presiden meminta para pemuka agama untuk mengingatkan para umatnya tentang keragaman ini harus dirawat agar tidak menimbulkan perpecahan.

"Para ulama agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan pada kita semua, bahwa kita ini memang beragam, anugerah yang diberikan Allah bahwa kita beragam," katanya.

Presiden mengatakan jika perbedaan bisa dirawat, bisa dipersatukan akan dapat menjadi kekuatan besar.

"Ini ada sebuah kekuatan besar, sebuah potensi besar, tetapi kalau kita tidak bisa menjaga dan merawat ada gesekan, ada pertikaian, itulah yang harusnya yang awal-awalnya kita ingatkan," harapnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Kagama Sumut Bakti Sosial untuk Korban Gunung Sinabung

    MEDAN (EKSPOSnews): Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumatera Utara melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial di Dusun Terungperen, Desa Mardinding, Kecamatan Payung, Kabupaten Tanah Karo kep

  • 2 bulan lalu

    Agama Harus Menjadi Pemersatu Bangsa, Bukan Pemecah Belah

    SEMARANG (EKSPOSnews): Antropolog Universitas Diponegoro Semarang Mudjahirin Thohir mengingatkan agama berperan sebagai pemersatu bangsa Indonesia, bukan pemecah belah."Indonesia menjadi kuat karena b

  • 3 bulan lalu

    Jangan Gunakan Agama untuk Politik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai tidak elok menggunakan agama demi kepentingan politik, terlebih dengan mengorbankan umat, seperti menolak menyalatkan jenazah karena beda piliha

  • 3 bulan lalu

    Pelanggaran Kebebasan Beragama Meningkat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wahid Foundation menyebut jumlah peristiwa dan tindakan pelanggaran kemerdekaan beragama dan berkeyakinan di Indonesia pada 2016 meningkat sekitar tujuh persen jika dibanding 201

  • 3 bulan lalu

    Pilkada Jakarta Antara Pertarungan Agama dan Nasionalis

    Masyarakat Daerah Khusus Ibukota baru saja melaksanakan pemungutan suara untuk memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta periode 2017-2022.Setelah melampaui politik tegangan tinggi hingga H-1,

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak