Kamis, 18 Apr 2019

Yogyakarta Berupaya Cegah Pernikahan Anak-Anak

Oleh: alex
Sabtu, 09 Mar 2019 05:53
BAGIKAN:
istimewa.
Pernikahan (ilustrasi).
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mencegah pernikahan usia anak semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pencegahan Perkawinan Anak guna memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

“Pencegahan perkawinan anak ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata tetapi juga menjadi tugas orang tua, anak, masyarakat, media massa dan pemangku kepentingan lain,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Edy Muhammad di Yogyakarta, Jumat 8 Maret 2019.

Menurut dia, setiap pihak memiliki kewajiban yang berbeda-beda dalam melakukan upaya pencegahan pernikahan usia anak. Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk merumuskan kebijakan sedangkan orang tua memiliki tugas untuk menguatkan pendidikan karakter serta agama di dalam keluarga.

Untuk saat ini, lanjut Edy, DPMPPA akan menindaklanjuti peraturan wali kota tersebut dengan menyusun kegiatan yang sifatnya preventif dan promotif serta melakukan sosialisasi terhadap peraturan wali kota tersebut.

“Kami akan sosialisasikan peraturan ini melalui kecamatan, kelurahan, TP PKK, dan LPMK serta terus menggencarkan sosialisasi program pembangunan berbasis keluarga. Program tersebut menjadi salah satu upaya preventif untuk mencegah perkawinan anak,” katanya.

Sedangkan kewajiban anak, lanjut dia, salah satunya adalah menjalankan wajib belajar selama 12 tahun.

“Anak-anak harus memahami bahwa tugas utama mereka adalah belajar. Harapannya, jika mereka memahami hal tersebut, maka pernikahan anak tidak perlu terjadi,” katanya.

Namun demikian, jika seorang anak terpaksa melakukan pernikahan maka hak mereka untuk memperoleh pendidikan hingga 12 tahun tetap harus dipenuhi. Jika pendidikan mereka tidak bisa diselesaikan di sekolah formal, maka diarahkan untuk mengikuti pendidikan nonformal.

Edy menyebut berbagai faktor yang bisa menjadi pemicu terjadinya pernikahan anak di antaranya adalah pengaruh dari lingkungan sosial dan lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan juga dari faktor kepercayaan.

Berdasarkan data, jumlah pernikahan usia anak di Kota Yogyakarta pada 2015 untuk perempuan berusia kurang dari 16 tahun tercatat sebanyak 31 anak, 2016 turun menjadi 17 anak dan 2017 tercatat 19 anak. Sedangkan untuk laki-laki dengan usia perkawinan kurang dari 19 tahun pada 2015 tercatat sebanyak 15 anak, 2016 sebanyak 19 anak dan 2017 sebanyak 16 anak.

Selain untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak, aturan terkait pencegahan pernikahan anak tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan, mencegah tindak kekerasan terhadap anak dan perdagangan anak, mencegah anak putus sekolah, hingga menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Jika pernikahan anak tersebut tetap harus dilangsungkan maka diperlukan dispensasi dengan meminta pendapat psikolog atau konselor di puskesmas atau melalui UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Masyarakat yang mengetahui adanya pernikahan usia anak juga bisa menyampaikan pengaduan kepada UPT P2TP2A yang kemudian wajib ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Penduduk Yogyakarta Banyak Menderita Penyakit Katarak

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Sekitar dua persen dari penduduk Kabupaten Sleman menderita katarak menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat."Dua persen penduduk di DIY menderita katarak. Sama halnya di Kabup

  • 2 minggu lalu

    Kasus Diskriminasi Agama di Yogyakarta Agar Jangan Terulang Lagi

    SUKOHARJO (EKSPOSnews): Menteri Agama RI Lukman Hakim menyatakan kasus diskriminasi agama di Yogyakarta yang baru-baru ini menimpa warga bernama Slamet Jumiarto sudah selesai dengan perdamaian."Sudah

  • 4 bulan lalu

    Gawat! Ada Pesta Seks di Yogyakarta

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menggerebek pesta seks yang melibatkan sejumlah pasangan suami-istri di sebuah hotel di kawasan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten

  • 5 bulan lalu

    Ribuan Masyarakat di Yogyakarta Alami Gagguan Jiwa

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 6.753 orang di Kota Yogyakarta mengalami masalah kesehatan jiwa dari tingkat berat hingga ringan menurut data Dinas Kesehatan setempat.Kepala Seksi Penyakit Tidak Men

  • 11 bulan lalu

    Citilink Indonesia Buka Kembali Rute Yogyakarta-Makassar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai berbiaya Hemat (LCC) Citilink Indonesia berencana kembali membuka penerbangan penghubung dari Yogyakarta ke Makassar mulai 1 Juni 2018."Pembukaan rute ini merupakan sala

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99