Senin, 24 Sep 2018

Warga Binjai yang Akan Nikah Wajib Tes Urine

Oleh: marsot.
Selasa, 17 Okt 2017 04:30
BAGIKAN:
istimewa.
Tes urine (ilustrasi).
BINJAI (EKSPOSnews): Warga Kota Binjai, Sumatera Utara, yang hendak menikah wajib mengikuti tes urine narkoba berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani Wali kota, BNN, dan Kementerian Agama.

Hal itu disampaikan Wali kota Binjai Muhammad Idaham di Binjai, usai penandatanganan kesepakatan bersama tentang pembentukan generasi cerdas.

Wali kota mengatakan, tes urine bagi pasangan beragama Islam dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA), sedangkan bagi pasangan nonmuslim oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kebijakan menjadikan perkawinan sebagai screening pengguna narkoba akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, termasuk akan muncul tudingan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Namun pihaknya memberlakukan kebijakan itu sebagai bentuk tanggung jawab untuk terciptanya generasi yang lebih baik dan berkualitas.

"Kita mau menjadikan apa kota ini, tergantung kita. Di luar sana peredaran narkoba sungguh luar biasa. Kita akan mendapat bonus demografi dengan meningkatnya penduduk usia produktif, tapi kalau tidak kita jaga dari sekarang maka malapetaka yang akan terjadi," katanya, Senin 16 Oktober 2017.

Menurut dia, adanya kesepakatan bersama itu sungguh luar biasa manfaatnya dalam upaya memberantas narkoba, termasuk para kader PKK bisa turun melakukan pembinaan ke setiap keluarga dan memberikan pemahaman tentang perlunya tes narkoba bagi pasangan calon pengantin.

"Modus operandi yang dilakukan para bandar dan pengedar narkoba berkembang sangat cepat, bahkan sudah menyasar ke sekolah dasar dalam bentuk permen. Karena itu perlu cara-cara luar biasa untuk menghempang peredaran narkoba," ucapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Binjai AKBP Safwan Khayat sangat mengapresiasi kesepakatan bersama itu untuk membuat pemberantasan narkoba semakin masif dan mampu mempersempit ruang gerak para pengedar narkoba.

Shafwan Khayat juga menegaskan akan membersihkan Kota Binjai dari berbagai bentuk peredaran gelap narkoba.

"Sabu-sabu seberat satu ons pelakunya akan kita tembak di tempat, kami tidak main-main soal pemberantasan narkoba," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Setop Pernikahan Dini!

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan berupaya menggalakkan kampanye "Setop Pernikahan Dini" guna mencegah terjadinya pernikahan antara anak-anak yang berusia di bawah ke

  • 2 bulan lalu

    Menekan Angka Pernikahan Dini

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan meskipun kasus pernikahan dini di kota itu tergolong rendah, namun hal tersebut tidak mengendurkan semangat untuk menekan angka pernikaha

  • 2 bulan lalu

    Pernikahan Dini Sebabkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

    PALU (EKSPOSnews): Aktivis perempuan di Sulawesi Tengah menilai pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur menjadi salah satu fakor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)."Pernikaha

  • 2 bulan lalu

    Perkawinan Usia Dini Semakin Meningkat

    BANJARMASIN (EKSPOSnews): Anggota Komisi IV Bidang Kesra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan Misri Syarkawie berpendapat, perkawinan usia dini tampaknya dilematis.Pendapat tersebut menja

  • 4 bulan lalu

    Remaja Menikah Dini di Sumsel Tinggi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Jumlah remaja usia 15-19 tahun yang sudah menikah dan melahirkan masih tergolong tinggi di Sumatera Selatan karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan budaya setempat.Kepala B

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99