Minggu, 23 Sep 2018

Wanita Arab Saudi Mulai Jalan-Jalan dengan Mobil

Oleh: admin
Minggu, 24 Jun 2018 17:45
BAGIKAN:
ndtv.com
Wanita Arab Saudi.
RIYADH (EKSPOSnews): Kaum wanita Arab Saudi menyusuri jalan-jalan dengan mobil mereka pada minggu pagi, menandai akhir larangan terakhir di dunia terhadap pengemudi wanita, yang telah lama dipandang sebagai lambang represif atas kaum hawa di kerajaan yang konservatif itu.

"Hari ini indah," kata Samah al-Qusaibi, wanita pengusaha, ketika menyusuri Khobar, kota di bagian timur Saudi beberapa jam setelah tengah malam dengan petugas polisi lalulintas hanya memperhatikan. "Hari ini kami di sini," ujar dia dari belakang kursi kemudi. "Kemarin kami duduk di sana," tambahnya, menunjuk ke kursi di bagian belakang.

September tahun lalu Raja Salman mencabut larangan mengemudi bagi wanita. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari reformasi yang dilakukan anaknya, Putera Mahkota Mohmmad bin Salman, yang punya pengaruh kuat, dalam usaha transformasi ekonomi ekporter minyak terbesar di dunia itu dan membuka masyarakatnya yang tertutup.

"Ini hak kami dan akhirnya kami memperolehnya. Hanya soal waktu bagi masyarakat untuk menerimanya, secara umum," kata Samira al-Ghamdi, psikolog yang berusia 47 tahun, asal Jeddah, ketika ia pergi ke kantor dengan mengendarai sendiri. Ia adalah salah seorang kelompok wanita yang berusaha memperoleh surat izin mengemudi sebelum larangan dicabut.

Pencabutan larangan tersebut, yang selama bertahun-tahun mengundang kecaman internasional dan perbandingan dengan praktek-praktek pemerintahan Taliban di Afghanistan, disambut baik oleh sekutu-sekutu Barat sebagai bukti tren progresif baru di Arab Saudi.

Tetapi pencabutan itu disertai dengan penumpasan oleh pihak berwenang atas pemerotes, termasuk terhadap sejumlah pegiat yang sebelumnya mengampanyekan penentangan terhadap langkah itu. Mereka kini berada di balik jeruji penjara sementara rekan-rekan mereka secara legal menyusuri jalan-jalan untuk pertama kali.

Jumlah pengemudi baru masih rendah, sementara kaum wanita yang telah memperoleh izin dari luar negeri mulai mengalihkan izin awal bulan ini. Wanita-wanita lain sedang mengikuti latihan di tempat-temnpat kursus yang dikelola pemerintah, dengan 3 juta wanita diperkirakan akan mengemudi pada tahun 2020.

Sejumlah wanita masih menghadapi penentangan oleh kerabatnya yang konservatif, dan banyak, yang sudah biasa dengan menggunakan jasa pengemudi swasta, mengatakan mereka tak mau mengemudi di jalan-jalan bebas hambatan yang sibuk di negeri itu.

"Saya sebenarnya tidak suka mengemudi," ujar Fayza al-Shammary, 22 tahun, yang di keseharian bekerja di bagian pemasaran. "Saya suka seperti seorang puteri dengan seseorang membukakan pintu mobil buat saya dan antar saya ke mana saja." 

Sumber: antara/reuters.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Rem Tangan Manual di Mobil Bakal Punah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Perkembangan teknologi membuat penggunaan rem tangan pada mobil perlahan ditinggalkan oleh para produsen kendaraan yang mulai menerapkan rem tangan elektrik.Berdasarkan penelitia

  • 2 minggu lalu

    Impor Mobil Mewah Dibatasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia, pengendalian impor mobil mewah akan efektif berlaku mulai September 2018.

  • 2 minggu lalu

    Bagaimana Merawat Ban Mobil yang Jarang Pakai?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Banyak orang mungkin mengira ban pada mobil yang jarang dipakai akan memiliki kondisi yang selalu baik. Bahkan bisa jadi, tak sedikit dari mereka yang akhirnya abai untuk melakuk

  • 3 minggu lalu

    Mengapa Sulit Menjual Mobil Bekas?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menjual mobil bekas memang susah-susah gampang, karena ada kalanya mobil tidak kunjung terjual meski telah diiklankan berbulan-bulan.CEO perusahaan e-commerce khusus otomotif Gar

  • 2 bulan lalu

    Kejari Banda Aceh Eksekusi Koruptor Pengadaan Mobil Damkar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi seorang terpidana korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran senilai Rp17,5 miliar.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Ba

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99