Senin, 26 Agu 2019
  • Home
  • Humaniora
  • Terjebak 15 Jam di Tumpukan Barang Bekas Hindari Kericuhan

Terjebak 15 Jam di Tumpukan Barang Bekas Hindari Kericuhan

Oleh: alex
Jumat, 24 Mei 2019 04:20
BAGIKAN:
istimewa.
Demo di Bawaslu.
JAKARTA (EKSPOSnews): Seorang warga berinisial S (33) asal Bima, Nusa Tenggara Barat terjebak selama 15 jam di atas tumpukan barang bekas di sekitar gedung Sarinah Jakarta Pusat saat menghindari kericuhan yang terjadi di depan kantor Bawaslu Pusat, Rabu(22/5) malam.

"S" yang baru ditemukan oleh petugas kebersihan pada Kamis sore pukul 15.00 WIB segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, untuk diberikan perawatan.

“Katanya pasien melarikan diri sejak pukul 22.00 (Rabu,22/5 malam),” kata Rizky Futari Renggana, dokter RSUD Ciracas yang menjadi tim medis yang berjaga di kawasan Sarinah.

S diketahui bukan merupakan peserta aksi massa yang melakukan protes hasil Pemilu 2019 di depan kantor Bawaslu, melainkan pendatang dari Bima, Nusa Tenggara Barat, yang sedang mencari kerja di Jakarta. "Dia menyebut kepada tim medis bahwa hanya melihat aksi di lokasi sampai kericuhan terjadi," kata Rizky, Kamis 23 Mei 2019.

Menurut Rizky, S mengaku terkena luka tembak di bagian punggung kiri sehingga merasa takut mengalami kondisi yang lebih buruk jika berjalan jauh untuk mencari pertolongan.

Namun setelah diobservasi justru tidak ada luka tembak melainkan luka tumpul.

“Entah itu benar luka tembak atau selongsong gas air mata, tapi yang jelas saya bilangnya trauma tumpul, luka lecet dan pasien kelelahan,” kata Rizky.

Kalau pun benar luka tembak, lanjutnya, kemungkinan asalnya dari senapan angin.

Ketika ditemukan, S berada dalam keadaan sadarkan diri. Hingga ketika dibawa ke RSUD Tarakan, kondisinya juga menunjukkan hal positif, ujar Rizky.

“Kondisinya stabil, tanda vital semua bagus, pasiennya sadar, bisa bergerak semua cuma terbatas kakinya saja,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, warga asal Bima ini mengikat kaki dengan baju untuk menekan rasa sakit di punggung, namun justru membuat kakinya kram. Sejauh ini, tim medis hanya melakukan penanganan ringan terhadap S.

“Penangannya tadi dikasih infus saja sama oksigen untuk rawat luka, karena gak ada luka darah,” kata Rizky.

Sejak Selasa (21/5) hingga Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, RSUD Tarakan sudah menangani 168 pasien yang terluka saat kericuhan aksi protes 22 Mei.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Polisi Bubarkan Massa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polisi membubarkan massa yang berkumpul di ruas Jalan Wahid Hasyim meski pengunjuk rasa melakukan perlawanan pada Rabu dini hari.Polisi awalnya mengimbau massa yang berada di sim

  • 3 bulan lalu

    Irjen Pol Gatot Eddy Pramono Berdiri di Garis Depan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polisi melakukan penyisiran di ruas Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang sebagai upaya untuk membubarkan massa  yang bersikeras bertahan di area sekitar Gedung Bawaslu, Jakar

  • 4 bulan lalu

    Ketua Bawaslu Sumut temui Pendemo

    MEDAN (EKSPOSnews): Aspirasi ribuan pendukung Capres-Cawapres Prabowo-Sandi di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R. Rasaha dengan

  • 9 bulan lalu

    Nafa Urbach Penuhi Panggilan Bawaslu

    MAGELANG (EKSPOSnews): Calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem Nafa Urbach memenuhi panggilan Bawaslu Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk diklarifikasi dugaan pelanggaran larangan kampanye.Nafa yan

  • tahun lalu

    Sandiaga Uno Dilaporkan ke Bawaslu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) oleh Federasi Indonesia Bersatu terkait dugaan pemberian "mahar" politik sebesar Rp5

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99