Rabu, 18 Jul 2018
  • Home
  • Humaniora
  • Sebagian Besar Perceraian di Palembang Diajukan Oleh Isteri

Sebagian Besar Perceraian di Palembang Diajukan Oleh Isteri

Oleh: Marsot
Rabu, 09 Agu 2017 04:53
BAGIKAN:
istimewa
Cerai (ilustrasi).
PALEMBANG (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kelas 1 A Palembang, Sumatera Selatan setiap bulan rata-arata menangani 200 perkara perceraian baik yang diajukan oleh suami maupun istri atau gugat cerai.

"Berdasarkan data rata-rata 200 perkara ditangani setiap bulannya, dari perkara itu sebagian besar atau sekitar 60 persen lebih perceraian diajukan oleh istri atau cerai gugat ," kata Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Kelas 1 A Palembang Sopandi, di Palembang, Selasa 8 Augustus 2017.

Dia menjelaskan, berdasarkan data tersebut setiap bulan rata-rata terdapat 125 istri yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Palembang, sedangkan suami menceraikan istrinya hanya 75 orang per bulan.

Perkara perceraian yang ditangani sekarang ini sebagian besar diproses tuntas dengan putusan perceraian, dan hanya sebagian kecil yang dapat dimediasi pasangan suami istri yang rumah tangganya tidak harmonis lagi rujuk kembali.

Sementara alasan istri dan suami mengambil keputusan untuk mengakhiri kehidupan rumah tangga mereka, berdasarkan penjelasan pihak-pihak yang mengajukan permohonan cerai keputusan pahit itu diambil karena rumah tangganya tidak harmonis lagi, terjadi krisis keuangan, krisis akhlak, dan yang paling dominan karena adanya orang ketiga.

Kemudian terjadinya perzinahan atau hubungan seksual di luar nikah baik yang dilakukan oleh suami maupun istri, serta pernikahan terjadi karena perjodohan atau pernikahan tanpa cinta sehingga salah satu pihak yang merasa tidak nyaman untuk terus bersama menjalani kehidupan rumah tangga memutuskan mengajukan perceraian, katanya.

Menurut dia, berdasarkan alasan-alasan yang diungkapkan dalam surat permohonan cerai maupun yang terungkap dalam proses persidangan, kepada masyarakat terutama pasangan muda diimbau untuk membangun komitmen rumah tangga yang kuat sebelum memutuskan menikah.

Dengan komitmen rumah tangga yang kuat, permasalahan yang diungkapkan sebagai alasan perceraian dapat dihindari bahkan jika sampai permasalahan tersebut muncul dapat diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan bukan ke pengadilan, kata Sopandi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Medsos Membuat Angka Perceraian Meningkat

    MAMUJU (EKSPOSnews): Pengaruh gaya hidup modern yang ditandai dengan pemanfaatan media sosial yang kebablasan, menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian."Pemanfaatan media sosial yang keb

  • 2 bulan lalu

    KPK Periksa Istri Setya Novanto

    JAKARTA (EKSPOSnews): Deisti Astriani Tagor yang merupakan istri Setya Novanto memilih irit bicara seusai dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan perkara koru

  • 2 bulan lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur Hery Kushendar menyatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan penyebab utama terjadin

  • 2 bulan lalu

    Perceraian di Pekanbaru Dipicu Faktor Ekonomi

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Angka perceraian di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada 2018 ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya bila dilihat dari tingginya permohonan perceraian pasangan sua

  • 3 bulan lalu

    Angka Perceraian di Batam Tinggi

    BATAM (EKSPOSnews): Angka perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kota Batam Kepulauan Riau pada Januari-April 2018 sebanyak 808 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Se

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99