Senin, 18 Jun 2018

Remaja Menikah Dini di Sumsel Tinggi

Oleh: marsot
Sabtu, 26 Mei 2018 06:34
BAGIKAN:
istimewa.
Pernikahan.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Jumlah remaja usia 15-19 tahun yang sudah menikah dan melahirkan masih tergolong tinggi di Sumatera Selatan karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan budaya setempat.

Kepala BKKBN Sumatera Selatan Waspi di Palembang,  mengatakan, berdasarkan data terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional diketahui bahwa dari seribu remaja terdapat 9 persen yang sudah melahirkan di usia 15-19 tahun.

"Ini tergolong tinggi karena sasaran RPJMN seharusnya hanya 5 persen," kata Waspi, Jumat 25 Mei 2018.

Untuk itu, BKKBN meminta bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat mengenai usia pernikahan ideal yakni 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Hal ini terkait dengan kesehatan reproduksi karena jika menikah dibawa 19 tahun maka organ-organ reproduksi belum sempurna.

"Selain itu pernikahan pada usia dini bisa meningkatkan risiko kematian ibu melahirkan karena usia yang terlalu muda saat menjalani kehamilan. Satu hal lagi, yakni rentan terjadi perceraian karena kondisi psikologis yang masih sangat muda," kata dia.

Sebagian besar, ia mengamati, penyebab pernikahan muda ini lantaran pengaruh budaya dan kondisi ekonomi.

"Di beberapa daerah, lazim terjadi pernikahan usia 15-16 tahun karena si anak tidak sekolah atau bekerja. Jadi orangtua berpikir, daripada tidak ada pekerjaan dan menjadi beban orangtua maka lebih baik dinikahkan saja," kata dia.

Oleh karena itu, BKKBN aktif mensosialisasikan program Kependudukan dan Keluarga Berencana ke kalangan remaja, salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) yang eksis di Sekolah Menengah Atas dan Universitas/Perguruan Tinggi.

"Sejumlah kegiatan rutin aktif digelar PIK Remaja dan Mahasiswa karena dipandang sangat efektif menyuarakan gerakan menunda pernikahan dini ini," ujar dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Remaja Hina Presiden Joko Widodo Serahkan Diri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Polda Metro Jaya mengamankan remaja berinisial S (16) yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial menyerahkan diri."Sekarang masih dipe

  • satu bulan lalu

    Densus 88 Buru Komplotan JAD di Sumsel

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri memburu enam orang komplotan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Selatan saat penggerebekan pada beberapa waktu lalu.

  • satu bulan lalu

    Jokowi Luncurkan Program Peremajaan Sawit di Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo meluncurkan Program Peremajaan Sawit Rakyat di Riau menyusul pelaksanaan program serupa di Sumsel dan Sumut.Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretar

  • 2 bulan lalu

    Mukomuko Usulkan Peremajaan Kebun Sawit

    MUKOMUKO (EKSPOSnews): Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, segera mengusulkan calon petani lahan perkebunan kelapa sawit seluas 3.000,98 hektare, mendapat bantuan program peremajaan

  • 2 bulan lalu

    Tak Ada Peningkatan Tenaga Kerja Asing di Sumsel

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Dinas Ketenagakerjaan Palembang, Sumatera Selatan tidak menemukan peningkatan jumlah tenaga kerja asing di kota setempat sepanjang 2018 sebagaimana yang dikhawatirkan masyaraka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99