Jumat, 19 Okt 2018

Remaja Menikah Dini di Sumsel Tinggi

Oleh: marsot
Sabtu, 26 Mei 2018 06:34
BAGIKAN:
istimewa.
Pernikahan.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Jumlah remaja usia 15-19 tahun yang sudah menikah dan melahirkan masih tergolong tinggi di Sumatera Selatan karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan budaya setempat.

Kepala BKKBN Sumatera Selatan Waspi di Palembang,  mengatakan, berdasarkan data terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional diketahui bahwa dari seribu remaja terdapat 9 persen yang sudah melahirkan di usia 15-19 tahun.

"Ini tergolong tinggi karena sasaran RPJMN seharusnya hanya 5 persen," kata Waspi, Jumat 25 Mei 2018.

Untuk itu, BKKBN meminta bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat mengenai usia pernikahan ideal yakni 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Hal ini terkait dengan kesehatan reproduksi karena jika menikah dibawa 19 tahun maka organ-organ reproduksi belum sempurna.

"Selain itu pernikahan pada usia dini bisa meningkatkan risiko kematian ibu melahirkan karena usia yang terlalu muda saat menjalani kehamilan. Satu hal lagi, yakni rentan terjadi perceraian karena kondisi psikologis yang masih sangat muda," kata dia.

Sebagian besar, ia mengamati, penyebab pernikahan muda ini lantaran pengaruh budaya dan kondisi ekonomi.

"Di beberapa daerah, lazim terjadi pernikahan usia 15-16 tahun karena si anak tidak sekolah atau bekerja. Jadi orangtua berpikir, daripada tidak ada pekerjaan dan menjadi beban orangtua maka lebih baik dinikahkan saja," kata dia.

Oleh karena itu, BKKBN aktif mensosialisasikan program Kependudukan dan Keluarga Berencana ke kalangan remaja, salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) yang eksis di Sekolah Menengah Atas dan Universitas/Perguruan Tinggi.

"Sejumlah kegiatan rutin aktif digelar PIK Remaja dan Mahasiswa karena dipandang sangat efektif menyuarakan gerakan menunda pernikahan dini ini," ujar dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Peremajaan Sawit Rakyat di Riau Masih Minim

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kementerian Koordinator Perekonomian menyatakan realisasi program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat masih di bawah 10 persen dari target 183.000 hektare pada 2018, meski pemerinta

  • 3 minggu lalu

    Mendukung Peremajaan Sawit Kelompok Tani

    JAMBI (EKSPOSnews): PT Brahma Binabakti (BBB) melakukan dan mendukung kegiatan peremajaan sawit yang dilakukan kelompok tani KUD Akso Dano untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di

  • satu bulan lalu

    Polda Sumsel Sita Rumah Mewah Hasil Penjualan Narkoba

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyita sebuah rumah mewah dua lantai di Palembang milik bandar narkoba yang saat ini menjalani proses hukum.Rumah milik bandar narkoba atas

  • satu bulan lalu

    Peremajaan Sawit Rakyat di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan peremajaan kelapa sawit yang diprogram Kementerian Pertanian RI merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masya

  • 2 bulan lalu

    15 Helikopter Siaga di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Sebanyak 15 unit helikopter pembom air disiagakan di Sumatera Selatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan karena sepanjang Agustus tercatat 240 titik panas yang tersebar

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99