Rabu, 20 Nov 2019

Ratusan Remaja Menikah Dini Setiap Hari

Oleh: alex
Senin, 27 Mei 2019 05:12
BAGIKAN:
daily mail.
Pernikahan.
MANADO (EKSPOSnews): Direktur Analisis Dampak Kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dra Hitima Wardhani MPH mengatakan sebanyak 375 remaja menikah di usia dini setiap harinya.

"Terdapat 46 juta remaja dan anak perempuan di Indonesia yang berusia 10"19 tahun dari jumlah total 255 juta jiwa di Indonesia. Sebanyak satu dari sembilan anak perempuan menikah di bawah usia 18 tahun sesuai hasil Susenas 2016," kata Wardhani di Manado, Minggu 26 Mei 2019.

Dari materi presentasi Wardhani saat rakor "Strategi Pengendalian Penduduk" di Kota Manado dipaparkan, anak perempuan di wilayah perdesaan berpeluang tiga kali lebih besar menikah sebelum usia 18 tahun dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah perkotaan.

Selain itu, anak perempuan dari rumah tangga dengan tingkat pengeluaran terendah berpeluang lima kali lebih besar untuk menikah sebelum berusia 18 tahun dibandingkan mereka yang berasal dari rumah tangga dengan tingkat pengeluaran tertinggi

Anak perempuan, katanya, bahkan berpeluang tiga kali lebih rendah untuk menikah sebelum berusia 18 tahun jika kepala rumah tangga mereka telah menyelesaikan universitas dibandingkan dengan pendidikan dasar.

"Pernikahan di usia dini dipengaruhi oleh budaya, seperti kalau ndak nikah jadi perawann tua, lebih baik cerai janda dari pada tidak pernah nikah," katanya.

Tak hanya itu, kata dia, pernikahan di usia dini juga dipengaruhi oleh maju pesatnya informasi dan telekomunikasi.

"Tak hanya juga soal kemiskinan, mudahnya mengelola sumber daya alam menyebabkan mereka malas sekolah pada akhirnya kawin, kualitas pendidikan menjadi rendah," ujarnya.

Menikah di usia dini, lanjut dia, rentan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kualitas gizi ibu dan anak, "stunting" karena ibu belum bisa mengasuh dengan baik pada 1.000 hari pertama kehidupan.

"Ujungnya adalah sumber daya manusia, dan dampaknya adalah upaya-upaya untuk pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing ke depan. Ini tantangan luar biasa," ujarnya.

Apalagi, presiden yang akan datang fokus membangun sumber daya manusia menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka, katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Meremajakan Sawit di Rokan Hilir

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara V sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) menyatakan akan melakukan peremajaan 914 hektare perkebunan kelapa sawit raky

  • 4 bulan lalu

    Remaja Rentan Gangguan Kejiwaan

    DENPASAR (EKSPOSnews): Remaja rentan mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan bermain gim digital baik dari gawai pribadi ataupun mendatangi kios Internet, demikian disampaikan Kepala Pusat Layana

  • 5 bulan lalu

    Banyak Remaja Kecanduan Pornografi

    MEDAN (EKSPOSnews): Direktur Minauli Consulting Medan, Psikolog Irna Minauli mengatakan saat ini banyak remaja diduga terpapar pornografi dan membuat mereka ingin mempraktikkan hal serupa, serta memam

  • 7 bulan lalu

    Peremajaan Sawit di Musi Banyuasin

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Peremajaan (replanting) tanaman kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan masih yang terluas di Indonesia sejak  mulai dilakukan pada 2017.Kepala Dinas Pe

  • 8 bulan lalu

    Film Perjalanan Cinta Remaja

    JAKARTA (EKSPOSnews): Film "Melodylan" arahan sutradara Fajar Nugros ini mengisahkan cinta remaja yang penuh dengan lika-liku di dalamnya, dan film ini juga diangkat dari novel remaja karya Astri Aci

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99