Rabu, 27 Mei 2020

Perselisihan Kecil Picu Perceraian Rumah Tangga

Oleh: alex
Sabtu, 02 Mar 2019 19:25
BAGIKAN:
istimewa.
Korban.
JAKARTA (EKSPOSnews): Psikolog keluarga Oriza Sativa mengemukakan perselisihan-perselisihan kecil dalam rumah tangga merupakan salah satu penyebab signifikan perceraian.

"Berdasarkan penelitian terbukti bahwa perselisihan kecil yang sehari-hari sering terjadi (daily hassles) merupakan sumber yang cukup signifikan terhadap meningkatnya angka perceraian dalam rumah tangga," katanya, di Jakarta, Sabtu 2 Maret 2019.

Oriza menjelaskan, pertengkaran kecil yang terus menerus terjadi bisa membahayakan pernikahan, karena akan menimbulkan tumpukan tekanan dan stres yang memicu frustasi.

"Kebanyakan pasien yang konsultasi ke saya permasalahannya memang seperti itu," ujarnya.

Data Pengadilan Agama Jakarta Pusat juga menunjukkan bahwa dari 1.796 gugatan cerai yang masuk sepanjang 2018 ada 558 kasus perceraian yang terjadi karena perselisihan, 469 kasus karena faktor ekonomi dan 411 kasus karena salah satu pasangan pergi. Oriza menjelaskan pula bahwa lama usia pernikahan tidak menjamin keharmonisan rumah tangga.

"Selain toleransi, dukungan, kesabaran dan kerja sama, setiap pasangan juga harus memiliki elemen penting dalam cinta, seperti berbagi, peduli, memberi, pengertian, berkorban, melindungi. Elemen tersebut merupakan bagian penting dari nilai hidup di dalam pernikahan," katanya.

Psikolog asal Surabaya ini mengungkapkan, sejatinya pernikahan adalah soal toleransi terhadap kekurangan pasangan, dan adaptasi terhadap tujuan hidup bersama. "Dukungan sosial sangatlah penting, tidak heran apabila pada kenyataannya banyak pasangan yang berpaling hanya karena ingin mendapatkan dukungan atau penguatan mental," ujar Oriza.

Selain faktor tersebut, dia mengatakan, pada kenyataannya faktor ekonomi juga termasuk penyebab paling besar kasus perceraian. "Tuntutan keuangan semakin tinggi kepada suami, terkadang dinilai tidak masuk akal, dan (suami) menganggap istri sebagai pribadi yang penuntut," katanya.

Jumlah kasus gugatan cerai yang masuk ke pengadilan-pengadilan agama di wilayah DKI Jakarta sepanjang 2018 meningkat dibandingkan dengan 2017.

Di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, gugatan cerai yang masuk sepanjang 2018 mencapai 1.796, meningkat dibandingkan 2017 yang jumlahnya tercatat 1.527 kasus.

Pengadilan Agama Jakarta Utara juga mencatat peningkatan jumlah kasus gugatan perceraian dari 2.594 kasus pada 2017 menjadi 2.920 kasus di 2018.

Kasus gugatan cerai yang masuk ke Pengadilan Agama Jakarta Barat naik dari 3.718 kasus pada 2017 menjadi 4.373 kasus di 2018. Demikian pula di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, di mana jumlah kasus gugatan cerai naik dari 5.642 pada 2017 menjadi 5.690 di 2018. Sementara Pengadilan Agama Jakarta Timur mencatat kenaikan kasus gugatan cerai tertinggi, dari 5.773 kasus pada 2017 menjadi 6.695 kasus di 2018.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Perceraian di Sleman Melonjak

    SLEMAN (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat setelah Lebaran angka perceraian di wilayah setempat meningkat signifikan rata-rata 30 pasangan per harinya.

  • tahun lalu

    Menekan Angka Perceraian di Lingkungan ASN

    JAMBI (EKSPOSnews):  Wakil Wali Kota hJambi, M Maulana mewacanakan keterlibatan psikolog dalam proses mediasi untuk mencegah tingkat perceraian aparatur sipil megara (ASN) di daerah itu."Saya ber

  • tahun lalu

    Angka Perceraian di Depok Melonjak

    DEPOK (EKSPOSnews): Angka angka perceraian di Kota Depok Jawa Barat dalam dua tahun terakhir terus meningkat yang diakibatkan adanya perselisihan yang terus-menerus dalam rumah tangga."Memang penyebab

  • tahun lalu

    Perceraian di Bangka Belitung Tinggi

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mewajibkan calon pengantin memiliki sertifikat siap nikah, guna menekan angka perceraian di daerah itu."Saat ini an

  • tahun lalu

    Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Diminta Melapor

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women’s Crisis Centre-WCC" Palembang, Sumatera Selatan mendorong perempuan korban tindak kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99