Rabu, 21 Nov 2018

Pernikahan Dini di Kalteng Melonjak

Oleh: marsot
Rabu, 24 Okt 2018 09:35
BAGIKAN:
istimewa.
Pernikahan.
SAMPIT (EKSPOSnews): Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah menyatakan sejumlah kabupaten di provinsi itu banyak terjadi penikahan dini atau menikah dibawa umur.

"Pernikahan dini ini cukup tinggi di Kabupaten Kapuas, Kotawaringin Timur, Gunung Mas dan Kotawaringin Barat, namun saya tidak bisa memetakan daerah mana paling banyak karena sedang tidak membawa data," kata Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi pada BKKBN Kalteng, Uwanfrid saat berada di Sampit, Rabu 24 Oktober 2018.

Menurut Uwanfrid, masih banyaknya pernikahan dini di Kalteng ini, harus menjadi perhatian semua pihak karena dikhawatirkan berdampak negatif bagi keluarga-keluarga muda tersebut.

Pernikahan dini, kata dia, mungkin juga akibat kurangnya pemahaman program KB, imbas banyak anak. Keluarga ada yang ingin cepat menikahkan anak supaya mengurangi beban keluarga, padahal itu salah karena justru akan menambah beban.

"Kawin di usia dini juga berisiko banyak faktor diantaranya melahirkan anak, sisi kesehatan, kesejahteraan, sosial dan lainnya. Makanya pernikahan dini ini harus dihindari," katanya.

Dia menjelaskan secara kesehatan, pernikahan dini dinilai berisiko tinggi karena organ rahim perempuan belum siap sehingga dikhawatirkan berisiko saat persalinan dan kondisi bayi. Risiko tinggi terjadi pada mereka yang melahirkan dalam usia terlalu muda, terlalu tua dan terlalu sering melahirkan.

Pernikahan dini juga rawan muncul permasalahan rumah tangga karena usia muda masih labil dan sulit mengendalikan emosi.

"Berbeda dengan pasangan yang sudah cukup dewasa, mereka lebih bisa menyikapi setiap keadaan dan permasalahan dengan pikiran jernih," kata dia.

Uwanfrid mengatakan saat ini Kalteng menduduki peringkat empat di Kalimantan sebagai provinsi dengan angka pernikahan dini terbanyak, setelah Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang berurutan di peringkat atas.

"Pernikahan dini tersebut yaitu usia 15 sampai 19 tahun. Padahal usia ideal yang dinilai sudah siap menikah yaitu usia 21 sampai 25 tahun dengan pertimbangan jika kondisi ekonomi sudah cukup bagus," ucapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kotawaringin Timur, Hj Ellena Rosie mengatakan pihaknya terus berupaya memberi pemahaman kepada masyarakat, khususnya para orangtua tentang dampak pernikahan dini atau di bawah umur.

"Pernikahan muda itu justru malah akan menambah beban keluarga. Kalau terjadi masalah, nanti pasti tetap orangtua atau keluarga juga yang harus ikut menyelesaikannya. Makanya biarkan sampai mereka siap, baru dinikahkan," kata Rosie.

Rosie mengajak masyarakat merencanakan secara matang kehidupan keluarga, seperti mengatur jarak kelahiran anak serta membatasi jumlah anak.

"Keluarga yang direncanakan dengan baik akan lebih mudah mencapai masa depan yang dicita-citakan," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    KPK Tangkap Tangan 14 Anggota DPRD Kalimantan Tengah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan total 14 orang dari pihak DPRD Kalimantan Tengah dan swasta dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta."Ya benar, memang ada keg

  • satu bulan lalu

    Polda Kalteng Tahan Bupati Katingan

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Polda Kalimantan Tengah menahan Bupati Katingan periode 2013-2017 Ahmad Yantenglie dalam kasus dugaan korupsi atas kehilangan dana kas pemerintah daerah setempat sebesar Rp

  • 4 bulan lalu

    Menekan Angka Pernikahan Dini

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan meskipun kasus pernikahan dini di kota itu tergolong rendah, namun hal tersebut tidak mengendurkan semangat untuk menekan angka pernikaha

  • 4 bulan lalu

    Gubernur Kalteng Usulkan Cabut Izin 39 Perusahaan Perkebunan

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengusulkan pencabutan izin lokasi 39 perusahaan dan koperasi perkebunan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang karena selama 5 ta

  • 4 bulan lalu

    Pernikahan Dini Sebabkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

    PALU (EKSPOSnews): Aktivis perempuan di Sulawesi Tengah menilai pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur menjadi salah satu fakor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)."Pernikaha

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99