Jumat, 21 Sep 2018
  • Home
  • Humaniora
  • Pernikahan Dini Sebabkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Pernikahan Dini Sebabkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Oleh: Jallus
Selasa, 24 Jul 2018 04:05
BAGIKAN:
istimewa.
Pernikahan (ilustrasi).
PALU (EKSPOSnews): Aktivis perempuan di Sulawesi Tengah menilai pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur menjadi salah satu fakor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Pernikahan anak dibawah umur atau pernikahan dini juga salah satu pemberi kontribusi tertinggi KDRT," ucap salah seorang aktivis perempuan di Sulteng, Mutmainah Korona di Palu, terkait peringatan Hari Anak Nasional di Palu, Senin 23 Juli 2018.

Di Sulawesi Tengah, misalkan Kabupaten Tojo Una-una seperti di Kepulauan Togean di Desa Kabalutan sebagai salah satu penyuplai kasus pernikahan anak tertinggi untuk kabupaten tersebut.

Hal itu, perlu mendapat perhatian khusus dalam penjangkauan program penguatan keluarga,  perempuan dan masyarakat tentang pernikahan dini.

Ketua Lembaga Sikola Mombine itu menguraikan untuk Kabupaten Parimo sebagai data tertinggi kedua pernikahan dini, perlu penguatan program anak yang lebih konpherensip karena Parigi Moutong adalah wilayah merah 'drop out' anak sekolah dan tingginya pekerja anak.

"Apalagi di wilayah Timur Kabupaten Parigi Moutong, (Moutong) dengan tingginya angka keluarga miskin dan kekerasan anak," ujar Neng, sapaan akrab Mutmainah Korona.

Lanjut dia, secara kebijakan umum sejak tahun 2017, Sikola Mombine telah mengusulkan rancangan peraturan daerah tentang pencegahan pernikahan dini di Sulteng melalui inisiatif DPRD. Serta menguatkan rancangan peraturan daerah tentang keluarga dengan memasukan pasal pencegahan pernikahan anak menjadi bagian dari substansi penting dari raperda tersebut.

Sulteng menempati urutan ketiga secara nasional kasus pernikahan dini. Data Susenas tahun 2015 menyebutkan rata-rata anak berusia 15-19 tahun berstatus kawin dan pernah kawin.

Presentase terbesar terdapat di Kabupaten Banggai Laut sebesar 15,83 persen, diikuti Kabupaten Banggai Kepulauan 15,73 persen, Kabupaten Sigi 13,77 persen.

Kemudian, Kabupaten Tojo Una-una 12,84 persen, dan Kota Palu 6,90 persen. Adapun data BPS tahun 2016 memperlihatkan, penyumbang tertinggi adalah Kabupaten Tojo Una-una sebesar 23 persen dan Parigi Montong sebesar 22 persen.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Menekan Angka Pernikahan Dini

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan meskipun kasus pernikahan dini di kota itu tergolong rendah, namun hal tersebut tidak mengendurkan semangat untuk menekan angka pernikaha

  • 4 bulan lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur Hery Kushendar menyatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan penyebab utama terjadin

  • 5 bulan lalu

    Pernikahan Dini di Jabar Tinggi

    CIKARANG (EKSPOSnews): Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengungkapkan tingkat pernikahan anak di bawah umur atau pernikahan dini di wilayah tersebut masih tinggi.

  • 6 bulan lalu

    Tekan Pernikahan Dini

    PALU (EKSPOSnews): Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu, Sulawesi Tengah, melibatkan organisasi perangkat daerah dan lembaga lintas sektor terkait upaya menekan pernikahan dini

  • 8 bulan lalu

    Pernikahan Dini Masih Banyak di Asmat

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Menteri Sosial Idrus Marham mengakui jika pernikahan dini memang masih begitu banyak terjadi di Kabupaten Asmat, Papua, dan ini menjadi salah satu persoalan tersendiri yang perl

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99