Kamis, 17 Agu 2017

Perkawinan Dini Agar Jadi Perhatian Serius

Oleh: Marsot
Kamis, 03 Agu 2017 05:10
BAGIKAN:
istimewa
Pernikahan.
BATULICIN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, meminta semua elemen masyarakat "Bumi Bersujud " khususnya orang tua agar memberikan perhatian dan penanganan dari dampak perkawinan anak usia dini.

Bupati Tanah Bumbu Mardani H Mamming di Batulicin,  mengatakan, dampak dan persoalan perkawinan anak secara dini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun semua ini menjadi tanggung jawab semua khususnya orang tua.

"Sudah saatnya pernikahan usia dini menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun orang tua yang bersangkutan. Sehingga dengan perhatian semua pihak dapat menekan perkawinan usia dini," katanya, Rabu 2 Augustus 2017.

Ia mengatakan, data terakhir dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan periode 2016 perkawinan usia dini di Kalsel mencapai 9,24 persen.

Persentase itu merupakan yang tertinggi di seluruh Indonesia.

Selain persentase tertinggi di Indonesia, usia rata-rata perkawinan dini yang ditemukan oleh petugas pengendalian lapangan BKKBN berkisar 10-14 tahun.

Kabupaten Tanah Bumbu termasuk tinggi di Kalimantan Selatan yakni 18,78 persen perkawinan dini dibawah usia 16 tahun.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Narni, meminta agar semua pihak ikut peduli dengan masih tingginya angka pernikahan dini yang terjadi tiap tahun. Dimana hampir 50 persen dari 2,5 juta pernikahan pertahun itu adalah kelompok usia dibawah 19 tahun.

Berdasarkan laporan Kementerian Agama Tanah Bumbu pada periode 2015 Kecamatan yang paling tinggi pernikahan dini berada di Kecamatan Satui, Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Batulicin.

"Hal ini menjadi perhatian kita bersama dengan membangun kesepakatan bersama stakeholder sehingga penurunan perkawinan dini bisa di atasi secepat mungkin," katanya.

Menurut Narni, untuk menjalani perkawinan harus diiringi dengan kematangan berpikir. Dengan kematangan itu, pasangan perkawinan akan berpikir bagaimana hidup sejahtera demi kelangsungan hidup demi masa depan keluarga.

"Biasanya pernikahan anak usia dini lebih mengedepankan egonya dan emosinya masih labil, dengan minimnya kematangan berpikir maka akan berpotensi terjadinya konflik dalam rumah tangga hingga berujung pada sebuah perceraian," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Pengamanan Pilkada di Sumut 2018 Menjadi Perhatian Serius

    MEDAN (EKSPOSnews): Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw enggan mengomentari tentang kabar keikutsertaannya dalam pemilihan gubernur di Provinsi Papua."Nanti saja itu," katanya usai farew

  • 2 bulan lalu

    Konservasi Penyu di Pariaman Butuh Perhatian

    PARIAMAN (EKSPOSnews): Sejumlah warga masyarakat di Kota Pariaman, Sumatera Barat meminta pemerintah provinsi agar lebih memperhatikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu yang berada di daera

  • 5 bulan lalu

    Kasus Asusila Jadi Perhatian Khusus

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili akan memberi perhatian khusus seiring maraknya kasus asusila yang terjadi akhir-akhir ini di kabupaten tersebut."Kasus asusila yang marak menu

  • 7 bulan lalu

    Kasus Gigitan Ular di Indonesia Harus Jadi Perhatian Pemerintah

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Advisor Temporary WHO and Coordinator RECS Indonesia Tri Maharani menyatakan kasus gigitan ular di Indonesia perlu perhatian serius pemerintah agar pencegahan dan penanganan

  • 11 bulan lalu

    Busana Rancangan Siswi SMK Banat Jadi Perhatian Dunia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Karya busana rancangan sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia dalam ajang "Asia's Fashion Spotlight" di H

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak