Senin, 19 Feb 2018

Perceraian di Pontianak Meningkat

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 16:37
BAGIKAN:
istimewa.
Perceraian (ilustrasi).
PONTIANAK (EKSPOSnews): Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Darmanelly menyatakan komunikasi yang kurang menjadi pemicu terjadinya perceraian yang kini marak terjadi.

"Bisa jadi faktornya, karena kurangnya komunikasi, pertengkaran terus menerus antara pasangan suami istri, akibat penghasilan perempuan yang lebih besar, sehingga pihak lelaki minder," kata Darmanelly di Pontianak, Rabu 11 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, faktor ketidakseimbangan dalam komunikasi di rumah tangga, juga menjadi salah satu pemicu konflik dalam rumah tangga.

"Apalagi kalau perempuan bekerja, ketika sampai di rumah dia lelah sehingga bisa bikin emosi tidak stabil. Seharusnya kalau perempuan diizinkan suaminya untuk berkiprah di publik, maka pihak suami dengan senang hati akan ambil alih beberapa pekerjaan di rumah," ungkapnya.

Selain itu, pembagian pekerjaan di rumah juga mesti dikomunikasikan, apalagi saat ini agak sulit untuk mencari asisten rumah tangga, katanya.

"Banyak para ibu yang bekerja tidak punya asisten rumah tangga, sehingga perlu ada pembagian tugas. Rasulullah saja melihat istrinya sibuk, dia sendiri yang menjahit kancing baju," katanya.

Dari beberapa literatur yang dia baca, komunikasi yang baik sangat membantu kelangsungan rumah tangga, salah satunya, apabila suami membantu pekerjaan rumah tangga sehingga istri akan merasa dihargai dan malah semakin sayang terhadap suaminya.

"Istri itu diistilahkan tulang rusak, kalau dibiarkan bisa bengkok atau malah akan patah, maka didiklah istrimu dengan kasih sayang," katanya.

Menanggapi kasus perceraian yang mengalami banyak perubahan, yakni karena disinyalir banyak gugatan oleh perempuan, karena perempuan bukan lagi di hadapkan pada urusan dapur, sumur dan kasur, tetapi banyak yang sudah memiliki karir.

"Semestinya, walau kaum perempuan jadi apapun di luar sana, maka ketika dia di rumah, statusnya adalah istri dan ibu. Dia tetap harus patuh dengan perintah suami sepanjang sesuai dengan agama," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Perceraian di Palu Tinggi

    PALU (EKSPOSnews): Sepanjang tahun 2017 Pengadilan Agama Kelas 1A Palu menerima setidaknya 824 permohonan cerai dengan didominasi gugatan istri.Dari jumlah tersebut tersisa 14 gugatan permohonan yang

  • 2 minggu lalu

    Festival Makanan di Pontianak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Panitia Festival Makanan Pontianak (Pontianak Food Festival) menargetkan pemecahan rekor nasional jumlah memasak ikan asam pedas terbanyak di ajang kuliner terbesar di Kalbar 1

  • satu bulan lalu

    Kasus Perceraian di PN Bengkalis Melonjak

    BENGKALIS (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Kelas II Bengkalis, Provinsi Riau mencatat kasus perceraian pada tahun 2017 di daerah itu meningkat tinggi dibandingkan tahun 2016."Sidang kasus perceraian me

  • 6 bulan lalu

    Ratusan Perceraian di Palembang Batal

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kota Palembang, Sumatera Selatan, berhasil memediasi ratusan kasus perceraian sehingga pasangan suami istri bisa dirujukkan kembali atau dipersatukan kembali m

  • 7 bulan lalu

    Angka Perceraian di Halmahera Utara Melonjak

    TERNATE (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara mencatat selama periode Januari-Juni 2017 terjadi 71 perkara perceraian sudah masuk dalam rekapitulasi."Angka perceraian 71

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99