Kamis, 21 Jun 2018

Perceraian di Pontianak Meningkat

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 16:37
BAGIKAN:
istimewa.
Perceraian (ilustrasi).
PONTIANAK (EKSPOSnews): Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Darmanelly menyatakan komunikasi yang kurang menjadi pemicu terjadinya perceraian yang kini marak terjadi.

"Bisa jadi faktornya, karena kurangnya komunikasi, pertengkaran terus menerus antara pasangan suami istri, akibat penghasilan perempuan yang lebih besar, sehingga pihak lelaki minder," kata Darmanelly di Pontianak, Rabu 11 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, faktor ketidakseimbangan dalam komunikasi di rumah tangga, juga menjadi salah satu pemicu konflik dalam rumah tangga.

"Apalagi kalau perempuan bekerja, ketika sampai di rumah dia lelah sehingga bisa bikin emosi tidak stabil. Seharusnya kalau perempuan diizinkan suaminya untuk berkiprah di publik, maka pihak suami dengan senang hati akan ambil alih beberapa pekerjaan di rumah," ungkapnya.

Selain itu, pembagian pekerjaan di rumah juga mesti dikomunikasikan, apalagi saat ini agak sulit untuk mencari asisten rumah tangga, katanya.

"Banyak para ibu yang bekerja tidak punya asisten rumah tangga, sehingga perlu ada pembagian tugas. Rasulullah saja melihat istrinya sibuk, dia sendiri yang menjahit kancing baju," katanya.

Dari beberapa literatur yang dia baca, komunikasi yang baik sangat membantu kelangsungan rumah tangga, salah satunya, apabila suami membantu pekerjaan rumah tangga sehingga istri akan merasa dihargai dan malah semakin sayang terhadap suaminya.

"Istri itu diistilahkan tulang rusak, kalau dibiarkan bisa bengkok atau malah akan patah, maka didiklah istrimu dengan kasih sayang," katanya.

Menanggapi kasus perceraian yang mengalami banyak perubahan, yakni karena disinyalir banyak gugatan oleh perempuan, karena perempuan bukan lagi di hadapkan pada urusan dapur, sumur dan kasur, tetapi banyak yang sudah memiliki karir.

"Semestinya, walau kaum perempuan jadi apapun di luar sana, maka ketika dia di rumah, statusnya adalah istri dan ibu. Dia tetap harus patuh dengan perintah suami sepanjang sesuai dengan agama," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur Hery Kushendar menyatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan penyebab utama terjadin

  • 3 minggu lalu

    Perceraian di Pekanbaru Dipicu Faktor Ekonomi

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Angka perceraian di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada 2018 ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya bila dilihat dari tingginya permohonan perceraian pasangan sua

  • 2 bulan lalu

    Angka Perceraian di Batam Tinggi

    BATAM (EKSPOSnews): Angka perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kota Batam Kepulauan Riau pada Januari-April 2018 sebanyak 808 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Se

  • 3 bulan lalu

    Persiapan Pesparawi Hampir Rampung

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Ketua Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke XII dr. Karolin Margret Natasa mengatakan, saat ini pihaknya terus mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut

  • 4 bulan lalu

    Wings Air Buka Rute Pontianak-Miri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wings air akan mengoperasikan rute Pontianak-Miri, Serawak, Malaysia, pada 15 Maret 2018 sebagai upaya membuka konektivitas dua kota tersebut yang pada akhirnya bisa meningkatkan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99