Sabtu, 22 Sep 2018

Perceraian di Pontianak Meningkat

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 16:37
BAGIKAN:
istimewa.
Perceraian (ilustrasi).
PONTIANAK (EKSPOSnews): Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Darmanelly menyatakan komunikasi yang kurang menjadi pemicu terjadinya perceraian yang kini marak terjadi.

"Bisa jadi faktornya, karena kurangnya komunikasi, pertengkaran terus menerus antara pasangan suami istri, akibat penghasilan perempuan yang lebih besar, sehingga pihak lelaki minder," kata Darmanelly di Pontianak, Rabu 11 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, faktor ketidakseimbangan dalam komunikasi di rumah tangga, juga menjadi salah satu pemicu konflik dalam rumah tangga.

"Apalagi kalau perempuan bekerja, ketika sampai di rumah dia lelah sehingga bisa bikin emosi tidak stabil. Seharusnya kalau perempuan diizinkan suaminya untuk berkiprah di publik, maka pihak suami dengan senang hati akan ambil alih beberapa pekerjaan di rumah," ungkapnya.

Selain itu, pembagian pekerjaan di rumah juga mesti dikomunikasikan, apalagi saat ini agak sulit untuk mencari asisten rumah tangga, katanya.

"Banyak para ibu yang bekerja tidak punya asisten rumah tangga, sehingga perlu ada pembagian tugas. Rasulullah saja melihat istrinya sibuk, dia sendiri yang menjahit kancing baju," katanya.

Dari beberapa literatur yang dia baca, komunikasi yang baik sangat membantu kelangsungan rumah tangga, salah satunya, apabila suami membantu pekerjaan rumah tangga sehingga istri akan merasa dihargai dan malah semakin sayang terhadap suaminya.

"Istri itu diistilahkan tulang rusak, kalau dibiarkan bisa bengkok atau malah akan patah, maka didiklah istrimu dengan kasih sayang," katanya.

Menanggapi kasus perceraian yang mengalami banyak perubahan, yakni karena disinyalir banyak gugatan oleh perempuan, karena perempuan bukan lagi di hadapkan pada urusan dapur, sumur dan kasur, tetapi banyak yang sudah memiliki karir.

"Semestinya, walau kaum perempuan jadi apapun di luar sana, maka ketika dia di rumah, statusnya adalah istri dan ibu. Dia tetap harus patuh dengan perintah suami sepanjang sesuai dengan agama," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Medsos Penyebab Utama Perceraian

    KARAWANG (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat kasus perceraian yang terjadi selama beberapa tahun terakhir banyak diakibatkan dari media sosial."Sekarang ini, pemicu

  • 2 bulan lalu

    Wings Air Buka Rute Pangkalpinang-Pontianak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Maskapai Wings Air, yang berada di bawah Grup Lion Air, segera membuka rute baru Pangkalpinang-Pontianak dengan jadwal terbang perdana pada 10 Agustus 2018."Rute ini menempatka

  • 2 bulan lalu

    Polresta Pontianak Ringkus Pelaku Pencabulan Anak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Satreskrim Polresta Pontianak meringkus seorang buruh berinisial Ms (21) karena diduga telah melakukan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur."Saat ini tersangka Ms su

  • 2 bulan lalu

    Medsos Membuat Angka Perceraian Meningkat

    MAMUJU (EKSPOSnews): Pengaruh gaya hidup modern yang ditandai dengan pemanfaatan media sosial yang kebablasan, menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian."Pemanfaatan media sosial yang keb

  • 4 bulan lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur Hery Kushendar menyatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan penyebab utama terjadin

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99