Kamis, 17 Okt 2019

Mengoptimalkan Panti Asuhan di Palembang

Kamis, 14 Jul 2016 14:47
BAGIKAN:
ilustrasi
Panti Sosial.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Dinas Sosial Kota Palembang, Sumatera Selatan berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lima panti asuhan yang dimiliki sekarang ini untuk menampung, mendidik dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu, serta anak telantar.

"Panti asuhan di kota ini jumlahnya terus mengalami penurunan, untuk mencegah timbulnya masalah sosial perlu dioptimalkan panti asuhan milik pemerintah daerah," kata Kepala Dinas Sosial Palembang Faisal AR, di Palembang, Kamis 14 Juli 2016.

Dia menjelaskan, panti asuhan atau lembaga sosial nirlaba yang didirikan oleh masyarakat sekarang ini jumlahnya mengalami penurunan drastis.

Berdasarkan data pada Juli 2016 ini tercatat 86 panti asuhan yang memiliki izin resmi operasional padahal beberapa tahun sebelumnya jumlahnya mencapai 200 unit.

Selain mengoptimalkan panti asuhan yang dikelola Dinas Sosial, pihaknya juga berupaya mendukung dan membina panti asuhan yang hingga saat ini masih beroperasi menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sesuai ketentuan, panti asuhan diberikan izin operasi jika memiliki anak yang diasuh minimal 15 orang, memiliki tempat dan lokasi panti asuhan yang jelas, dan memiliki sumber penghasilan untuk mendukung operasional, katanya.

Menurut dia, untuk mendukung dan melakukan pembinaan terhadap panti asuhan, pihaknya secara rutin menurunkan tim pengawas ke lapangan.

"Setiap tiga bulan sekali, tim Dinas Sosial Palembang diturunkan ke lapangan untuk melihat secara langsung kegiatan di panti asuhan," ujarnya.

Jika dalam kegiatan pengecekan rutin itu ditemukan pengurus panti asuhan tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku, pihaknya akan memberikan pembinaan dan kesempatan untuk memperbaikinya.

Panti asuhan yang telah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan kegiatan operasionalnya namun tidak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik akan diberikan sanksi tegas berupa penutupan atau pencabutan izin operasional panti, kata Faisal.(ant)

  Berita Terkait
  • kemarin

    40 Rumah di Kawasan Tua Palembang Terbakar

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Diperkirakan sebanyak 40 rumah di kawasan tua Jalan Pangeran Ing Kenayan, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus, Palembang ludes terbakar dan menimbulkan korban luka.Wakil Ko

  • 4 minggu lalu

    Kualitas Udara di Palembang Bahaya

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Walhi Sumatera Selatan menyatakan kualitas udara di Kota Palembang semakin buruk dan kini mencapai level bahaya karena kiriman asap dari kebakaran hutan dan lahan sejum

  • 3 bulan lalu

    Mendukung Pembangunan Jargas di Palembang

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mendukung program Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) membangun 6.034 jaringan gas untuk rumah tangga di kota setempat."Pem

  • 6 bulan lalu

    Kota Tertua di Indonesia Terancam Kehilangan Identitas

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kota tertua di Indonesia yakni Palembang terancam kehilangan nilai sejarahnya akibat modifikasi dan penghancuran situs-situs peninggalan bersejarah secara masif.Ketua Masyaraka

  • 6 bulan lalu

    Hibah IPAL dari Australia untuk Kota Palembang

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) hibah dari pemerintah Australia rencananya menyasar 22.000 sambungan di Kota Palembang bagian Timur, sehingga tidak ada lagi pembuangan l

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99