Kamis, 22 Feb 2018
  • Home
  • Humaniora
  • Mengembangkan Layanan untuk Korban Kekerasan Terhadap Perempuan

Mengembangkan Layanan untuk Korban Kekerasan Terhadap Perempuan

Oleh: Marsot
Kamis, 16 Mar 2017 04:24
BAGIKAN:
istimewa
Korban kekerasan.
AMBON (EKSPOSnews): Masyarakat desa Lohiatala, Waisamu, Waisarisa dan Waihatu di Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat mengembangkan layanan Posko Penanganan Kasus Perempuan Korban Kekerasan.

"Mereka adalah kelompok masyarakat binaan kami. Tahun ini, mereka menginisiasi pengembangan layanan bagi para perempuan yang menjadi korban kekerasan di wilayah masing-masing," kata Direktur Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Ambon Baihajar Tualeka, di Ambon, Rabu 15 Maret 2017.

Ia mengatakan Posko Penanganan Kasus berbasis komunitas tersebut dibangun sebagai sarana komunikasi, koordinasi dan penanganan menyeluruh bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Kepengurusannya pun melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti staf desa, tokoh agama, tokoh pemuda, dan kader Posyandu.

Pembangunan posko itu sendiri dilatar belakangi oleh pengalaman sebagian besar korban kekerasan yang kesulitan dalam mengakses layanan bantuan, akibat mahalnya transportasi karena semua lembaga pengada layanan terpusat di kota kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

Dengan ketersediaan layanan berbasis komunitas atau posko dapat dengan mudah diakses oleh korban, penanganan kasus akan lebih cepat karena langsung didampingi, tidak berbelit-belit, dan mendapatkan dukungan sosial, juga pemulihan dari masyarakat.

Selain itu, korban juga bisa diberdayakan, dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Diharapkan ada lebih banyak desa dan dusun yang membentuk posko di wilayahnya. Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menindak lanjuti apa yang sudah diinisiasi oleh masyarakat ini," katanya.

Dikatakannya lagi, saat ini telah terbentuk Posko Penanganan Kasus di tujuh dusun dan delapan desa di kecamatan Kairatu. Posko-posko tersebut langsung berada di bawah koordinasi pemerintah kecamatan.

Sedangkan untuk di Kota Ambon, baru terbentuk satu layanan, yakni Posko Inauritetu di kawasan Kayutiga Desa Soya yang dibangun pada 2016.

"Beberapa layanan yang ada didukung dengan anggran dana desa, tapi dengan angka kekerasan yang terus meningkat masih dibutuhkan perhatian dan tanggung jawab negara dalam upaya menyediakan anggran dan menyediakan infrastruktur dan sumeber daya yang memadai, berkualitas dalam upaya penanganan korban," tandasnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu jam lalu

    WCC Palembang Minimalkan Kekerasan Terhadap Perempuan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan atau "Womens Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan, terus berupaya meminimalkan tindak kekerasan terhadap perempuan di provinsi yang memi

  • 4 minggu lalu

    Sumbar Dokumentasikan Ratusan Pakaian Adat Perempuan

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengidentifikasi pakaian adat perempuan Minangkabau mencapai 800 jenis dan sedang didokumentasikan agar tetap terjaga sebagai kekayaan

  • satu bulan lalu

    Ratusan Perempuan di Bengkulu Deteksi Dini Kanker Rahim

    BENGKULU (EKSPOSnews): Sebanyak 370 perempuan di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu mengikuti pemeriksaan kanker mulut rahim (serviks) atau Inspeksi Visual Asam (IVA) sebagai upaya dini mend

  • 2 bulan lalu

    Kekerasan Terhadap Perempuan di Bengkulu Masih Tinggi

    BENGKULU (EKSPOSnews): Sejumlah tokoh lintas agama di Provinsi Bengkulu menandatangani deklarasi dan komitmen pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kasusnya masih tinggi di daerah ini.

  • 2 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu selama 2017 lalu mencapai 184 kasus, jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan 20

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99