Kamis, 19 Sep 2019

Menekan Angka Pernikahan Dini di Yogyakarta

Jumat, 16 Sep 2016 19:35
BAGIKAN:
ist
Pernikahan (ilustrasi).

YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Meskipun angka pernikahan dini di Kota Yogyakarta tidak terlalu tinggi, namun Kantor KB setempat terus berupaya menekan angka tersebut agar tidak semakin banyak remaja yang mengalaminya.

"Batas maksimal angka pernikahan dini adalah 3,5 persen dari total pasangan usia subur. Namun, di Kota Yogyakarta hanya 0,16 persen. Angkanya memang kecil, tetapi tetap dibutuhkan upaya agar angkanya tidak semakin meningkat," kata Kepala Kantor KB Kota Yogyakarta Eny Retnowati di sela pelepasan Jambore Remaja di Yogyakarta, Jumat 16 September 2016.

Menurut dia, salah satu upaya untuk menekan angka pernikahan dini atau pernikahan dengan usia kurang dari 20 tahun adalah melalui kampanye kesehatan reproduksi.

Remaja, lanjut dia, akan memperoleh berbagai informasi mengenai kesehatan reproduksi termasuk dampak negatif yang akan terjadi apabila melakukan pernikahan dini.

Eny mengatakan biasanya pernikahan dini terpaksa dilakukan karena banyak pasangan muda yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan reproduksi.

"Selain berpotensi mempengaruhi kesehatan organ reproduksi karena belum siap mengandung atau pasangan memilih melakukan aborsi karena kehamilan tidak diinginkan, pasangan yang menikah dini biasanya juga rentan secara psikologis sehingga berdampak pada peceraian," katanya.

Ia berharap peserta Jambore Remaja dapat menyebarluaskan materi yang diperoleh selama mengikuti kegiatan di Mangunan pada 16-18 September kepada teman-teman sebanyanya.

"Semakin banyak remaja yang mengetahui dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, akan semakin baik," katanya.

Jambore Remaja Kota Yogyakarta diikuti 180 peserta dengan usia antara 10 hingga 24 tahun yang berasal dari perwakilan sekolah dan kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR).

Di Kota Yogyakarta terdapat 54 kelompok PIKR yang tersebar di seluruh wilayah.(ant)


  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Pelatihan Budidaya Burung Berkicau di Yogyakarta

    YOGYAKARTA (KICAU): Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menilai pelatihan budi daya burung berkicau yang dilakukan pada 2017 dengan sasaran sekitar 50 warga di Kecamatan Pakualaman memperoleh h

  • 5 bulan lalu

    Penduduk Yogyakarta Banyak Menderita Penyakit Katarak

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Sekitar dua persen dari penduduk Kabupaten Sleman menderita katarak menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat."Dua persen penduduk di DIY menderita katarak. Sama halnya di Kabup

  • 6 bulan lalu

    Kasus Diskriminasi Agama di Yogyakarta Agar Jangan Terulang Lagi

    SUKOHARJO (EKSPOSnews): Menteri Agama RI Lukman Hakim menyatakan kasus diskriminasi agama di Yogyakarta yang baru-baru ini menimpa warga bernama Slamet Jumiarto sudah selesai dengan perdamaian."Sudah

  • 6 bulan lalu

    Yogyakarta Berupaya Cegah Pernikahan Anak-Anak

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mencegah pernikahan usia anak semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pencegahan Perkawinan An

  • 9 bulan lalu

    Gawat! Ada Pesta Seks di Yogyakarta

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menggerebek pesta seks yang melibatkan sejumlah pasangan suami-istri di sebuah hotel di kawasan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99