Rabu, 18 Sep 2019

Mendorong Kaum Ibu Memberi Asi kepada Buah Hati

Senin, 24 Okt 2016 05:42
BAGIKAN:
ist
Ibu menyusui.

BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) berperan menyukseskan peningkatan jumlah ibu menyusui serta mengawal peraturan pemerintah yang telah disahkan.

Nia Umar dari AIMI Pusat, saat seminar tantangan ibu menyusui, di Bandarlampung,  dalam materinya menjelaskan bahwa kegiatan menyusui perlu mendapat dukungan dari negara bahkan dunia.

"Ibu tidak bisa bekerja sendiri untuk dapat berhasil menyusui, perlu dukungan dari keluarga besar, tenaga kesehatan, LSM bahkan negara," katanya, Minggu 23 Oktober 2016.

Menurut Nia, tak cuma berjuang memenuhi hak perempuan untuk dapat menyusui dengan benar dan tepat, AIMI ke depan juga akan memperjuangkan hak cuti melahirkan lebih dari tiga bulan bagi ibu pekerja.

Puncak perayaan hari ulang tahun ke- 1 AIMI Lampung berlangsung di Hotel Horizon, dan Diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pasangan suami-istri, orang tua, dan tenaga medis.

Hadir sebagai pembicara dr Asti Praborini dari Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) dan Nia Umar, serta artis ibu kota Nuri Maulida.

Dr Asti Praborini mengimbau tenaga medis jangan menjadi penghalang menyusui seorang ibu lantaran telah menjalin kontrak dengan produk susu formula.

Dia mengatakan kegagalan menyusui kebanyakan terjadi pada kelahiran awal seorang bayi.

"Sebagian besar kegagalan karena ibu mengira ASI awal tidak keluar, ditambah tenaga medis yang sudah telanjur teken kontrak dengan pabrik susu formula tertentu, dan ketika sampai rumah mertua bilang ASI kamu tidak keluar. Kondisi itu membuat sang ibu semakin stres," ujar Asti.

Dalam seminar itu, Asti mendukung penuh kegiatan AIMI mendidik dan memberi pemahaman tentang menyusui pada kaum perempuan, sehingga ke depan generasi Indonesia terselamatkan.

Nuri Maulida menceritakan pengalaman pertamanya saat memberikan ASI pada bayinya tanpa pembekalan ilmu tentang menyusui, namun memiliki tekad yang kuat.

"Hari pertama ASI saya tidak keluar, sedangkan saya ingin menyusui, saya bingung dan stres sampai menangis karena kondisi itu," kata Nuri.

Kondisi seperti itu, umum terjadi pada kelahiran pertama, sehingga dia menekankan agar kaum perempuan untuk membekali diri tentang menyusui sebelum persalinan.

"Saya sekarang sedang mengandung anak kedua saya. Insya Allah saya akan banyak belajar dengan AIMI agar menyusui sukses sedari awal sampai dua tahun," kata dia.(ant)


  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99