Selasa, 16 Jul 2019

Melegalkan Poligami di Aceh

Oleh: marsot
Minggu, 07 Jul 2019 05:05
BAGIKAN:
istimewa.
Buku nikah.
MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian mengatakan pihaknya sangat setuju dan sependapat dengan rencana Pemerintah Aceh untuk melegalkan poligami bagi masyarakat di daerah itu.

"Poligami ini secara hukum Agama Islam memang sah (legal), akan tetapi selama ini belum diterapkan dalam aturan daerah. Jika aturan ini jadi diterapkan, kita (ulama) sangat mendukung," kata Teungku Abdurrani Adian di Meulaboh, Sabtu 6 Juli 2019.

Menurutnya, dengan pengesahan tersebut maka akan mengembalikan keadaan di Aceh karena selama ini banyak terjadi nikah siri di kalangan masyarakat, sehingga hal tersebut merugikan satu pihak saja dalam hal ini kaum perempuan atau para isteri.

Ulama memandang, upaya pengesahan peraturan daerah (qanun) poligami merupakan solusi terbaik karena hal ini akan berdampak baik terhadap kehidupan masyarakat di Aceh, khususnya bagi kehidupan rumah tangga, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan mendapatkan status yang jelas dalam perkawinan dan diakui oleh negara maupun agama.

Misalnya, jika ada pihak yang melakukan poligami dan tidak tercatat secara administrasi negara, maka yang dirugikan pasti kaum perempuan. Bisa saja nantinya ketika ada satu pihak yang meninggal dunia atau misalnya berpisah, maka akan terjadi persoalan baru seperti status pengakuan anak, pembagian harta warisan dan persoalan lainnya.

"Untuk itu kami dari kalangan ulama sangat mendukung aturan ini, apalagi disahkan secara hukum negara, maka akan lebih baik. Hal ini juga sebagai solusi supaya jangan ada lagi pihak-pihak yang jadi korban akibat timbulnya poligami di masyarakat Aceh," katanya menambahkan.

Teungku Abdurrani juga berpendapat, apabila aturan ini tidak dilegalkan, dikhawatirkan akan bermunculan kadi (penghulu) liar di sejumlah daerah di Aceh dan menyebabkan tidak adanya legalitas poligami. Sebab, poligami itu tetap akan dilaksanakan oleh masyarakat yang menginginkan untuk memiliki isteri lebih dari satu orang.

Ia juga menambahkan, di saat suatu peraturan dikeluarkan oleh pemerintah, pasti tidak akan memuaskan semua pihak khususnya pada kaum perempuan atau kalangan isteri.

Oleh karena itu, ulama ini menyarankan agar semua pihak memberikan penjelasan bahwa secara secara hukum agama Islam dan hukum negara, poligami memang dibolehkan dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

Akan tetapi, seandainya masyarakat khususnya kaum laki-laki tidak sanggup berbuat adil, maka disarankan cukup memiliki satu orang isteri saja dalam kehidupan berumah tangga.

"Inti dari poligami adalah keadilan di dalam membagi segala-galanya, ini harus diperhatikan. Selama ini sebagian laki-laki hanya melihat di ayat pertama saja dalam Alquran yang mengatur tentang poligami dan ayat selanjutnya tidak dilihat lagi sebagian acuan dalam memiliki lebih dari satu orang isteri yang akan dijadikan sebagai pasangan hidup," tuturnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 2 minggu lalu

    Kebakaran Lahan di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Peristiwa kebakaran lahan telah terjadi di dua lokasi yang masing-masing menghanguskan sekitar 0,5 hektare areal, yakni Gampong (Desa) Lampineung, Kecamatan Baitussalam, dan G

  • 2 minggu lalu

    Mengamankan Rokok Ilegal di Aceh Selatan

    MEULABOH (EKSPOSnews): Petugas Bea Cukai Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat bersama petugas kepolisian di Aceh Selatan berhasil mengamankan 71.876 batang rokok ilegal dari lima toko grosir yang tersebar d

  • 4 minggu lalu

    Mie Aceh Menuju Kuliner Dunia

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bertekad menjadikan Mi Aceh sebagai kuliner kelas dunia karena cita rasanya sudah begitu terkenal, terutama di nusantara."Di nusantara, Mi

  • 4 minggu lalu

    Angkatan Kerja di Aceh Meningkat

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Aceh menyatakan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2019 seluruhnya 249 ribu orang, angka tersebut meningkat 105 ribu orang d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99