Sabtu, 22 Sep 2018

Medsos Membuat Angka Perceraian Meningkat

Oleh: Jallus
Sabtu, 14 Jul 2018 04:22
BAGIKAN:
istimewa.
Facebook.
MAMUJU (EKSPOSnews): Pengaruh gaya hidup modern yang ditandai dengan pemanfaatan media sosial yang kebablasan, menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian.

"Pemanfaatan media sosial yang kebablasan bagi sebagian masyarakat dalam membina rumah tangga, tidak mampu dikendalikan dalam mencipatakan rasa kasih sayang antara keduanya dapat menjadi pemicu terjadinya gugatan cerai dan penjatuhan talak," kata Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat Muhdin di Mamuju, Jumat 13 Juli 2018.

Ia menyatakan, kurung waktu empat tahun terakhir, yakni pada periode 2014-2017 angka cerai talak dan cerai gugat yang tercatat di Pengadilan Agama Kabupaten Polewali Mandar, Majene dan Kabupaten Mamuju, mencapai 3.847 perkara.

"Angka perceraian dari tahun ke tahun semakin meningkat dan kini mencapai 3.847 perkara, dengan rincian, cerai talak 1.127 perkara sedangkan cerai gugat 2.720 perkara dan telah memiliki putusan," ungkap Muhdin.

Secara nasional, ada 15 faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian pasangan suami istri lanjut Muhdin, dimana alasan ketidakharmonisan rumah tangga berada pada urutan pertama dengan 110.354 kasus atau 31,5 persen, disusul tidak bertanggung jawab, 88.596 kasus, sedangkan alasan ekonomi berada pada urutan ketiga dengan jumlah kasus 81.702 Kasus.

Lebih lanjut dijelaskan, tercatat 28.643 kasus perceraian akibat gangguan pihak ketiga, dimana pada faktor ini, pihak yang banyak mengajukan gugat cerai ada dari pasangan perempuan yang disebabkan oleh penggunaan media sosial.

"Pengunaan sosial media yang selama ini berkembang menjadi pemicu adanya pihak ketiga dalam menganggu pasangan suami istri dalam membina keluarga," terang Muhdin.

Disebutkan faktor penyebab cerai lainnya dengan jumlah kasus dapat dirincikan sebagai berilut, krisis akhlak 11.336 perkara, Cemburu 9.994 kasus, sebanyak 6.791 perkara akibat pasangan menyakiti jasmani, 2.159 kasus akibat kawin paksa, melakukan poligami secara tidak sehat 1.733 perkara.

Pasangan menyakiti secara mental 1.312 kasus, cacat biologis 805 kasus, 589 perkara akibat kawin di bawah umur, alasan pasangan di hukum dan mendekam dalam penjara 571 kasus, faktor politis 397 perkara sedangkan alasan lain-lain 4.792 kasus.

Dengan melihat jumlah kasus ini, Kemenag Sulbar melalui penyuluh agama di desa dan kecamatan berusaha melakukan penyuluhan tentang pentingnya membina keluarga sakinah.

Selain itu mencegah masyarakat untuk melakukan perkawinan usia dini dan kawin paksa serta mengingatkan dampak pengaruh sosial media dan pengunaan obat terlarang juga? menjadi pemicu meningkatnya perceraian, kata Muhdin.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Penipu Lewat Medsos

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petugas Polda Metro Jaya meringkus seorang wanita bernama Veronica Ida Mustika Ayu yang diduga terlibat penipuan pemesanan tas bermerk melalui media sosial (medsos)."Pelanggannya

  • 2 minggu lalu

    Medsos Penyebab Utama Perceraian

    KARAWANG (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat kasus perceraian yang terjadi selama beberapa tahun terakhir banyak diakibatkan dari media sosial."Sekarang ini, pemicu

  • 2 bulan lalu

    Orang Tua Harus Memantau Media Sosial Anak

    SURABAYA (EKSPOSnews): Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin mengatakan orang tua harus mengikuti perkembangan media sosial anak

  • 3 bulan lalu

    Pendataan Medsos Hal Biasa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pendataan nomor telepon seluler (ponsel) dan akun media sosial merupakan hal yang biasa d

  • 4 bulan lalu

    Konten Terkait Radikalisme di Medsos Turun

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan konten terkait radikalisme di media sosial telah menurun sejak pekan lalu karena pemberitaan dan unggahan mengenai hal te

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99