Kamis, 27 Jun 2019

Medsos Membuat Angka Perceraian Meningkat

Oleh: Jallus
Sabtu, 14 Jul 2018 04:22
BAGIKAN:
istimewa.
Facebook.
MAMUJU (EKSPOSnews): Pengaruh gaya hidup modern yang ditandai dengan pemanfaatan media sosial yang kebablasan, menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian.

"Pemanfaatan media sosial yang kebablasan bagi sebagian masyarakat dalam membina rumah tangga, tidak mampu dikendalikan dalam mencipatakan rasa kasih sayang antara keduanya dapat menjadi pemicu terjadinya gugatan cerai dan penjatuhan talak," kata Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat Muhdin di Mamuju, Jumat 13 Juli 2018.

Ia menyatakan, kurung waktu empat tahun terakhir, yakni pada periode 2014-2017 angka cerai talak dan cerai gugat yang tercatat di Pengadilan Agama Kabupaten Polewali Mandar, Majene dan Kabupaten Mamuju, mencapai 3.847 perkara.

"Angka perceraian dari tahun ke tahun semakin meningkat dan kini mencapai 3.847 perkara, dengan rincian, cerai talak 1.127 perkara sedangkan cerai gugat 2.720 perkara dan telah memiliki putusan," ungkap Muhdin.

Secara nasional, ada 15 faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian pasangan suami istri lanjut Muhdin, dimana alasan ketidakharmonisan rumah tangga berada pada urutan pertama dengan 110.354 kasus atau 31,5 persen, disusul tidak bertanggung jawab, 88.596 kasus, sedangkan alasan ekonomi berada pada urutan ketiga dengan jumlah kasus 81.702 Kasus.

Lebih lanjut dijelaskan, tercatat 28.643 kasus perceraian akibat gangguan pihak ketiga, dimana pada faktor ini, pihak yang banyak mengajukan gugat cerai ada dari pasangan perempuan yang disebabkan oleh penggunaan media sosial.

"Pengunaan sosial media yang selama ini berkembang menjadi pemicu adanya pihak ketiga dalam menganggu pasangan suami istri dalam membina keluarga," terang Muhdin.

Disebutkan faktor penyebab cerai lainnya dengan jumlah kasus dapat dirincikan sebagai berilut, krisis akhlak 11.336 perkara, Cemburu 9.994 kasus, sebanyak 6.791 perkara akibat pasangan menyakiti jasmani, 2.159 kasus akibat kawin paksa, melakukan poligami secara tidak sehat 1.733 perkara.

Pasangan menyakiti secara mental 1.312 kasus, cacat biologis 805 kasus, 589 perkara akibat kawin di bawah umur, alasan pasangan di hukum dan mendekam dalam penjara 571 kasus, faktor politis 397 perkara sedangkan alasan lain-lain 4.792 kasus.

Dengan melihat jumlah kasus ini, Kemenag Sulbar melalui penyuluh agama di desa dan kecamatan berusaha melakukan penyuluhan tentang pentingnya membina keluarga sakinah.

Selain itu mencegah masyarakat untuk melakukan perkawinan usia dini dan kawin paksa serta mengingatkan dampak pengaruh sosial media dan pengunaan obat terlarang juga? menjadi pemicu meningkatnya perceraian, kata Muhdin.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Perceraian di Sleman Melonjak

    SLEMAN (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat setelah Lebaran angka perceraian di wilayah setempat meningkat signifikan rata-rata 30 pasangan per harinya.

  • 2 bulan lalu

    Menekan Angka Perceraian di Lingkungan ASN

    JAMBI (EKSPOSnews):  Wakil Wali Kota hJambi, M Maulana mewacanakan keterlibatan psikolog dalam proses mediasi untuk mencegah tingkat perceraian aparatur sipil megara (ASN) di daerah itu."Saya ber

  • 3 bulan lalu

    Angka Perceraian di Depok Melonjak

    DEPOK (EKSPOSnews): Angka angka perceraian di Kota Depok Jawa Barat dalam dua tahun terakhir terus meningkat yang diakibatkan adanya perselisihan yang terus-menerus dalam rumah tangga."Memang penyebab

  • 3 bulan lalu

    Perceraian di Bangka Belitung Tinggi

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mewajibkan calon pengantin memiliki sertifikat siap nikah, guna menekan angka perceraian di daerah itu."Saat ini an

  • 3 bulan lalu

    Kenalan Lewat Medsos, Lalu Dicabuli

    KAPUAS (EKSPOSnews): Seorang remaja dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rmd (19) ditangkap polisi di kediamannya, karena diduga telah membawa kabur serta mencabuli seorang gadis kenalannya melal

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99