Senin, 22 Jul 2019
  • Home
  • Humaniora
  • Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Diminta Melapor

Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Diminta Melapor

Oleh: marsot
Kamis, 28 Mar 2019 04:02
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan dalam rumah tangga.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women’s Crisis Centre-WCC" Palembang, Sumatera Selatan mendorong perempuan korban tindak kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) untuk melaporkan tindak kejahatan itu.

"Korban memilih menyembunyikan tindak kekerasan dengan alasan malu diketahui orang banyak atau sebagai aib keluarga menjadi salah satu faktor kasus tersebut hingga kini masih cukup tinggi," kata Direktur Eksekutif WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi di Palembang, Rabu 27 Maret 2019.

Untuk membantu perempuan korban tindak kekerasan membawa kasus yang menimpanya itu, pihaknya berupaya memaksimalkan divisi pendampingan untuk melapor ke polisi dan membantu memulihkan traumanya.

Dia menjelaskan, Divisi Pendampingan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan, sepanjang 2018 hingga Maret 2019 ini telah menangani puluhan kasus kekerasan yang berbasis gender.

Dengan memaksimalkan divisi tersebut diharapkan ke depan penanganan dan pengungkapan kasus yang merugikan perempuan bisa lebih baik, ujarnya.

Pengaduan yang masuk ke Divisi Pendampingan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan, secara spesifik kasus-kasus yang didampingi WCC difokuskan pada kasus-kasus kekerasan yang berbasis gender seperti perkosaan, pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Selain itu pihaknya juga melakukan pendampingan kasus perdagangan perempuan dan anak, kekerasan dalam pacaran dan beragam bentuk kekerasan lainnya.

Merujuk pada definisi Deklarasi PBB untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan pada 20 Desember 1993 setiap tindak kekerasan yang diarahkan kepada perempuan karena dia berjenis kelamin perempuan, yang berakibat atau kecenderungan untuk mengakibatkan kerugian dan penderitaan fisik, seksual maupun psikologis termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik yang terjadi di muka
umum maupun dalam kehidupan pribadi yang menimpa terhadap perempuan, baik perempuan dewasa, anak perempuan maupun remaja perlu ditangani dengan baik.

Untuk membantu kaum perempuan dan anak-anak menghadapi pelaku tindak kekerasan itu pihaknya berupaya melakukan pendampingan kepada setiap korban.

Korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak akan diberikan pendampingan baik dalam penegakan hukum maupun pemulihan trauma dampak kekerasan, kata Yeni.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Masih Tinggi

    BATANG (EKSPOSnews): Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ali Khasan menyatakan berdasarkan data komisi nasional kasus kekerasan terhadap perempuan pada Maret 2019 me

  • 9 bulan lalu

    Putus Mata Rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Yohana Susana Yembise meminta kaum muda sebagai calon ibu dan ayah dapat berperan memutus mata rantai kekerasan dalam r

  • 9 bulan lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Diawali Stres

    JAKARTA (EKSPOSnews): Psikolog Elizabeth T. Santoso mengemukakan bahwa kasus kekerasaan dalam rumah tangga semakin meroket ditengarai dipicu oleh stres, di antaranya, kasus pembunuhan satu keluarga ya

  • 9 bulan lalu

    6 TKI Korban Kekerasan di Korea Selatan

    GORONTALO (EKSPOSnews): Enam orang tenaga kerja Indonesia yang mengalami kekerasan selama bekerja di Korea Selatan, tiba di Gorontalo.Kedatangan enam orang tenaga kerja Indonesia (TKI) itu disambut ol

  • 12 bulan lalu

    Pernikahan Dini Sebabkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

    PALU (EKSPOSnews): Aktivis perempuan di Sulawesi Tengah menilai pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur menjadi salah satu fakor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)."Pernikaha

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99