Senin, 24 Sep 2018

Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Tinggi

Oleh: marsot.
Sabtu, 14 Okt 2017 04:07
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan.
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengakui berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi baik kekerasan kategori fisik maupun psikis.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai sekarang masih tinggi terutama kekerasan seksual dan penelantaran terhadap perempuan dan anak," katanya seusai acara Advokasi Penyediaan Sarana Publik Yang Responsif Gender dan Ramah Anak" di Yogyakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Untuk memastikan angka riil kekerasan pada perempuan dan anak saat ini, menurut dia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei kekerasan perempuan dan anak pada 2018. "Untuk memastikan kami akan melakukan survei besar-besaran pada 2018," kata dia.

Menurut Yohana, sesuai data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional bekerja sama dengan BPS pada 2016, tercatat sebanyak 28 juta perempuan di Indonesia berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan secara psikologis.

"Mereka masih mengalami trauma dan penderitaan batin yang berkelanjutan sampai saat ini ," kata dia.

Sementara itu, Yohana mengatakan untuk merespons potensi kekerasan seksual pada anak, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan landasan Undang-Undang (UU) tersebut, setiap orang yang melakukan kejahatan seksual pada anak hingga mengakibatkan cacat, tertular penyakit berbahaya atau meninggal bisa dikebiri, diumumkan identitas pelaku ke publik, pemasangan chip di tubuh pelaku, tembak mati atau kurungan seumur hidup.

"Saya kira hukuman itu sudah cukup berat bagi pelaku kekerasan pada anak," kata dia.

Yohana mengatakan selain kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berusia dewasa, Kementerian PPPA juga menyoroti masih banyaknya kasus bullying serta kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak dibawah umur.

Kekerasan yang dilakukan oleh anak dibawah umur, menurut dia, kebanyakan dipengaruhi oleh kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orang tua mereka. "Kekerasan yang dilakukan anak tidak lepas dari kekerasan dalam rumah tangga yang kemudian mereka tiru," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Divonis 12 Tahun Penjara

    BALIKPAPAN (EKSPOSnews): Pandu Dharma Wicaksono (22) divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan.Pemuda ini dianggap terbukti melakukan kekerasan seksual kepada 9 anak lel

  • 7 hari lalu

    Garudafood Bangun Kampung Wirausaha Perempuan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Program "Kampung Wirausaha Chocolatos" dibangun oleh Garudafood Sehati untuk menumbuhkan karakter kewirausahaan bagi komunitas perempuan di tiga daerah, yakni Kabupaten Bogor, Ko

  • satu minggu lalu

    Perempuan Indonesia Jadi Inspirator

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara pembukaan Sidang Umum Dewan Perempuan Internasional (ICW) dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia memperkenalk

  • 2 minggu lalu

    Di Aceh Dilarang Duduk Semeja dengan Perempuan yang Bukan Muhrimnya

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin mendukung kebijakan Bupati Bireuen Saifannur menerbitkan imbauan larangan bagi perempuan duduk semeja di warung kopi atau kafetaria dengan laki-l

  • 2 minggu lalu

    Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Presiden Dewan Perempuan Internasional (ICW) Hean Bee Wee mengatakan masyarakat harus bertindak secara nyata dalam menghentikan kekerasan kepada kaum perempuan."Banyak o

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99