Rabu, 22 Nov 2017

Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Tinggi

Oleh: marsot.
Sabtu, 14 Okt 2017 04:07
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan.
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengakui berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi baik kekerasan kategori fisik maupun psikis.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai sekarang masih tinggi terutama kekerasan seksual dan penelantaran terhadap perempuan dan anak," katanya seusai acara Advokasi Penyediaan Sarana Publik Yang Responsif Gender dan Ramah Anak" di Yogyakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Untuk memastikan angka riil kekerasan pada perempuan dan anak saat ini, menurut dia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei kekerasan perempuan dan anak pada 2018. "Untuk memastikan kami akan melakukan survei besar-besaran pada 2018," kata dia.

Menurut Yohana, sesuai data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional bekerja sama dengan BPS pada 2016, tercatat sebanyak 28 juta perempuan di Indonesia berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan secara psikologis.

"Mereka masih mengalami trauma dan penderitaan batin yang berkelanjutan sampai saat ini ," kata dia.

Sementara itu, Yohana mengatakan untuk merespons potensi kekerasan seksual pada anak, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan landasan Undang-Undang (UU) tersebut, setiap orang yang melakukan kejahatan seksual pada anak hingga mengakibatkan cacat, tertular penyakit berbahaya atau meninggal bisa dikebiri, diumumkan identitas pelaku ke publik, pemasangan chip di tubuh pelaku, tembak mati atau kurungan seumur hidup.

"Saya kira hukuman itu sudah cukup berat bagi pelaku kekerasan pada anak," kata dia.

Yohana mengatakan selain kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berusia dewasa, Kementerian PPPA juga menyoroti masih banyaknya kasus bullying serta kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak dibawah umur.

Kekerasan yang dilakukan oleh anak dibawah umur, menurut dia, kebanyakan dipengaruhi oleh kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orang tua mereka. "Kekerasan yang dilakukan anak tidak lepas dari kekerasan dalam rumah tangga yang kemudian mereka tiru," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 jam lalu

    Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Solok Melonjak

    SOLOK (EKSPOSnews): Pemkot Solok, Sumatera Barat berhasil mengungkap 21 kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi di daerah itu sejak Januari hingga November 2017."Dari 21 kasus tersebut didomin

  • 7 hari lalu

    Pahami dan Hargai Hak-Hak Perempuan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan masyarakat harus memahami hak-hak perempuan agar peristiwa persekusi yang terjadi kepada dua pemuda di Tang

  • 3 minggu lalu

    Parfi Angkat Sosok Kaum Perempuan Madura

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Parsatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Pamekasan, Jawa Timur, akan mengangkat sosok kaum hawa Madura sebagai tokoh utama film layar lebar berjudul "Perempuan Berselimut Angin".

  • 4 minggu lalu

    Kapolri Sangat Peduli Terhadap Masalah Perempuan dan Anak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan 18 organisasi aktivis pemerhati perempuan, didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes Polri untuk melakukan klarifikas

  • 2 bulan lalu

    Lindungi Perempuan dari Bahaya Narkoba

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat pembelaan hak-hak perempuan "Women's Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan berupaya melindungi perempuan terutama remaja putri dari bahaya penyalahgunaan narkot

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99