Kamis, 22 Feb 2018

Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Tinggi

Oleh: marsot.
Sabtu, 14 Okt 2017 04:07
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan.
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengakui berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi baik kekerasan kategori fisik maupun psikis.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai sekarang masih tinggi terutama kekerasan seksual dan penelantaran terhadap perempuan dan anak," katanya seusai acara Advokasi Penyediaan Sarana Publik Yang Responsif Gender dan Ramah Anak" di Yogyakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Untuk memastikan angka riil kekerasan pada perempuan dan anak saat ini, menurut dia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei kekerasan perempuan dan anak pada 2018. "Untuk memastikan kami akan melakukan survei besar-besaran pada 2018," kata dia.

Menurut Yohana, sesuai data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional bekerja sama dengan BPS pada 2016, tercatat sebanyak 28 juta perempuan di Indonesia berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan secara psikologis.

"Mereka masih mengalami trauma dan penderitaan batin yang berkelanjutan sampai saat ini ," kata dia.

Sementara itu, Yohana mengatakan untuk merespons potensi kekerasan seksual pada anak, pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan landasan Undang-Undang (UU) tersebut, setiap orang yang melakukan kejahatan seksual pada anak hingga mengakibatkan cacat, tertular penyakit berbahaya atau meninggal bisa dikebiri, diumumkan identitas pelaku ke publik, pemasangan chip di tubuh pelaku, tembak mati atau kurungan seumur hidup.

"Saya kira hukuman itu sudah cukup berat bagi pelaku kekerasan pada anak," kata dia.

Yohana mengatakan selain kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berusia dewasa, Kementerian PPPA juga menyoroti masih banyaknya kasus bullying serta kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak dibawah umur.

Kekerasan yang dilakukan oleh anak dibawah umur, menurut dia, kebanyakan dipengaruhi oleh kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orang tua mereka. "Kekerasan yang dilakukan anak tidak lepas dari kekerasan dalam rumah tangga yang kemudian mereka tiru," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    WCC Palembang Minimalkan Kekerasan Terhadap Perempuan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan atau "Womens Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan, terus berupaya meminimalkan tindak kekerasan terhadap perempuan di provinsi yang memi

  • 4 minggu lalu

    Sumbar Dokumentasikan Ratusan Pakaian Adat Perempuan

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengidentifikasi pakaian adat perempuan Minangkabau mencapai 800 jenis dan sedang didokumentasikan agar tetap terjaga sebagai kekayaan

  • satu bulan lalu

    Ratusan Perempuan di Bengkulu Deteksi Dini Kanker Rahim

    BENGKULU (EKSPOSnews): Sebanyak 370 perempuan di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu mengikuti pemeriksaan kanker mulut rahim (serviks) atau Inspeksi Visual Asam (IVA) sebagai upaya dini mend

  • satu bulan lalu

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Tangerang Memprihatikan

    BANTUL (EKSPOSnews): Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyatakan prihatin atas kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten yang membawa puluhan korban bebera

  • 2 bulan lalu

    Kekerasan Terhadap Perempuan di Bengkulu Masih Tinggi

    BENGKULU (EKSPOSnews): Sejumlah tokoh lintas agama di Provinsi Bengkulu menandatangani deklarasi dan komitmen pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kasusnya masih tinggi di daerah ini.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99