Senin, 19 Feb 2018
  • Home
  • Humaniora
  • Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Solok Melonjak

Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Solok Melonjak

Oleh: marsot
Rabu, 22 Nov 2017 10:24
BAGIKAN:
istimewa.
Korban kekerasan.
SOLOK (EKSPOSnews): Pemkot Solok, Sumatera Barat berhasil mengungkap 21 kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi di daerah itu sejak Januari hingga November 2017.

"Dari 21 kasus tersebut didominasi kekerasan terhadap anak yakni penganiayaan anak sebanyak enam kasus," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Delfianto didampingi Kepala Bidang Perlindungan, Eli Harni di Solok, Rabu 22 November 2017.

Ia merinci 21 kasus kekerasan anak dan perempuan itu yakni enam kasus penganiayaan anak, empat kasus pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tiga kasus, tiga kasus melarikan anak di bawah umur, LGBT satu kasus, pengancaman pembunuhan satu kasus, narkoba satu kasus, pencurian satu kasus, dan penelantaran anak satu kasus.

"Anak yang terkena kasus kekerasan lebih dominan siswa SD," ujarnya.

Kejadian itu pada Januari terjadi empat kasus, Februari (3), Maret (3), April (3), Mei (1), Juli (1), Agustus(1), September (1) , Oktober (1), dan November (2).

Terhadap kasus anak di bawah umur yang terkena pelecehan seksual pihaknya telah memberi pendampingan dalam menjalani pengobatan, dan konsultasi ke psikiater. Bahkan korban dari keluarga tidak mampu dibiayai untuk visumnya.

"Dalam banyak kasus kita mendahulukan mediasi agar didapat penyelesaian yang baik," ujarnya.

Untuk mengurangi kasus KDRT di daerah itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi di tingkat kelurahan. Pihak kelurahan selanjutnya memberikan informasi penghapusan KDRT ke masyarakat.

Kendala dalam pengungkapan kasus kekerasan pada perempuan dan anak seringkali karena adanya ketakutan melapor dari pihak keluarga, sehingga kasus terlambat diketahui dan ditangani.

Karena itu kita mengharapkan masyarakat terbuka jika ada anggota keluarga yang mengalami kasus kekerasan anak dan perempuan ini.

"Kita akan memberi bantuan bahkan menolong korban menceritakan kepada psikiater jika mengalami trauma," lanjutnya.

Jika masyarakat terbuka dan cepat melapor akan lebih mempercepat penyelesaian masalahnya. Makanya jangan menyimpan karena malu, sebab akan merugikan bagi keluarga dan korban sendiri.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Tangerang Memprihatikan

    BANTUL (EKSPOSnews): Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyatakan prihatin atas kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten yang membawa puluhan korban bebera

  • satu bulan lalu

    Kekerasan Terhadap Perempuan di Bengkulu Masih Tinggi

    BENGKULU (EKSPOSnews): Sejumlah tokoh lintas agama di Provinsi Bengkulu menandatangani deklarasi dan komitmen pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kasusnya masih tinggi di daerah ini.

  • 2 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu selama 2017 lalu mencapai 184 kasus, jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan 20

  • 2 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Seksual Anak di Lebak Melonjak

    LEBAK (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak mencatat jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Lebak, Banten, pada 2017 meningk

  • 3 bulan lalu

    Kekerasan Seksual Didorong Pornografi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil penelitian Kementerian Sosial tentang kekerasan seksual anak terhadap anak menunjukan bahwa 41 persen kekerasan seksual terjadi karena terpapar pornografi."Jadi kekerasan s

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99