Selasa, 12 Des 2017
  • Home
  • Humaniora
  • Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Solok Melonjak

Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Solok Melonjak

Oleh: marsot
Rabu, 22 Nov 2017 10:24
BAGIKAN:
istimewa.
Korban kekerasan.
SOLOK (EKSPOSnews): Pemkot Solok, Sumatera Barat berhasil mengungkap 21 kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi di daerah itu sejak Januari hingga November 2017.

"Dari 21 kasus tersebut didominasi kekerasan terhadap anak yakni penganiayaan anak sebanyak enam kasus," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Delfianto didampingi Kepala Bidang Perlindungan, Eli Harni di Solok, Rabu 22 November 2017.

Ia merinci 21 kasus kekerasan anak dan perempuan itu yakni enam kasus penganiayaan anak, empat kasus pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tiga kasus, tiga kasus melarikan anak di bawah umur, LGBT satu kasus, pengancaman pembunuhan satu kasus, narkoba satu kasus, pencurian satu kasus, dan penelantaran anak satu kasus.

"Anak yang terkena kasus kekerasan lebih dominan siswa SD," ujarnya.

Kejadian itu pada Januari terjadi empat kasus, Februari (3), Maret (3), April (3), Mei (1), Juli (1), Agustus(1), September (1) , Oktober (1), dan November (2).

Terhadap kasus anak di bawah umur yang terkena pelecehan seksual pihaknya telah memberi pendampingan dalam menjalani pengobatan, dan konsultasi ke psikiater. Bahkan korban dari keluarga tidak mampu dibiayai untuk visumnya.

"Dalam banyak kasus kita mendahulukan mediasi agar didapat penyelesaian yang baik," ujarnya.

Untuk mengurangi kasus KDRT di daerah itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi di tingkat kelurahan. Pihak kelurahan selanjutnya memberikan informasi penghapusan KDRT ke masyarakat.

Kendala dalam pengungkapan kasus kekerasan pada perempuan dan anak seringkali karena adanya ketakutan melapor dari pihak keluarga, sehingga kasus terlambat diketahui dan ditangani.

Karena itu kita mengharapkan masyarakat terbuka jika ada anggota keluarga yang mengalami kasus kekerasan anak dan perempuan ini.

"Kita akan memberi bantuan bahkan menolong korban menceritakan kepada psikiater jika mengalami trauma," lanjutnya.

Jika masyarakat terbuka dan cepat melapor akan lebih mempercepat penyelesaian masalahnya. Makanya jangan menyimpan karena malu, sebab akan merugikan bagi keluarga dan korban sendiri.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Kekerasan Seksual Didorong Pornografi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil penelitian Kementerian Sosial tentang kekerasan seksual anak terhadap anak menunjukan bahwa 41 persen kekerasan seksual terjadi karena terpapar pornografi."Jadi kekerasan s

  • 2 bulan lalu

    Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Tinggi

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengakui berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masi

  • 3 bulan lalu

    Kekerasan Seks Terhadap Anak di Sukabumi Melonjak

    SUKABUMI (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat dari Januari-Agustus 2017 sebanyak 26 anak di bawah umur menjadi korban

  • 5 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Jambi Meningkat

    JAMBI (EKSPOSnews): Kasus kekerasan terhadap anak perempuan di bawah umur yang mengalami tindak kekerasan seksual meningkat, tercatat sejak Januari hingga Juni 2017, sebanyak 25 kasus yang ditangani P

  • 6 bulan lalu

    Kekerasan Seksual di Rejang Lebong Melonjak

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan P2KB Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan kasus kekerasan seksual yang terjadi di daerah itu m

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99