Selasa, 16 Okt 2018
  • Home
  • Humaniora
  • Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Solok Melonjak

Kekerasan Terhadap Anak Perempuan di Solok Melonjak

Oleh: marsot
Rabu, 22 Nov 2017 10:24
BAGIKAN:
istimewa.
Korban kekerasan.
SOLOK (EKSPOSnews): Pemkot Solok, Sumatera Barat berhasil mengungkap 21 kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi di daerah itu sejak Januari hingga November 2017.

"Dari 21 kasus tersebut didominasi kekerasan terhadap anak yakni penganiayaan anak sebanyak enam kasus," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Delfianto didampingi Kepala Bidang Perlindungan, Eli Harni di Solok, Rabu 22 November 2017.

Ia merinci 21 kasus kekerasan anak dan perempuan itu yakni enam kasus penganiayaan anak, empat kasus pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tiga kasus, tiga kasus melarikan anak di bawah umur, LGBT satu kasus, pengancaman pembunuhan satu kasus, narkoba satu kasus, pencurian satu kasus, dan penelantaran anak satu kasus.

"Anak yang terkena kasus kekerasan lebih dominan siswa SD," ujarnya.

Kejadian itu pada Januari terjadi empat kasus, Februari (3), Maret (3), April (3), Mei (1), Juli (1), Agustus(1), September (1) , Oktober (1), dan November (2).

Terhadap kasus anak di bawah umur yang terkena pelecehan seksual pihaknya telah memberi pendampingan dalam menjalani pengobatan, dan konsultasi ke psikiater. Bahkan korban dari keluarga tidak mampu dibiayai untuk visumnya.

"Dalam banyak kasus kita mendahulukan mediasi agar didapat penyelesaian yang baik," ujarnya.

Untuk mengurangi kasus KDRT di daerah itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi di tingkat kelurahan. Pihak kelurahan selanjutnya memberikan informasi penghapusan KDRT ke masyarakat.

Kendala dalam pengungkapan kasus kekerasan pada perempuan dan anak seringkali karena adanya ketakutan melapor dari pihak keluarga, sehingga kasus terlambat diketahui dan ditangani.

Karena itu kita mengharapkan masyarakat terbuka jika ada anggota keluarga yang mengalami kasus kekerasan anak dan perempuan ini.

"Kita akan memberi bantuan bahkan menolong korban menceritakan kepada psikiater jika mengalami trauma," lanjutnya.

Jika masyarakat terbuka dan cepat melapor akan lebih mempercepat penyelesaian masalahnya. Makanya jangan menyimpan karena malu, sebab akan merugikan bagi keluarga dan korban sendiri.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Kekerasan Terhadap Peremuan Masih Tinggi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women`s Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan, prihatin kekerasan terhadap perempuan hingga kini masih sering terjadi."Berdasarkan data

  • 2 minggu lalu

    Mengatasi Kekerasan Terhadap Perempuan

    BATURAJA (EKSPOSnews): Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan membentuk Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) guna mengatasi masalah kekerasan terhadap kaum pe

  • 4 minggu lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Divonis 12 Tahun Penjara

    BALIKPAPAN (EKSPOSnews): Pandu Dharma Wicaksono (22) divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan.Pemuda ini dianggap terbukti melakukan kekerasan seksual kepada 9 anak lel

  • satu bulan lalu

    Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Presiden Dewan Perempuan Internasional (ICW) Hean Bee Wee mengatakan masyarakat harus bertindak secara nyata dalam menghentikan kekerasan kepada kaum perempuan."Banyak o

  • satu bulan lalu

    Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Bengkulu Menonjol

    BENGKULU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Bengkulu telah menangani sebanyak 86 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kurun Januari hingga Agustus 2018."Ada tren penurunan jumlah kasus keker

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99