Selasa, 24 Apr 2018
  • Home
  • Humaniora
  • Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Tangerang Memprihatikan

Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Tangerang Memprihatikan

Oleh: alex
Rabu, 10 Jan 2018 04:59
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan seksual.
BANTUL (EKSPOSnews): Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyatakan prihatin atas kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten yang membawa puluhan korban beberapa waktu lalu.

"Sebetulnya kan terakhir ini yang kita prihatin kembali terjadi kekerasan di Tangerang dan predatornya sampai mengorbankan 41 anak," kata Mensos usai peletakan batu pertama pembangunan gedung Pusat Penelitian dan Pengambangan Pelayanan Sosial Anak Terpadu di Yogyakarta, Selasa 9 Januari 2018.

Menurut Mensos, keprihatinannya atas kasus kekerasan anak tersebut karena berdasarkan yang diperoleh dari tim Kementerian Sosial (Kemensos) yang diterjunkan ke lapangan, kalau anak-anak diminta melakukan hal-hal yang tidak perikemanusiaan.

"Kalau kita mendengar dari tim yang sudah turun di lapangan lima orang itu, anak anak ini diminta makan telor sampai ada yang 25 butir yang kemudian ada efek yang sudah nampak," kata Mensos.

Oleh sebab itu, Mensos berharap bahwa kalau pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak di Tangerang sudah diproses pengadilan maka harus ada hal-hal yang memberatkan bagi pengadilan untuk menjatuhkan hukuman.

"Karena selain korban banyak juga traumanya dalam karena ada kekerasan di dalamnya. Kalau update dari tim konselor dari Kemsos yang sudah turun ke lapangan trauma mereka akan muncul pada malam hari," kata Menteri.

Mensos melanjutkan, jadi kalau pada malam hari ada yang mengigau, kemudian ada yang terlihat histeris dan seterusnya, sehingga hal itu akan memberatkan pelaku ketika sudah masuk dalam proses pengadilan.

"Hukuman tentu akan sangat tergantung dengan proses pembuktian di pengadilan, tapi kita pernah punya Peraturan Undang-Undang yang pernah menjadi UU dan mestinya akan mendapatkan pemberatan hukuman," katanya.

Bahkan, lanjut Mensos, ketentuan yang terdapat dalam UU tersebut disebutkan pemberatan hukuman tersebut misalnya pelaku dipasangi sebuah chip.

"Tentu itu akan menjadi pembelajaran dan penjeraan bagi siapapun untuk tidak mengulangi hal yang sama," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Insentif Guru di Tangerang Tinggi

    TANGERANG (EKSPOSnews): Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan insentif guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Tangerang merupakan yang terbesar jumlahnya jika dibanding kota lain d

  • 2 bulan lalu

    Kepala SMKN 4 Tangerang Dipecat karena Pungutan Liar

    SERANG (EKSPOSnews): Gubernur Banten Wahidin Halim memecat Kepala SMKN 4 Tangerang karena diduga melakukan pungutan liar pada siswa."Saya pecat kepala sekolah yang melakukan pungutan liar. Apapun alas

  • 4 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Seksual Anak di Lebak Melonjak

    LEBAK (EKSPOSnews): Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak mencatat jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Lebak, Banten, pada 2017 meningk

  • tahun lalu

    Menanam Pohon Rambutan di Tangerang

    TANGERANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengelar gerakan menanam sebanyak 1.000 pohon rambutan parakan yang merupakan flora khas daerah ini kepada warga yang tersebar pada 29 k

  • 2 tahun lalu

    Konser Selena Gomez Sukses Bro!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Konser Selena Gomez di Tangerang 23 Juli 2016 merupakan yang pertama di Asia. Selena pun tampak bahadia karena ternyata fansnya banyak.Selena Gomez baru pertama kali konser di In

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99