Kamis, 27 Jun 2019
  • Home
  • Humaniora
  • Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

Oleh: marsot
Selasa, 29 Mei 2018 07:23
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan (ilustrasi).
PAMEKASAN (EKSPOSnews): Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur Hery Kushendar menyatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan penyebab utama terjadinya kasus perceraian rumah tangga di wilayah itu.

"Ini sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan dalam kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Pamekasan dalam empat bulan terakhir ini," katanya di Pamekasan, Senin 28 Mei 2018.

Ia menjelaskan, kasus perceraian rumah tangga di Pamekasan yang diproses di Pengadilan Agama Pamekasan antara 3 hingga 4 kasus setiap hari.

Selama kurun waktu Januari hingga April 2018, Pengadilan Agama Pamekasan tercatat telah menangani sebanyak 434 kasus perceraian, baik cerai gugat maupun cerai talak.

Dari jumlah itu, kasus perceraian dengan penyebab kekerasan dalam rumah tangga lebih dominan.

"Dari 434 itu, sebanyak 26 kasus dengan alasan karena si istri mengalami KRDT, sisnya karena faktor ekonomi, tidak harmonis, tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai suami alias impoten, dan karena selingkuh," ujarnya, menjelaskan.

Faktor lainnya, sebanyak 8 kasus karena cacat badan, terjadi kawin paksa 3 kasus, serta persoalan ekonomi hingga mencapai 24 kasus. Sedangkan sisanya karena konflik dan perselisihan yang berkelanjutan.

"Rata-rata usia keluarga yang mengajukan cerai antara 30 hingga 40 tahun," kata Hery.

Ia menjelaskan, dari 434 kasus yang sudah selesai ditangani PA Pamekasan didominasi cerai gugat atau gugatan yang diajukan pihak istri mencapai 259 kasus. Sedangkan sebanyak 175 kasus adalah cerai talak, yakni gugatan diajukan oleh pihak suami.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Perceraian di Sleman Melonjak

    SLEMAN (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat setelah Lebaran angka perceraian di wilayah setempat meningkat signifikan rata-rata 30 pasangan per harinya.

  • 2 bulan lalu

    Menekan Angka Perceraian di Lingkungan ASN

    JAMBI (EKSPOSnews):  Wakil Wali Kota hJambi, M Maulana mewacanakan keterlibatan psikolog dalam proses mediasi untuk mencegah tingkat perceraian aparatur sipil megara (ASN) di daerah itu."Saya ber

  • 3 bulan lalu

    Angka Perceraian di Depok Melonjak

    DEPOK (EKSPOSnews): Angka angka perceraian di Kota Depok Jawa Barat dalam dua tahun terakhir terus meningkat yang diakibatkan adanya perselisihan yang terus-menerus dalam rumah tangga."Memang penyebab

  • 3 bulan lalu

    Perceraian di Bangka Belitung Tinggi

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mewajibkan calon pengantin memiliki sertifikat siap nikah, guna menekan angka perceraian di daerah itu."Saat ini an

  • 3 bulan lalu

    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Masih Tinggi

    BATANG (EKSPOSnews): Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ali Khasan menyatakan berdasarkan data komisi nasional kasus kekerasan terhadap perempuan pada Maret 2019 me

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99