Jumat, 17 Agu 2018
  • Home
  • Humaniora
  • Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

Kekerasan Dalam Rumah Tangga Penyebab Utama Perceraian di Pamekasan

Oleh: marsot
Selasa, 29 Mei 2018 07:23
BAGIKAN:
istimewa.
Kekerasan (ilustrasi).
PAMEKASAN (EKSPOSnews): Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur Hery Kushendar menyatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan penyebab utama terjadinya kasus perceraian rumah tangga di wilayah itu.

"Ini sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan dalam kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Pamekasan dalam empat bulan terakhir ini," katanya di Pamekasan, Senin 28 Mei 2018.

Ia menjelaskan, kasus perceraian rumah tangga di Pamekasan yang diproses di Pengadilan Agama Pamekasan antara 3 hingga 4 kasus setiap hari.

Selama kurun waktu Januari hingga April 2018, Pengadilan Agama Pamekasan tercatat telah menangani sebanyak 434 kasus perceraian, baik cerai gugat maupun cerai talak.

Dari jumlah itu, kasus perceraian dengan penyebab kekerasan dalam rumah tangga lebih dominan.

"Dari 434 itu, sebanyak 26 kasus dengan alasan karena si istri mengalami KRDT, sisnya karena faktor ekonomi, tidak harmonis, tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai suami alias impoten, dan karena selingkuh," ujarnya, menjelaskan.

Faktor lainnya, sebanyak 8 kasus karena cacat badan, terjadi kawin paksa 3 kasus, serta persoalan ekonomi hingga mencapai 24 kasus. Sedangkan sisanya karena konflik dan perselisihan yang berkelanjutan.

"Rata-rata usia keluarga yang mengajukan cerai antara 30 hingga 40 tahun," kata Hery.

Ia menjelaskan, dari 434 kasus yang sudah selesai ditangani PA Pamekasan didominasi cerai gugat atau gugatan yang diajukan pihak istri mencapai 259 kasus. Sedangkan sebanyak 175 kasus adalah cerai talak, yakni gugatan diajukan oleh pihak suami.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Pernikahan Dini Sebabkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

    PALU (EKSPOSnews): Aktivis perempuan di Sulawesi Tengah menilai pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur menjadi salah satu fakor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)."Pernikaha

  • satu bulan lalu

    Medsos Membuat Angka Perceraian Meningkat

    MAMUJU (EKSPOSnews): Pengaruh gaya hidup modern yang ditandai dengan pemanfaatan media sosial yang kebablasan, menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian."Pemanfaatan media sosial yang keb

  • 3 bulan lalu

    Perceraian di Pekanbaru Dipicu Faktor Ekonomi

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Angka perceraian di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada 2018 ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya bila dilihat dari tingginya permohonan perceraian pasangan sua

  • 4 bulan lalu

    Angka Perceraian di Batam Tinggi

    BATAM (EKSPOSnews): Angka perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kota Batam Kepulauan Riau pada Januari-April 2018 sebanyak 808 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Se

  • 6 bulan lalu

    Perceraian di Palu Tinggi

    PALU (EKSPOSnews): Sepanjang tahun 2017 Pengadilan Agama Kelas 1A Palu menerima setidaknya 824 permohonan cerai dengan didominasi gugatan istri.Dari jumlah tersebut tersisa 14 gugatan permohonan yang

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99