Kamis, 19 Sep 2019

Kawin Muda karena Sudah Hamil Duluan?

Oleh: alex
Sabtu, 25 Mei 2019 06:18
BAGIKAN:
istimewa.
Pernikahan.
JAKARTA (EKSPOSnews): Bendahara Yayasan Kesehatan Perempuan Zumrotin K Susilo mengatakan tidak semua anak di bawah umur dikawinkan orang tuanya karena hamil di luar pernikahan.

"Temuan kami di lapangan, ada orang tua yang mengaku anaknya hamil supaya mendapatkan dispensasi. Itu menunjukkan kehamilan bukan menjadi satu-satunya alasan orang tua mengawinkan anak," kata Zumrotin dalam rapat koordinasi yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta, Jumat 24 Mei 2019.

Zumrotin mengatakan bisa jadi anak dikawinkan karena sudah aktif secara seksual dan orang tua sulit mengawasi. Karena mau mengambil cara mudah, anak kemudian dikawinkan.

Karena itu, Zumrotin menilai pemberian dispensasi terhadap perkawinan anak harus ketat sekali. Kalau pengadilan mudah memberikan dispensasi, termasuk bila anak dalam keadaan hamil, maka kehamilan bisa menjadi alasan agar anak bisa dikawinkan.

"Saya percaya kalau orang tua masih bisa menjadi panutan, hidup serasi, memberi perhatian dan bimbingan serta mendapatkan kepercayaan dari anaknya, anak bisa mengendalikan perilaku seksualnya," tuturnya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perkawinan Anak menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan langkah pemerintah dalam pencegahan perkawinan anak setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang perkawinan anak.

Dalam rapat koordinasi tersebut, mengemuka dispensasi menjadi salah satu persoalan bagi upaya pencegahan perkawinan anak.

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh perwakilan kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Kesehatan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Rapat koordinasi juga melibatkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat, seperti Yayasan Kesehatan Perempuan, Kapal Perempuan, Aliansi Remaja Indonesia, Kalyana Mitra, Koalisi Perempuan Indonesia, dan Ikatan Bidan Indonesia serta perwakilan dari Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef) dan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA). 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Ayah Bejat Gagahi Anaknya Sampai Hamil

    GARUT (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Garut menangkap ayah yang dilaporkan telah berbuat asusila kepada anak gadisnya di Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama lima tahun sampai hamil, hingga

  • 5 bulan lalu

    Ibu Hamil Bisa Minum Kopi

    PURWOKERTO (EKSPOSnews): Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Setya Dian Kartika mengatakan ibu hamil diperbolehkan minum kopi asal tidak berlebihan atau masi

  • 7 bulan lalu

    7 Ibu Hamil Positif HIV

    AMBON (EKSPOSnews): Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku menyebutkan sebanyak tujuh orang ibu hamil posisitf mengidap penyakit HIV/AIDS.Dari 5.700 orang ibu hamil tujuh diantarnya terindik

  • 11 bulan lalu

    Mayoritas Ibu Hamil di Indonesia Alami Anemia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hampir separuh atau sebanyak 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia atau kekurangan darah, menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018.Berdasarkan dat

  • 12 bulan lalu

    Mau Cepat Hamil? Begini Caranya!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Asam folat menjadi salah satu zat penting bagi Anda yang sudah menikah dan merencanakan segera hamil. Mengapa begitu penting?  "Kekurangan asam folat juga bisa menyebabkan k

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99