Kamis, 17 Okt 2019

Batasi Penggunaan Media Sosial pada Anak

Selasa, 09 Agu 2016 05:02
BAGIKAN:
rtr
Facebook (ilustrasi).

BOGOR (EKSPOSnews): Psikolog Elly Risma mengatakan di era serba teknologi saat ini orang tua harus tegas dalam mengawasi penggunaan sosial media pada anak, sehingga lebih bijak dalam menggunakannya.

"Jika orang tua lengah, dampak dari sosial media tersebut memudahkan akses terhadap tontonan maupun bacaan berisi konten kekerasan, pornografi, seks dan lainnya," kata Elly dalam acara rapat koordinasi jejaring kemitraan tata laksana penanganan kasus kekerasan anak dan perempuan, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 8 Agustus 2016.

Menurut dia, penggunaan sosial media tanpa pengawasan orang tua, akan berakibat anak terpapar pornografi dan gaya hidup yang tidak sehat, menyebabkan anak berpotensi menjadi korban maupun pelaku.

"Karena otak anak belum bersambungan, mereka cenderung meniru dan ingin tahu terhadap hal-hal baru," katanya.

Elly menjelaskan, pornografi berdampak besar terhadap kerusakan otak sama seperti penyalahgunaan narkoba. Karena, keduanya menimbulkan efek kecanduan yang berlebihan.

Proses kerusakan otak dimulai dari melihat pornografi, penasaran, pelepasan Dopamin dalam otak, kecanduan, tingkat pengetahuan seksual meningkat yang kemudian berlanjut untuk melakukan.

"Pengawasan menjadi tanggung jawab kita bersama, kita selamatkan anak bangsa dari berbagai kejahatan maupun kekerasan seksual terhadap anak maupun perempuan," kata wanita berdarah Aceh tersebut.

Psikolog spesialis pengasuhan anak itu menyebutkan, sepanjang 2015 terdapat 3.971 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia, salah satunya kasus kejahatan seksual yang terjadi di sekolah terdapat di 28 provinsi.

Direktur pelaksana di Yayasan Kita dan Buah Hati itu menyebutkan, terdapat tiga bentuk kekerasan yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia yakni kekerasan seksual dengan kata-kata yang dimulai dari bicara, komentar, SMS, mengirim pesan atau mengajak melakukan kegiatan seksual melalui kata-kata.

Perilaku seksual tanpa persetujuan seperti mengintip orang mandi, ganti baju dan lainnya, serta pemaksaan untuk melakukan kegiatan seksual dengan memaksa, mengancam orang lain, kekerasan dan kejahatan seksual pada anak laki-laki maupun perempuan.

"Persoalan ini dapat mengancam masa depan banggsa kita, karena pelaku kekerasan seksual saat ini berasal dari semua kalangan mulai dari pelaku anak-anak, remaja atau pun orang dewasa, baik orang dekat atau dikenal maupun tidak dikenal anak," katanya.

Ia menjelaskan, pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya menggunakan strategi seperti membangun kedekatan, membujuk, dan mengancam.

"Bahkan perempuan pun saat ini bisa menjadi pelaku dari kejahatan tersebut," katanya.

Elly menambahkan, yang terpenting dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui tujuh pilar pengasuhan anak, yang terdiri dari kesiapan menjadi orangtua, dua parenting ayah harus terlibat, tetapkan tujuan pengasuhan anak, komunikasi yang baik, benar dan menyenangkan, kemudian tanamkan nilai agama yang kuat, menyiapkan masa baligh anak, dan bijak memanfaatkan teknologi.

"Melalui kegiatan rakor jejaring kemitraan tata laksana penanganan kasus, diharapkan seluruh masyarakat dapat membuka mata dan hati melakukan yang terbaik dalam menekan dan mencegas terus bertambahnya korban kasus tersebut," katanya.(ant)


  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Memantau Talenta Anak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Praktisi pendidikan dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Edy Suandi Hamid mengatakan guru bisa menjadi orang pertama dalam pemantauan talenta anak."Manajemen talenta

  • 4 bulan lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi

    KUALA KAPUAS (EKSPOSnews): Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur, Taufik Riansyah (34) yang bekerja sebagai sekutiriti atau petugas keamanan di salah satu perusahaan besar swasta (PBS) di daera

  • 4 bulan lalu

    Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

    SAMPANG (EKSPOSnews): Aparat Polres Sampang, Jawa Timur menangkap pelaku pencabulan anak di bawah umur, dan pelaku merupakan saudaranya sendiri, hingga menyebabkan korban hamil.Menurut Kapolres Sampan

  • 4 bulan lalu

    Kasus Pencabulan Anak di Boyolali

    BOYOLALI (EKSPOSnews): Polres Boyolali berhasil mengungkap kasus pencabulan anak bawah umur dengan menangkap dua pelakunya di Dukuh Mranggen RT 07 RW 02 Desa Jenengan Kecamatan Sawit Boyolali.Menurut

  • 4 bulan lalu

    Pasangan Suami Isteri Pertontonkan Adegan Asusila kepada Anak-Anak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto meminta polisi menindak tegas pasangan suami istri yang mempertontonkan adegan asusila kepada anak-anak di Kota Tasikmalay

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99