Kamis, 19 Sep 2019

Angka Perceraian di Jakarta Meningkat

Oleh: alex
Jumat, 01 Mar 2019 03:51
BAGIKAN:
daily mail.
Pertikaian dalam rumah tangga.
JAKARTA (EKSPOSnews): Angka gugatan perceraian di Jakarta Pusat mengalami peningkatan dari 1.527 kasus di 2017 menjadi 1.796 di 2018.

Total ada 1.796 kasus sepanjang 2018, sedangkan tahun 2017 totalnya 1.527 kasus, kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gunadi di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.

Gunadi menjelaskan banyak faktor yang memicu pasangan suami-istri mengajukan gugatan perceraian. Ada yang pasangannya kabur entah kemana, selingkuh, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), ada juga karena faktor ekonomi.

Ia merinci sepanjang tahun 2018 ada 558 kasus perceraian yang terjadi karena perselisihan, 469 kasus karena faktor ekonomi dan 411 kasus karena salah satu pasangan pergi.

Sedangkan sepanjang tahun 2017, ada 413 kasus perceraian yang disebabkan oleh perselisihan, 322 kasus karena faktor ekonomi dan 390 kasus karena ditinggalkan pasangannya.

Salah satu warga Kemayoran Dinda Kumalasari (35) yang mendatangi Pengadilan Agama Jakarta Pusat mengatakan dirinya datang untuk mendaftarkan gugatan perceraian karena sang suami kabur entah kemana.

Suami saya tidak pernah lagi menafkahi saya, kurang lebih enam bulan ini, baik nafkah lahir maupun batin, kata dia.

Wanita kelahiran tahun 1984 ini berharap gugatan perceraian yang diajukannya dapat diterima dan diputuskan secepat mungkin.

Saya hanya butuh kepastian bagaimana status pernikahan saya. Saya rasa ini yang terbaik buat saya, dari pada tidak ada kejelasan seperti ini, ujarnya.

Berbeda dengan Dinda, salah satu warga Tanah Abang Rosdiana (50) mengaku pernikahannya kandas di tengah jalan karena faktor ekonomi yang menimpa dirinya.

Sudah lama saya pisah sama suami. Kalau sekarang saya tinggal sama tiga orang anak saya, kebetulan anak pertama saya yang sudah kerja, kata dia.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama di DKI Jakarta, angka gugatan perceraian menunjukkan peningkatan di 2018. Untuk wilayah Jakarta Utara tahun 2017 terdapat 2.594 kasus perceraian, sedangkan di 2018 menjadi 2.920 kasus.

Untuk Jakarta Barat, jumlah kasus perceraian sepanjang 2017 mencapai 3.718. Angka ini kemudian meningkat menjadi 4.373 kasus di 2018.

Sedangkan angka gugatan perceraian di Jakarta Selatan pada 2017 mencapai 5.642 kasus dan meningkat menjadi 5.690 di 2018.

Sementara untuk wilayah Jakarta Timur yang tercatat sebagai wilayah dengan angka perceraian paling tinggi, jumlah gugatan perceraian mencapai 5.773 kasus di 2017 dan meningkat menjadi 6.695 di 2018.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Menekan Angka Perceraian di Lingkungan ASN

    JAMBI (EKSPOSnews):  Wakil Wali Kota hJambi, M Maulana mewacanakan keterlibatan psikolog dalam proses mediasi untuk mencegah tingkat perceraian aparatur sipil megara (ASN) di daerah itu."Saya ber

  • 5 bulan lalu

    Angka Perceraian di Depok Melonjak

    DEPOK (EKSPOSnews): Angka angka perceraian di Kota Depok Jawa Barat dalam dua tahun terakhir terus meningkat yang diakibatkan adanya perselisihan yang terus-menerus dalam rumah tangga."Memang penyebab

  • 6 bulan lalu

    KPK OTT di Jakarta Terkait Distribusi Pupuk

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (27/3)."Kami konfirmasi memang ada sejak sore tadi kegiatan t

  • tahun lalu

    Senjata Penembak Misterius di Jakarta Utara Darimana?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemasok senjata api (senpi) bagi dua pelaku yang tewas ditembak saat Operasi Cipta Kondisi di Jalan Industri Raya, Kelurahan Gunung Sahari Utara Jakarta Pusat, Sabtu (21/7) dinih

  • tahun lalu

    Angka Perceraian di Batam Tinggi

    BATAM (EKSPOSnews): Angka perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kota Batam Kepulauan Riau pada Januari-April 2018 sebanyak 808 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Se

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99