Senin, 26 Agu 2019

Angka Perceraian di Depok Melonjak

Oleh: marsot
Minggu, 07 Apr 2019 04:58
BAGIKAN:
istimewa.
Pernikahan.
DEPOK (EKSPOSnews): Angka angka perceraian di Kota Depok Jawa Barat dalam dua tahun terakhir terus meningkat yang diakibatkan adanya perselisihan yang terus-menerus dalam rumah tangga.

"Memang penyebab dominan perceraian di Kota Depok adalah penggunaan media sosial (medsos) yang tidak bijak oleh pasangan," kata Humas Pengadilan Agama Kota Depok , Dindin Syarief Nurwahyudin, Sabtu 6 April 2019.

Dindin menyebutkan data dua tahun terakhir kasus perceraian di Pengadilan Agama Depok meningkat, tercatat pada tahun 2017 memutus kasus perceraian sebanyak 3.087 kasus dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 3.525 kasus perceraian.

Sedangkan pada Januari 2019, ada sebanyak 292 perceraian yang sudah diputus dan pada Februari 2019 meningkat menjadi sebanyak 304 kasus. Tiap hari rata-rata ada sebanyak 20 kasus perceraian yang mendaftar ke Pengadilan Agama Depok.

Sebenarnya kata Dindin masyarakat yang mengajukan perceraian dalam satu tahun mencapai 5.000 namun tidak semuanya diputus cerai ada juga yang batal karena adanya perdamaian atau berkasnya yang kurang lengkap sehingga tidak memenuhi persyaratan.

Dindin menjelaskan mayoritas warga yang mengajukan cerai karena adanya perselisihan yang berkepanjangan biasanya penyebab utamanya karena para suami atau istri tidak bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

Dikatakannya tren perceraian di pengadilan agama gara-gara medsos. Biasanya karena postingan foto-foto pasangan di medsos dengan lawan jenisnya yang kurang bijaksana sehingga memicu perselisihan dan berujung ke perceraian.

Dindin menyebutkan, ada 2 jenis pengajuan perkara cerai yaitu cerai talak dan cerai gugat. Bedanya, kalau cerai talak yang mengajukan adalah dari pihak suami sedangkan cerai gugat yang mengajukan adalah dari pihak istri.

Dari dua jenis perkara perceraian ini yang paling tinggi masuk adalah cerai gugat. Sebagai contoh pada tahun 2018 dari 3525 kasus cerai, cerai talak sebanyak 852 kasus sedangkan cerai gugatnya sebanyak 2673 kasus.

Sedangkan mayoritas dari klasifikasi umur, mayoritas warga yang mengajukan cerai adalah usia 23-30 tahun atau usia perkawinan muda.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Menekan Angka Perceraian di Lingkungan ASN

    JAMBI (EKSPOSnews):  Wakil Wali Kota hJambi, M Maulana mewacanakan keterlibatan psikolog dalam proses mediasi untuk mencegah tingkat perceraian aparatur sipil megara (ASN) di daerah itu."Saya ber

  • 6 bulan lalu

    Angka Perceraian di Jakarta Meningkat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Angka gugatan perceraian di Jakarta Pusat mengalami peningkatan dari 1.527 kasus di 2017 menjadi 1.796 di 2018.Total ada 1.796 kasus sepanjang 2018, sedangkan tahun 2017 totalnya

  • 11 bulan lalu

    Presiden Resmikan Jalan Tol Depok-Antasari

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Depok Antasari (Desari) Seksi I yang menyambungkan daerah Antasari hingga Brigif."Kita harapkan ini nanti akan mempercepat mobilitas ora

  • tahun lalu

    Angka Perceraian di Batam Tinggi

    BATAM (EKSPOSnews): Angka perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Kota Batam Kepulauan Riau pada Januari-April 2018 sebanyak 808 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Se

  • 2 tahun lalu

    Angka Perceraian di Halmahera Utara Melonjak

    TERNATE (EKSPOSnews): Pengadilan Agama Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara mencatat selama periode Januari-Juni 2017 terjadi 71 perkara perceraian sudah masuk dalam rekapitulasi."Angka perceraian 71

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99