Sabtu, 23 Mar 2019

Zainudin Hasan Didakwa Melakukan Pencucian Uang

Oleh: marsot
Selasa, 18 Des 2018 04:15
BAGIKAN:
istimewa.
Pemberian gratifikasi.
BANFARLAMPUNG (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan dengan pasal tindak pidana pencucian uang serta pasal tindak pidana korupsi.

Di persidangan Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan peran Zainudin Hasan sebagai pengendali atas perkara suap "fee" proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di lingkungan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung.

"Patut dapat menduga bahwa harta kekayaan terdakwa tersebut merupakan hasil dari tindak pidana korupsi berkaitan dengan jabatan terdakwa selaku Bupati Lampung Selatan periode 2016-2021 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.18-293 Tahun 2016," kata JPU Wawan Yunarwanto di Bandarlampung, Senin 17 Desember 2018.

Sebelumnya, Zainudin pernah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tanggal 10 Juli 2013 dan 3 Agustus 2015.

Zainudin juga menyatakan memiliki penghasilan kekayaan per tahun di antaranya sebesar Rp1.150.000.000 untuk dua ruko, dua rumah dan satu apartemen.

Di samping itu, Zainudin juga menyatakan pernah memiliki penghasilan profesi per tahun sebesar Rp3.136.000.000 dari perusahaan PD Nadia Tamaraya Group Jakarta, PT Arta Sugih Abadi, PT Mitra Trans Sugih Abadi, konsultan dan jasa profesi.

"Sedangkan untuk penghasilan terdakwa selaku Bupati Lamsel hanya sebesar Rp1.435.534.325," kata JPU menjelaskan dalam dakwaanya.

Pada kurun waktu tahun 2016 sampai dengan Juli 2018, Zainudin selaku Bupati Lampung Selatan telah menerima uang sejumlah Rp72.742.792.145,00 dari dana "fee" proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lamsel melalui Syahrono, Agus Bhakti Nugroho, Anjar Asmara, Ahmad Bastian dan Rusman Effendi.

Zainudin juga mendapatkan keuntungan secara tidak sah dari perbuatannya untuk ikut serta dalam pekerjaan pemborongan dengan cara melalui Perusahaan PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang dikelola oleh Boby Zulhaidir untuk mengerjakan proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lamsel TA 2017.

"Atas perbuatan terdakwa ikut serta secara langsung maupun tidak langsung dalam proyek di Kabupaten Lamsel melalui perusahaan miliknya telah memperoleh keuntungan pada tahun 2017 sebesar Rp.9.000.000.000,00 dan tahun 2018 sebesar Rp.18.000.000.000.

Di samping menerima "fee" serta keuntungan itu, terdakwa juga menerima gratifikasi melalui rekening milik Gatoet Soeseno di Bank Mandiri dengan nomor rekening 1010006541450 sebesar Rp3.162.500.000,00, PT Baramega Citra Mulia Persada dan PT Johnlin serta rekening Mandiri 1660001075142 atas nama Sudarman dari PT Estari Cipta Persada sebesar Rp4.000.000.000,00.

Uang yang berasal dari penerimaan imbalan (fee), gratifikasi maupun keuntungan yang diperoleh dari pelaksanaan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lamsel tersebut diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatan Zainudin selaku Bupati Lamsel periode 2016-2021.

"Selanjutnya uang tersebut, terdakwa dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Uang yang diterima terdakwa disimpan di rekening atas nama Gatot Soeseno," katanya.

Kemudian juga digunakan untuk belanja beberapa aset seperti membeli New Xpander 1.5L (4x2) Ultimate AT, New Xpander 1.5L (4x2) Ultimate AT, Mitsubishi All New Pajero Sport Dakar 4x4 A/T (2.4L 8A/T) dua Mercedes Benz CLA 200 AMG dan S400 L AT dan Harley Davidson.

Selain itu berupa tanah, vila, pabrik beras CV Sarana Karya Abadi, perawatan kapal Krakatau, membeli saham di Rumah Sakit Airan, pembayaran uang muka "leasing" mobil Toyota Vellfire 2G 2,5 AT, sebesar 30 persen dari harga Rp1.400.000.000,00 dan membelanjakan atau membayarkan untuk pembelian tanah dan properti milik M Alzier Dianis T," kata JPU.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    KPK Sita Tanah Zainuddin Hasan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita 16 bidang tanah di Lampung Selatan dalam penyidikan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Lampung Sel

  • 5 bulan lalu

    Zainudin Hasan Terdakwa Pencucian Uang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi menyita sembilan unit bidang tanah terkait dengan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin

  • 5 bulan lalu

    Ahmad Zahid Hamidi, Mantan Wakil PM Malaysia Didakwa Melakukan Pencucian Uang

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Mantan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi pada Jumat didakwa melakukan 45 perlanggaran, termasuk pencucian uang dan rasuah di tengah-tengah penumpasan korupsi.Ahmad Za

  • 8 bulan lalu

    Najib Razak Didakwa Lakukan Pencucian Uang

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan didakwa pada Rabu berdasarkan undang-undang pencucian uang, menurut lembaga anti korupsi, terkait dengan skandal miliaran do

  • 8 bulan lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Pencucian Uang BBM Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung, di Pelabuhan Tanjung Benoa, Denpasar, Bali, Sabtu menangkap Deki Bermana, buronan pencucian uang kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilega

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99