Rabu, 22 Mei 2019

Yasonna H Laoly, Masih Layakkah Jadi Menteri Hukum dan HAM?

Rabu, 17 Agu 2016 11:08
BAGIKAN:
ist
Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Hukum dan HAM.

JAKARTA (EKSPOSnews): Energy Watch menilai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly telah merusak pemahaman hukum lantaran menyebut status Warga Negara Indonesia (WNI) mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar belum dicabut meskipun telah memiliki paspor Amerika Serikat.

"Penjelasan Yasonna sebagai Menkumham yang menyatakan bahwa meski Arcandra Tahar memiliki paspor Amerika dan menjadi Warga Negara Amerika akan tetapi karena status WNI nya belum dicabut secara formal maka Arcandra masih sebagai WNI. Penjelasan ini membubarkan hukum dari seorang menteri hukum. Yasonna menteri hukum yang menghancurkan paham hukum," kata Direktur Energy Watch, Ferdinand Hutanen di Jakarta, Selasa 16 Agustus 2016.

Pernyataan Yasonna tersebut, kata dia, bertentangan dengan Pasal 23 huruf a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 dan Pasal 31 ayat (1) PP Nomor 2 Tahun 2007 yang menyatakan status WNI gugur secara otomatis jika dia menyatakan sumpah setia kepada negara lain.

Menurut Ferdinand, pengangkatan Arcandra sebagai menteri merupakan sebuah pelanggaran hukum yang secara sadar dan memiliki konsekuensi hukum yang tak ringan. Salah satunya, produk hukum Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Arcandra akan cacat hukum.

"Risiko yang sesungguhnya terlalu mahal dan tidak sebanding dengan kehebatan Arcandra Tahar yang katanya orang hebat itu," ujarnya.

Ferdinand mengatakan, Yasonna seharusnya tak melindungi dengan dalih bahwa status WNI Arcandra belum dicabut secara formal. Penjelasan Yasonna mengindikasikan pemerintah yang sibuk merancang ketidakjujuran demi membenarkan sebuah tindakan yang jelas menyalahi hukum di Indonesia.

"Bukan malah menyiasati hukum agar tidak terjadi penegakan hukum," tegasnya.

Tanpa mencabut status WNI Arcandra, Ferdinand menilai pemerintah telah melakukan standar ganda dalam kasus kewarganegaraan. Ia pun membandingkan skandal Arcandra dengan seorang siswi bernama Gloria yang batal dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana dengan alasan memiliki dua kewarganegaraan.

Padahal, kata Ferdinand, Gloria yang belum genap berusia 18 tahun masih berhak menentukan pilihan kewarganegaraannya mengikuti sang Ibu yang WNI atau ayahnya yang disebut berkewarganegaraan Prancis.

"Sungguh sangat perlakuan standar ganda dari pemerintah yang tidak patut," katanya.(ant)


  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Imigrasi Palembang Kembangkan Layanan Paspor Keliling

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Sumatera Selatan, berupaya mengembangkan pelayanan paspor keliling untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat."Sekarang ini pelayanan

  • 4 bulan lalu

    Permintaan Paspor di Aceh Meningkat karena Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh menyatakan permohonan paspor sejak awal Januari 2019 meningkat drastis menyusul kenaikan harga tiket pesawat domestik."Berdasarkan hasil waw

  • tahun lalu

    Imigrasi Tunda Penerbitan Ribuan Paspor

    BATAM (EKSPOSnews): Direktorat Jenderal Imigrasi menunda penerbitan 1.270 paspor sejak Januari hingga pertengahan Maret 2018, karena ada indikasi akan digunakan untuk bekerja di luar negeri tanpa meng

  • tahun lalu

    Pembuatan Paspor di Imigrasi Aceh Naik

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh sejak Januari hingga pertengahan Desember 2017 menerbitkan 26.461 paspor (dokumen perjalanan Republik Indonesia/DPRI) atau mengalami kenaika

  • 2 tahun lalu

    Buat Paspor di Palembang Susah

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Sejumlah warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengeluhkan sulit membuat paspor di Kantor Imigrasi setempat."Membuat paspor akhir-akhir ini semakin sulit, petugas meminta per

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99