Selasa, 21 Mei 2019

Wah! Kadisdik Sumut Cuma Dituntut 3 Tahun Penjara

Selasa, 30 Agu 2016 05:16
BAGIKAN:
ist
Tahanan (ilustrasi).

MEDAN (EKSPOSnews): Terdakwa mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Masri dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum, tiga tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, karena terbukti korupsi senilai Rp4,8 miliar tahun 2014 "Korupsi yang dilakukan terdakwa itu, dalam pengadaan revitalisasi peralatan praktik permesinan di SMK Negeri Binaan Provinsi Sumut," kata JPU, Netty Silaen dalam membacakan tuntutanya di Pengadilan Tipikor Medan.

Sementara, dua terdakwa lainnya, Riswan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Muhammad Rais Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga Kepala Sekolah SMK Negeri Binaan Provinsi Sumut dituntut masing-masing empat tahun penjara.

Menurut JPU, ketiga terdakwa tersebut dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

"Ketiga terdakwa itu telah bekerjasama dan memanipulasi peserta lelang sebagai peserta fiktif.Terdakwa Masri juga dinilai sengaja menetapkan pemenang lelang," kata JPU Netty, Sebelumnya, JPU dakwaannya menyebutkan, Dinas Pendidikan Sumut menganggarkan senilai Rp12 miliar untuk pengadaan revitalisasi peralatan praktik dan perlengkapan pendukung teknik permesinan di SMK Binaan Provinsi Sumut.

Kemudian, dibuat daftar usulan pengadaan mesin praktik tersebut sebanyak 85 item.Setelah disusun, selanjutnya terdakwa Riswan dan Muhammad Rais berangkat ke Jakarta untuk menemui rekanan dari CV Mahesa Bahari dan melakukan proses lelang.

Dari proses lelang tersebut diketahui, bahwa terdakwa Muhammad Rais tidak menyusun HPS secara benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, dari proses lelang yang diikuti sembilan perusahaan tersebut, diketahui bahwa panitia dan perusahaan lainnya sengaja memenangkan CV Mahesa Bahari.

"Akibat perbuatan ketiga terdakwa itu, negara mengalami kerugian senilai Rp4,8 miliar," kata JPU, Senin 29 Agustus 2016.

Sidang perkara korupsi yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Berliana Napitupulu dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan pledoi ketiga terdakwa atas tuntutan JPU.

Sidang pembacaan tuntutan tersebut, sempat tertunda dua kali karena belum ditekannya rentut.(ant)


  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Dosen USU Dituntut Setahun Penjara

    MEDAN (EKSPOSnes): Seorang oknum dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis (45) dituntut pidana penjara selama 1 tahun dengan denda Rp10 juta subsider 3 bulan dalam sidang di PN Meda

  • 3 bulan lalu

    Eni Maulani Saragih Divonis 6 tahun

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar nonaktif Eni Maulani Saragih divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan."Mengadili, menyatakan terdak

  • 4 bulan lalu

    Nelayan Asal Aceh Timur Bakal Dipenjara di Myanmar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Nelayan asal Aceh Timur Jamaludin Amno yang ditangkap otoritas Myanmar, Selasa (6 November 2018), didakwa melakukan penangkapan ikan ilegal dengan ancaman hukum karungan maksi

  • 7 bulan lalu

    Isteri CEO Abu Tour Didakwa 20 Tahun Penjara

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Istri CEO PT Amanah Bersama Umat atau Travel Abu Tour, Nursyariah Mansyur didakwa 20 tahun hukum penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Makassar atas dugaan

  • 8 bulan lalu

    Puluhan Penjarah di Palu Diamankan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan sedikitnya 35 orang pelaku penjarahan toko di Palu, Sulawesi Tengah, telah ditangkap polisi.Setelah terjadi ben

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99