Selasa, 17 Sep 2019

Vonis Mati untuk Warga Prancis

Oleh: alex
Senin, 20 Mei 2019 18:26
BAGIKAN:
istimewa.
Vonis.
MATARAM (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, mejatuhkan vonis hukuman mati kepada Warga Negara Perancis, Dorfin Felix (35), karena terbukti menyelundupkan 2,98 kilogram narkoba.

Hukuman mati bagi Dorfin Felix, dibacakan dalam sidang putusannya yang digelar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram, dengan ketua Isnurul Syamsul Arif bersama anggota Didiek Jatmiko dan Ranto Indra Karta.

"Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti. Oleh karenanya menjatuhkan kepada terdakwa Dorfin Felix pidana mati," kata Ketua Majelis, Senin 20 Mei 2019.

Vonis hukuman disampaikan ke hadapan terdakwa Dorfin Felix yang didampingi penasihat hukumnya, Deni Nur Indra. Turut hadir penuntut umum Ginung Pratidina, jaksa dari Kejati NTB.

Dorfin Felix divonis melanggar dakwaan primair sesuai tuntutan, Pasal 113 Ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. Pasal tersebut mengatur tentang impor atau masuknya narkoba dari luar negeri secara ilegal.

Modus penyelundupannya, terbongkar ketika menjalani pemeriksaan barang bawaan petugas Bea dan Cukai di jalur kedatangan penerbangan internasional, Zainuddin Abdul Madjid International Airport (ZAMIA).

Dari hasil penangkapannya, ditemukan barang bukti narkoba berupa sembilan bungkus kristal cokelat jenis MDMA seberat 2.477,95 gram, satu bungkus serbuk kuning jenis amphetamine seberat 256,69 gram, satu bungkus serbuk putih jenis ketamine seberat 206,83 gram, dan pil atau tablet cokelat berlogo tengkorak jenis MDMA sebanyak 22 butir dengan berat 12,98 gram.

Dalam uraian putusannya, dijelaskan bahwa perbuatan terdakwa telah memberi peluang muncul peredaran narkoba skala besar. Hal tersebut tentunya sudah mengancam sistem pertahanan dan keamanan negara.

"Jadi bentuk kegiatannya ini sangat berpotensi merusak generasi muda dan mengganggu ketahanan nasional," ujarnya.

Usai mendengarkan putusannya, Dorfin Felix melalui penerjemah bahasanya yang berada di samping kursi panasnya, langsung menyatakan banding.

Sementara dari pihak penuntut umum, jaksa Ginung Pratidina belum dapat mengeluarkan pernyataannya terkait vonis hukuman mati yang diberikan majelis kepada terdakwa.

"Kita pikir-pikir dulu," kata Ginung yang sebelumnya dalam tuntutan jaksa meminta Majelis Hakim menjatuhkan pidana hukuman selama 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsidair satu tahun penjara.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Bareskrim Musnahkan 137 KIlogram Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 137 kg barang bukti narkoba jenis sabu hasil kejahatan sindikat narkoba Malaysia-Indonesia dimusnahkan pada Kamis.Ratusan kilogram barang haram ini merupakan barang bukt

  • 3 bulan lalu

    2 Warga Malaysia Dibekuk karena Bawa Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dua Warga Negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MJ alias Gordon dan AT alias Jack serta satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial DW ditangkap atas dugaan penyelun

  • 4 bulan lalu

    Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Sebanyak 6 Kilogram

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepolisian Daerah, Bea Cukai, KSOP berhasil menggagalkan penyelundupan enam kilogram narkotik

  • 4 bulan lalu

    PK Terpidana Mati Kasus Narkoba di Aceh Dikabulkan MA

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Mahkamah Agung (MA) RI mengabulkan peninjauan kembali (PK) terpidana mati dalam kasus narkotika jenis sabu-sabu atas nama Samsul Bahri menjadi hukuman 20 tahun penjara."Berdas

  • 4 bulan lalu

    Lapas Narkoba Langkat Sudah Kondusif

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menyatakan bahwa kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Langkat Sumatera Utara, pada saat ini sudah kembali kondusif setelah

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99