Minggu, 21 Jan 2018

Uang 30 Ransel di Kamar Tonny Budiono Berasal Darimana?

Oleh: marsot
Selasa, 19 Des 2017 05:08
BAGIKAN:
istimewa.
Antonius Tonny Budiono.
JAKARTA (EKSPOSnews): Total ada 30 ransel uang senilai Rp18 miliar-Rp19 miliar ditemukan tim KPK saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kamar mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono.

"Uang ditaruh di ransel, 30 tas, saya tahu dari penyidik," kata Tonny saat bersaksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin 18 Desember 2017.

Tonny bersaksi untuk terdakwa Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan yang didakwa menyuap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono sebesar Rp2,3 miliar karena terkait pelaksanaan pekerjaan pengerukan pelabuhan dan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK).

"Mata uangnya bervariasi ada dolar Singapura, dolar AS, ringgit Malaysia, poundsterling karena setiap tahun mengikuti sidang di London, kalau di Singapura mengikuti pertemuan tiga pihak antara Singapura, Indonesia dan Malaysia sehingga saya simpan dolar Singapura, hanya kalau uang dalam 1.000 dolar Singapura itu dari pemberian," tambah Tonny.

Total uang dalam 30 ransel itu mencapai sekitar Rp18-19 miliar.

"Uang itu saya kumpulkan selama bertahun-tahun bahkan ada yang sudah meleleh karena menempel, ada uang istri saya juga sebagai guru, karena wali murid mendapat (uang) saat kenaikan kelas," ungkap Tonny.

Dalam dakwaan disebutkan Adi Putra Kurniawan membuka beberapa rekening di Bank Mandiri menggunakan KTP palsu dengan nama Yongkie Goldwing dan Joko Prabowo sehingga pada 2015-2016 membuat 21 rekening di bank Mandiri cabang Pekalongan dengan nama Joko Prabowo dengan tujuan agar kartu ATM-nya dapat diberikena kepada orang lain yaitu anggota LSM, wartawan, preman di proyek lapangan, rekan wanita dan beberapa pejabat di kementerian Perhubungan.

Tonny mengaku, sebelum ditangkap pada 23 Agustus 2017 dalam peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) ia menghadiri sejumlah kegiatan pada pagi harinya.

"Pada pagi harinya, saya menghadiri kegiatan di mabes polri untuk Natal mendampingi Pak Menteri kemudian ke satu hotel untuk menghadiri acara masyarakat kereta api saya juga Plt Dirjen Kereta Api, lalu saya ke kemenko Maritiim, saya pulang 18.30, lalu pintu saya ketok-ketok tapi saya tidak buka dan saya hanya katakan 'Mohon maaf urusan kantor silakan ke kantor' tapi ternyata yang datang orang KPK," jelas Tonny.

Tonny mengaku hanya mengenakan singlet dan celana pendek saja saat itu. Ia juga mengaku biasa menyimpan uang tunai di dalam rumah.

"Kadang sebagai pejabat mendadak perlu uang, misalnya saat saya ditunjuk sebagai kordinator pencarian 'black box' Air Asia saat itu saya bawa 1 juta dolar, termasuk uang perjalanan dinas dan honor. Uang-uang itu berasal dari uang perjalanan dinas, uang pribadi almarhumah istri saya dan uang dari kontraktor dan pengurusan izin," ungkap Tonny.

Salah satu asosiasi pengurusan izin yang memberikan uang kepada Tonny adalah seseorang yang dipanggil sebagai Ibu Billy oleh Tonny, jumlahnya sebear 30 ribu dolar AS.

"Lalu dari PT Dumas 10 ribu dolar AS, perusahaan Safik 50 ribu dolar AS, Harsono Rp30 juta," tambah Tonny.

"Kenapa tidak dilaporkan ke KPK dari pemberian-pemberian itu?" tanyak jaksa KPK.

"Itu kesalahan saya tidak melaporkan," jawab Tonny.

Adi Putra Kurniawan didakwa berdasarkan pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pasal tersebut berisi tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah padahal diketahui bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan lama 5 tahun ditambah denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Bocah Pelaku Vidio Porno Dikasih Uang

    BANDUNG (EKSPOSnews): Polda Jaa Barat menyatakan para bocah yang ada di video mesum bersama seorang wanita dewasa diberi uang sekitar Rp200-3000 ribu untuk melakukan adegan tidak senonoh oleh seorang

  • 2 minggu lalu

    Oknum Polisi Perampok Uang Ditangkap

    JAKARTA (EKSPOSnews): Oknum polisi Brigadir Jumadi ditangkap polisi karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan terhadap Atika, karyawan Bank Mandiri, dan Gugum, supir Bank Mandiri, serta melarik

  • satu bulan lalu

    Uang Suap Mengalir ke Paspampres

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono mengakui kontrak yang dibuat antara Kementerian Perhubungan dengan kontraktor terkait pekerjaan di Direktorat Per

  • 2 bulan lalu

    KPK Terima Pengembalian Uang dari Korupsi APBD Jambi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi menginformasikan penyidik menerima pengembalian uang dari salah satu pihak terkait tindak pidana korupsi suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapata

  • 2 bulan lalu

    KPK Amankan Uang Miliaran Rupiah dari OTT Jambi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sekitar Rp1 miliar terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi."Sejauh ini yang kami dapatkan informasinya diamankan sekitar lebi

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99