Jumat, 23 Feb 2018

Tim Kejati Lampung Tangkap Buronan Korupsi

Oleh: Jallus
Selasa, 06 Feb 2018 06:14
BAGIKAN:
istimewa.
Borgol.
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Tim gabungan Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kejaksaan Negeri Waykanan, Provinsi Lampung menangkap mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Waykanan Mujianto yang buron selama enam tahun.

Warga Perumahan Hijau Residen, Untung Suropati, Kota Bandarlampung itu merupakan terpidana daftar pencarian orang (DPO) Kejari Waykanan sejak tahun 2011.

Ia berhasil ditangkap saat berada di bengkel miliknya di Jalan RA Basyid, Bandarlampung.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Waykanan Ilham Wahyudi menjelaskan, penangkapan satu dari dua terpidana DPO tersebut berawal dari penyelidikan timnya. Awalnya, kata Ilham, pihaknya mendapatkan informasi bahwa terpidana berada di Banjit, Waykanan.

"Selama satu bulan kami mencarinya dan mendapatkan informasi berada di Serang, Banten. Setelah itu, kami mendapatkan informasi lagi bahwa terpidana berada di kediamannya di Perumahan Hijau Residen, Untung Suropati," ujarnya, Senin 5 Februari 2018.

Setelah mengetahui lokasi keberadaannya, lanjut Ilham, pihaknya kemudian mendatangi kediamannya. Namun, saat di kediamannya, pihaknya tidak menemukan terpidana itu.

"Kami terpaksa menunggu lagi, dan setelah zuhur kami mendapatkan informasi bahwa terpidana ada di bengkelnya. Dari situ kami langsung menangkapnya," kata dia.

Ia menambahkan, kini pihaknya sedang memburu rekan dari terpidana bernama Feri. Peran Mujianto saat itu sebagai pembantu pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

"Kami tinggal memburu Feri, dan mudah-mudahan cepat tertangkap. Sebenarnya terpidana sudah mempunyai iktikat baik ingin menyerahkan diri, namun karena ragu-ragu kami terpaksa menangkapnya lebuh dulu," kata dia.

Mujianto terjerat kasus proyek peningkatan ruas jalan di Waykanan pada tahun 2004. Dalam kasus tersebut, kerugian negara mencapai Rp49 juta lebih.

Mujianto divonis pada tahun 2011 oleh Pengadilan Negeri Tanjungkarang selama enam bulan dengan denda sebesar Rp50 juta dan uang pengganti (UP) sebesar Rp5 juta.

"Ia pernah mengajukan Peninjauan Kembali, namun ditolak oleh Mahkamah Agung. Untuk UP-nya sampai saat ini belum dibayar dan nanti kami akan buatkan surat pernyataan sanggup bayar atau tidak. Jika tidak, maka akan ditambah kurungan penjara selama tiga bulan," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Kejaksaan Tangkap 20 Buronan Koruptor

    JAKARTA (EKSPOSnews): Bidang Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap sekitar 20 buronan tindak pidana korupsi selama Januari sampai Agustus 2017."Sekitar 20 buronan korupsi ditangkap," kata Jaksa

  • tahun lalu

    Kejari Banda Aceh Tangkap Buronan Koruptor

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Tim Kejaksaan Negeri Banda Aceh menangkap seorang terpidana korupsi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 4 tahun silam. Kepala Kejari Banda Aceh Husni T

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99