Selasa, 24 Sep 2019

Tersangka Penipu Apartemen Sipoa Ajukan Praperadilan

Oleh: alex
Sabtu, 08 Des 2018 04:45
BAGIKAN:
istimewa.
Sidang.
SURABAYA (EKSPOSnews): Tiga terdakwa perkara dugaan penipuan pengembang apartemen Sipoa Group yakni Klemen Sukarno Candra, Budi Santoso, dan Aris Birawa, yang teregister dengan nomor 56/Pid.Praper/2018/PN.Sby mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sugeng Teguh Santoso selaku kuasa hukum dari tiga orang tersebut, Jumat mengatakan, praperadilan tersebut adalah praperadilan terhadap penetapan tersangka dari ketiga direksi sipoa grup itu.

"Ketiganya ditetapkan tersangka, sedangkan sebelumnya tidak pernah ada pemeriksaan sebagai saksi kepada ketiganya," katanya dalam persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya yang dipimpin hakim Habullah, Jumat 7 Desember 2018.

Menurutnya, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU XII/2014 tanggal 28 April 2015, untuk dapat menetapkan seseorang sebagai tersangka, maka sebelumnya seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka itu harus dipanggil, diperiksa dan didengar keterangannya sebagai saksi.

"Namun menurut keterangan klien kami, ketiganya tidak pernah dipanggil sebagai saksi sebelum ditetapkan tersangka," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya menjelaskan bahwa penetapan tersangka terhadap ketiga kliennya itu adalah tidak sah karena tidak pernah ada panggilan kepada kliennya sebagai calon tersangka sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

"Di sisi lain, perkara ini terlalu prematur kalau dibawa ke ranah pidana, karena perkara ini sebetulnya terkait dengan perjanjian serah terima unit yang belum jatuh tempo," ucapnya.

Sugeng menerangkan kalau terkait dengan penerbitan cek untuk para konsumen Sipoa Grup yang kemudian ternyata tidak ada dananya adalah tidak dapat dikualifisir sebagai tindak pidana penipuan karena pemohon menerbitkan cek kepada para konsumen adalah atas dasar jaminan dari seseorang.

"Jadi karena merasa tertipu oleh Agung Wibowo, Klemens Sukarno Candra salah satu pemohon praperadilan melaporkan tindakan penipuan dan pemalsuan cek yang dilakukan oleh Agung Wibowo kepada Polda Jawa Timur dan teregister dengan nomor Laporan Polisi LP/1551/XI/2018/UM/SPKT Polda Jatim tanggal 27 November 2018," katanya.

Sementara itu, Hakim Habullah mengatakan kalau persidangan praperadilan ini berlangsung dengan cepat dan dilakukan sebelum ada persidangan lainnya.

"Mengingat banyak kasus yang harus disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya, maka persidangan ini harus cepat. Sidang ditunda pada Senin 10 Desember kemudian dilanjutkan replik duplik, saksi dan Senin tanggal 17 mendatang diharapkan sudah ada putusan," katanya sambil mengetuk palu tanda sidang berakhir. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Siapa Tersangka Baru dalam Kasus E-KTP?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan ada tersangka baru dalam pengungkapan kasus korupsi KTP elektronik (KTP-e)."Kami sudah naikkan beberapa tersang

  • 3 bulan lalu

    KPK Tetapkan Aspidum Kejati DKI Jakarta Jadi Tersangka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto bersama dua orang lainnya sebagai tersangka suap penangan

  • 3 bulan lalu

    Tersangka Konflik Buton Dijerat Pasal Berlapis

    KENDARI (EKSPOSnews): Penyidik kepolisian menjerat pasal berlapis para tersangka dugaan pelaku pembakaran rumah saat konflik warga antar Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siontapina, Pro

  • 3 bulan lalu

    Kerusuhan di Buton, Polisi Tetapkan 32 Orang Tersangka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 36 dari 82 orang yang sudah ditangkap dalam kasus bentrok antara warga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, telah ditetapkan sebagai

  • 4 bulan lalu

    Polda Sumatera Utara Tangguhkan Penahanan 2 Tersangka Makar

    MEDAN (EKSPOSnews): Polda Sumatera Utara mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) RFL dan Sekretaris GNPF, ZLK atas dugaan kasus tindak pidana ma

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99